الزخرف (Az-Zukhruf)

Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
نُرِيْهِمْ
Kami perlihatkan pada mereka
مِّنْ
dari
اٰيَةٍ
suatu ayat
اِلَّا
kecuali
هِيَ
ia/ayat
اَكْبَرُ
lebih besar
مِنْ
dari
اُخْتِهَاۗ
saudaranya
وَاَخَذْنٰهُمْ
dan Kami timpakan kepada mereka
بِالْعَذَابِ
dengan azab
لَعَلَّهُمْ
supaya mereka
يَرْجِعُوْنَ
mereka kembali
﴿٤٨﴾
Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
4373 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan kami tidak memperlihatkan kepada fir’aun dan orang-orangnya sebuah hujjah kecuali ia lebih agung dari yang sebelumnya dan lebih jelas dalam membuktikan kebenaran apa yang didakwahkan oleh musa. Dan kami telah menimpakan kepada mereka berbagai macam azab, seperti belalang, kodok, kutu, banjir bandang dan sebagainya, agar mereka meninggalkan kekafiran mereka kepada Allah dan berganti dengan mentauhidkan dan menaatiNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/9244-surat-az-zukhruf-ayat-48.html

Tafsir as-Sa'di

47-48. ”maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat kami, dengan serta merta mereka menertawakannya,” yaitu mereka menolak, mengingkari, dan menertawakannya secara zhalim dan sombong. Hal itu bukan karena kekurangan dalam tanda-tanda kebesaran Allah dan bukan karena kurang jelasnya tanda-tanda itu, karena itu Allah berfirman,”dan tidaklah kami perlihatkan kepada mereka suatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mujizat sebelumnya,”artinya, tanda-tanda kebesaran Allah yang belakangan lebih besar dari yang sebelumnya.”dan kami timpakan kepada mereka azab,” seperti dengan belalang, katak,kutu, dan darah sebagai tanda-tanda kebesaran yang memberi penjelasan.”supaya mereka kembali (kejalan yang benar)” pada islam dan tunduk padanya, agar kesyirikan dan keburukan mereka sirna.

Sumber: https://tafsirweb.com/9244-surat-az-zukhruf-ayat-48.html

Tafsir Al-Wajiz

48. Kami tidak memperlihatkan kepada para pembangkang Alquran suatu mukjizat kecuali mukjizat-mukjizat itu lebih besar dan lebih agung dari pada sebelumnya. Kami timpakan kepada mereka azab, berupa kekeringan, banjir bandang, kekurangan harta dan buah-buahan agar mereka keluar dari kekafiran dan kesesatan

Sumber: https://tafsirweb.com/9244-surat-az-zukhruf-ayat-48.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 46-50 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hamba dan rasulNya, Musa bahwa Allah سبحانه وتعالى telah mengutusnya kepada Fir'aun dan para pembesar kaumnya yang terdiri dari para pemuka, menteri, pemimpin, pengikut, dan rakyat dari bangsa Qibti dan Bani Israil. Nabi Musa diperintahkan untuk menyeru mereka menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan melarang mereka menyembah kepada selainNya. Dan Allah سبحانه وتعالى memberinya berbagai mukjizat yang luar biasa, seperti tangannya, tongkatnya, dan apa yang dikirim bersamanya berupa banjir, belalang, kutu, katak, dan darah.Selain itu juga kekurangan hasil tanaman dan buah-buahan serta banyak jiwa yang mati. Sekalipun demikian, mereka menyombongkan diri dan tidak mau mengikuti dan tunduk kepadanya, bahkan mereka mendustakan, mengejek, dan menertawakan rasul yang menyampaikan mukjizat-mukjizat itu kepada mereka (Dan tidaklah Kami memperlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar daripada mukjizat-mukjizat yang sebelumnya) Sekalipun demikian, mereka tetap tidak mau kembali dari sikap melampaui batas, kesesatan, kebodohan dan perilaku merusak mereka. Dan setiap kali datang kepada mereka salah satu dari mukjizat-mukjizat itu, mereka merendahkan diri meminta kepada nabi Musa seraya memohon belas kasihannya, melalui ucapan mereka: (Hai ahli sihir) yaitu orang yang pandai.Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir, Ulama di masa mereka adalah para ahli sihir. Di masa itu sihir bukan merupakan suatu hal yang tercela di kalangan mereka. Dan ungkapan ini bukan mereka maksudkan untuk merendahkan karena keadaannya adalah keadaan darurat, sehingga tidak sesuai dengan hal itu, bahkan itu merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan dari mereka untuk nabi Musa, menurut keyakinan mereka.Setiap kali mereka tertimpa azab dari mukjizat itu, mereka berjanji kepada nabi Musa bahwa jika dia dapat melenyapkannya dari mereka, maka mereka akan beriman kepadanya dan melepaskan kaum Bani Israil bersamanya. Tetapi setiap kali janji itu terpenuhi, mereka mengingkari apa yang mereka janjikan kepadanya. Sebagaimana firmanNya: (Maka Kami kirimkan kepada mereka banjir bandang, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa (133) Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu), mereka pun berkata, "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu.Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu” (134) Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya (135)) (Surah Al-A'raf)

Sumber: https://tafsirweb.com/9244-surat-az-zukhruf-ayat-48.html

Informasi

Surat

الزخرف (Az-Zukhruf)

Perhiasan — 89 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

48 dari 89 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 493

Ruku

Ruku 428

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 99 (197/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4373 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-43