اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
كُنْتُمْ
kalian adalah
تَمَنَّوْنَ
(kamu) mengharapkan
الْمَوْتَ
mati
مِنْ
dari
قَبْلِ
sebelum
اَنْ
bahwa
تَلْقَوْهُۖ
kamu menemuinya
فَقَدْ
maka sungguh
رَاَيْتُمُوْهُ
kamu telah melihatnya
وَاَنْتُمْ
dan kalian
تَنْظُرُوْنَ
kalian melihat
ࣖ
﴿١٤٣﴾
Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh, telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
436 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sungguh keadaan kalian (wahai orang-orang Mukmin),sebelum Perang Uhud kalian mengharap-harapkan berjumpa dengan musuh agar kalian dapat memperoleh kemuliaan berjihad dan mati syahid di jalan Allah yang telah dialami oleh saudara-saudara kalian di Perang badar. Maka sekarang sungguh telah terjadi pada kalian yang kalian harapkan dan kalian cari-cari. Ambillah kesempatan itu oleh kalian.Maka berperanglah dan bersabarlah.

Sumber: https://tafsirweb.com/1275-surat-ali-imran-ayat-143.html

Tafsir as-Sa'di

143, “Sungguh kamu mengahrapkan mati syahid sebelum kamu menghadapinya.”hal tersebut karena banyak di antara para sahabat yang tida ikut berperang di mana mereka mengerahkan segala kemampuanya kepada mereka. Allah berfirman kepada mereka, ”sekarang sungguh kamu telah melihatnya, ” maksudnya kalian telah menyaksikan dengan mata kalian apa yang kalian cita-citakan, ”dan kamu menyaksikannya, ” lalu mengapa kalian tidak bersabar?Kondisi seperti itu tidaklah patut dan tidak baik, khususnya bagi orang-orang yang bercita-cita ikut berperang dan mengahrapkan apa yang dicita-citakanya itu.seharusnya merka mengerahkan kemampuan dan kekuatanya dalam hal tersebut. Ayat-ayat ini menunjukan bolehnya bercita-cita syahid. dan hal itu atas dasar bahwa Allah mengakui cita-cita mereka dan tidak mengingkarinya. Allah hanyalah mengingkari tindakan berpangku tangan, dan tidak beramal dengan sesuai dengan tuntunan cita-cita tersebut, dan Allah Maha Mengetahui.

Sumber: https://tafsirweb.com/1275-surat-ali-imran-ayat-143.html

Tafsir Al-Wajiz

143 Sesungguhnya kamu wahai orang-orang beriman mengharapkan mati syahid di jalan Allah sebelum kamu menghadapi hiruk pikuk perang Uhud; sekarang sungguh kamu telah melihat sebab kematian telah dekat dan kamu menyaksikannya. Lalu mengapa kalian mundur? Dari Ibnu Abbas: Ada sekelompok laki-laki dari golongan sahabat yang berkata: Seandainya kami terbunuh sebagaimana para ahli Badar, kemudian Allah menjadikan mereka sebagai Syahid Uhud, Tidak ada yang tertinggal kecuali yang Allah kehendaki.Maka turunlah ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/1275-surat-ali-imran-ayat-143.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 137-143 Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari menyampaikan kepada hamba-hambaNya yang mukmin yang terluka pada hari perang Uhud dan tujuh puluh di antara mereka tewas: (Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah) yaitu telah terjadi hal yang serupa pada umat-umat yang telah ada sebelum kalian, yaitu orang-orang yang mengikuti para nabi. Kemudian kemenangan bagi mereka, dan kehancuran atas orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah berfirman: (Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan) Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (ini adalah penerangan bagi seluruh manusia) yaitu Al-Quran, yang di dalamnya terdapat penjelasan perkara dengan jelas, serta gambaran bagaimana umat-umat terdahulu berhadapan dengan musuh-musuh mereka. (dan petunjuk serta pelajaran) Al-Qur’an mengandung berita tentang apa yang terjadi sebelum kalian (petunjuk) bagi hati kalian (pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu mereka yang menjauhi perbuatan maksiat dan dosa.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari menghibur orang-orang mukmin: (Janganlah kamu bersikap lemah) yaitu janganlah kalian lemah akibat hal yang telah terjadi (dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman) yaitu kemenangan dan pertolongan akan menjadi milik kalian, wahai orang-orang mukmin, (Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa) yaitu jika kalian menerima luka dan ada yang tewas di antara kalian, maka musuh-musuh kalian juga sebelumnya merasakan hal itu berupa tewas dalam perang dan terluka (Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia) yaitu terkadang giliran kemenangan musuh atas kalian, meskipun kemenangan akhir akan menjadi milik kalian, karena itu adalah hikmah dari Kami. Oleh Karena itu Allah berfirman: (dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman) Ibnu Abbas berkata terkait hal ini: “Kami ingin melihat siapa yang bersabar dalam menghadapi musuh-musuhnya.” (supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada') yaitu mereka yang mati di jalan Allah dan berkorban untuk mendapatkan keridhaanNya. (Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (140) Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman) yaitu Dia menghapus dosa-dosa mereka jika mereka memiliki dosa.Jika tidak, maka Allah akan mengangkat derajat mereka sesuai dengan musibah yang menimpa mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (dan membinasakan orang-orang yang kafir) yaitu ketika mereka menang, berbuat zalim, dan sombong, maka hal itu akan menjadi sebab, kehancuran, kerusakan, kekalahan, dan kebinasaan mereka. Kemudian Allah berfirman, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk Surga tanpa menghadapi diuji dengan peperangan dan kesulitan perang sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah: (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (214)) (Surah Al-Baqarah) dan Alif laam miim ((1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (2) Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (3)) (Surah Al-Ankabut) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu kalian tidak akan bisa memasuki surge sampai kalian diuji dan Allah melihat orang-orang yang berjuang di jalanNya di antara kalian dan orang-orang yang bersabar dalam mengahadapi musuh.FIrman Allah (Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya (143)) yaitu wahai orang-orang mukmin, sebelum hari ini, kalian menginginkan untuk berhadapan dengan musuh, kalian ingin menghancurkan mereka, ingin melawan mereka. Sekarang, apa yang kalian harapankan dan inginkan itu telah terwujud, jadi berjuanglah dan bersabarlah. Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mengharapkan pertemuan dengan musuh, dan berdoalah kepada Allah agar mendapat keselamatan, jika kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang.” Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, (sungguh kamu telah melihatnya) yaitu kalian telah melihat kematian dalam kilatan pedang, pertukaran anak panah, dan barisan orang untuk berperang, dan orang-orang yang menggambarkan ini dengan khayalannya, yaitu menyaksikan sesuatu yang tidak bisa dirasakan sebelumnya seperti yang dirasakan oleh domba yang merasa aman di samping seekor domba jantan lalu yang merasa terancam oleh serigala.

Sumber: https://tafsirweb.com/1275-surat-ali-imran-ayat-143.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

143 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 68

Ruku

Ruku 55

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 14 (27/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-436 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3