الزخرف (Az-Zukhruf)
Per AyatMushaf
اَفَنَضْرِبُ
apakah maka Kami jadikan
عَنْكُمُ
dari kalian
الذِّكْرَ
pengajaran/Al Qur'an
صَفْحًا
hentikan
اَنْ
karena
كُنْتُمْ
kalian adalah
قَوْمًا
kaum
مُّسْرِفِيْنَ
orang-orang yang melampaui batas
﴿٥﴾
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Al-Qur'an kepadamu, karena kamu kaum yang melampaui batas?
4330 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah Kami akan berpaling dari kalian dan tidak menurunkan al-quran kepada kalain hanya gara-gara kalian berpaling dan menolak untuk tunduk serta berbuat melampaui batas dengan tidak beriman kepadanya?
Sumber: https://tafsirweb.com/9201-surat-az-zukhruf-ayat-5.html
Tafsir as-Sa'di
5. selanjutnya Allah mengabrkan bahwa hikmah dan karuniaNya mengharuskan tidak membiarkan para hambaNya begitu saja, dan tidak mengutus rasul dan tidak menurunkan kitab kepada mereka meski mereka melampaui batas dan berbuat zhalim. Allah berfirman, ”maka apakah kami akan berhenti menurunkan al-qur’an kepadamu,” yaitu apakah kami berpaling drai kalian dan tidak menurunkan peringatan kepada kalian dan berhenti menurunkan al-qur’an karena kalian berpaling dan tidak tunduk kepada Allah?Meski demikian, Allah tetap menurunkan al-qur’an dan memberi penjelasan segala sesuatu kepada kalian. Bila kalian beriman dan menjadikannya sebagai petunjuk, itulah taufik untuk kalian, namun bila tidak dipercayai dan tidak dijadikan sebagai petunjuk, maka hujjah telah tegak atas kalian dan kalian berada di atas kejelasan berbagai hal.
Sumber: https://tafsirweb.com/9201-surat-az-zukhruf-ayat-5.html
Tafsir Al-Wajiz
5. Apakah benar, jika Kami akan meninggalkan kalian dalam keadaan teledor wahai manusia, tidak mengingatkan kalian tentang Al-Qur’an, tidak menasehati, tidak memerintah dan tidak melarang kalian? Tidak akan, karena sesungguhnya kalian adalah golongan yang suka melampaui batas dalam melakukan keborosan dan kesesatan, Kalian juga orang-orang yang menyekutukan Allah.Hamzah dalam {Afanadhribu} adalah istifham inkariy, {Adzikra} adalah Al-Qur’an, dan {Shafhan} adalah penolakan. Maknanya dalam ayat ini adalah orang-orang yang menolak. Maksudnya adalah bentuk pengingkaran bahwa perkara itu berbeda dengan yang diharapkan, yaitu bahwa Al-Qur’an diturunkan menggunakan bahasa mereka supaya mereka memahaminya, bahkan seharusnya Al-Qur’an itu mengingatkan kalian untuk mendirikan bukti (keimanan) kalian di akhirat
Sumber: https://tafsirweb.com/9201-surat-az-zukhruf-ayat-5.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-8 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ha Mim (1) Demi Kitab yang menerangkan (2)) yaitu yang jelas, terang, gamblang makna-maknanya dan Iafazh-lafazhnya karena dia diturunkan dengan bahasa Arab yang merupakan bahasa paling fasih untuk pembicaraan di antara manusia. Oleh karena itu Alah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an) yaitu Kami menurunkannya (dalam bahasa Arab) yaitu dengan bahasa Arab yang fasih dan jelas (Supaya kamu memahaminya) yaitu agar kalian memahami dan merenungkannya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dengan bahasa Arab yang jelas (195)) (Surah Asy-Syu'ara’) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuz) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah (4)) yaitu jelas kemuliaannya di kalangan para malaikat agar penduduk bumi memuliakan, membesarkan, dan menaatinya.Maka Allah SWt berfirman ("Innahu") yaitu Al-Qur'an itu (dalam Ummul Kitab) yaitu di Lauhil Mahfuz, Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas dan Mujahid. (di sisi Kami) yaitu di sisi Kami, Pendapat itu dikatakan Qatadah dan lainnya. (benar-benar tinggi (nilainya)), yakni mempunyai kedudukan, kemuliaan, dan keutamaan, Pendapat itu dikatakan Qatadah. (banyak mengandung hikmah) yaitu dikukuhkan bebas dari kekeliruan dan penyimpangan. Semua ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan Al-Qur'an, sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz) (78) tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan (79) Diturunkan dari Tuhan semesta alam (80)) (Surah Al-Waqi'ah) Firman Allah: (Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas? (5)) Para mufasir berbeda pendapat tentang maknanya.Dikatakan bahwa maknanya adalah “Apakah kalian mengira bahwa Kami memaafkan kalian, sehingga Kami tidak mengazab kalian, sedangkan kalian tidak mengerjakan apa yang diperintahkan kepada kalian?”. Pendapat itu dikatakan Abu Shalih, Mujahid, As-Suddi, dan dipilih Ibnu Jarir. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu?) bahwa demi Allah, seandainya Al-Qur’an ini diangkat ketika ditolak oleh permulaan ayat ini, maka mereka akan binasa.Tetapi berkat rahmat Allah سبحانه وتعالى, Dia meneruskan risalahNya dan mengulang-ulang penurunannya kepada mereka serta menyeru mereka selama dua puluh tahun atau lebih dari itu sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Pendapat Qatadah itu mengandung makna yang sangat lembut. Yang dapat disimpulkan bahwa merupakan suatu kelembutan dan rahmat Allah سبحانه وتعالى kepada makhlukNya.Dia terus menyeru mereka kepada kebaikan dan kepada Al-Qur’an, sekalipun mereka melampaui batas dan berpaling darinya. Bahkan Allah tetap memerintahkan melalui Al-Qur'an kepada orang yang ditakdirkan mendapat petunjuk agar Al-Qur'an dijadikan sebagai petunjuk, dan agar hujjah dapat ditegakkan terhadap orang yang ditakdirkan celaka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur nabiNya dalam menghadapi pendustaan orang yang mendustakannya dari kalangan kaumnya, seraya memerintahkan kepadanya untuk bersabar dalam menghadapi mereka. (Berapa banyaknya nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu (6)) yaitu golongan dari kalangan orang-orang terdahulu (Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya (7)) yaitu mereka mendustakan dan mengolok-oloknya.Firman Allah: (Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya daripada mereka) yaitu maka Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan para rasul itu, padahal mereka lebih besar kekuatannya daripada orang-orang yang mendustakanmu, wahai Muhammad. Sebagaimana firmanNya: (Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat daripada mereka) (Surah Ghafir: 82) Ayat-ayat tentang itu sangat banyak dalam Al-Qur'an.Firman Allah: (dan telah terdahulu perumpamaan umat-umat masa dahulu) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah ketentuan mereka. Qatadah berkata bahwa maknannya adalah siksaan mereka. Ulama’ selain keduanya berkata bahwa maknannya adalah pelajaran bagi mereka. yaitu Kami menjadikan mereka sebagai pelajaran bagi orang-orang setelah mereka yaitu orang-orang yang mendustakan, bahwa mereka akan ditimpa azab yang telah menimpa para pendahulu mereka.Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain di surah ini: (dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian (56)) (Surah Az-Zukhruf) dan sebagaimana firmanNya (Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya) (Surah Ghafir: 85) dan (kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi Sunnatullah itu) (Surah Al Ahzab: 62)
Sumber: https://tafsirweb.com/9201-surat-az-zukhruf-ayat-5.html
Informasi
Surat
الزخرف (Az-Zukhruf)
Perhiasan — 89 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
5 dari 89 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 489
Ruku
Ruku 424
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 98 (196/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4330 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-43