الزخرف (Az-Zukhruf)
Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
فِى
di
السَّمَاۤءِ
langit
اِلٰهٌ
Tuhan
وَّفِى
dan di
الْاَرْضِ
bumi
اِلٰهٌ
Tuhan
ۗوَهُوَ
dan Dia
الْحَكِيْمُ
Maha Bijaksana
الْعَلِيْمُ
Maha Mengetahui
﴿٨٤﴾
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
4409 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Hanya Allah semata yang berhak disembah dengan sebenarnya di langit dan di bumi. Dia-lah yang Mahabijaksana yang menciptakan makhlukNya dengan sangat baik dan menetapkan syariat dengan sangat mulia. Dia juga Maha Mengetahui segala sesuatu terkait dengan urusan makhlukNya, tidak ada sesuatu pun darinya yang samar bagiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9280-surat-az-zukhruf-ayat-84.html
Tafsir as-Sa'di
84. Allah mengabarkan bahwa hanya Dia semata yang berhak dipertaruhkan dan disembah di langit dan di bumi. Semua penghuni langit dan orang-orang beriman yang ada di bumi menyembah dan mengagungkanNya serta tunduk pada keagunganNya.Mereka memerlukanNya karena kesempurnaanNya, “bertasbih untukNya tujuh langit dan bumi serta apa pun yang ada padanya dan tidaklah segala sesuatu melainkan bertasbih dengan memujiNya,” (al-isra:44) “dan kepada Allah sujud semua yang ada di langit dan bumi secara suka rela dan terpaksa,” (ar-rad:15) Hanya Dialah yang dipertuhankan dan disembah; yang di sembah oleh seluruh makhluk secara suka rela dan terpaksa. Dan ini sebagimana firman Allah, ”dan Dialah Allah di langit dan di bumi,” (al-an’am:3) Yakni, predikatnya sebagai yang disembah dan dicintai ada pada keduanya. Sedangkan Dia berada di atas arasyNya, berbeda dengan makhlukNya, sendiri dengan keluhuran, terpuji dengan kesempurnaanNya. “dan Dialah yang maha bijaksana,” yang maha bijaksana terhadap apa yang telah diciptakan dan yang maha menyempurnakan apa yang disyariatkan Allah tidak menciptakan sesuatu pun melainkan karena suatu kebijaksanaan dan tidak mensyariatkan sesuatu melainkan untuk suatu hikmah. “lagi maha mengetahui,” segala sesuatu, mengetahui yang rahasia dan tersembunyi, tidak ada sebesar biji atom pun yang luput dariNya, baik yang ada di alam atas maupun alam bawah, tidak pula yang lebih kecil atau lebih besar dari biji atom.
Sumber: https://tafsirweb.com/9280-surat-az-zukhruf-ayat-84.html
Tafsir Al-Wajiz
84. Dialah Allah Tuhan langit dan bumi, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Dia. Allah Maha Bijaksana dalam segala perlakuan-Nya kepada hamba-Nya.Allah Maha Tahu atas apa yang terbaik untuk hamba-Nya
Sumber: https://tafsirweb.com/9280-surat-az-zukhruf-ayat-84.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 81-89 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah,) wahai Muhammad (jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan anak itu) yaitu seandainya hal ini diwajibkan, maka aku akan menyembahnya karena hal itu, karena aku adalah salah satu dari hambaNya yang selalu taat kepada semua yang DIa perintahkan kepadaku. Tidak ada sama sekali pada diriku kesombongan dan penolakan untuk menyembahnya. Jadi seandainya hal itu benar ada, maka akan ada, tetapi hal itu mustahil bagi hak Allah سبحانه وتعالى.Dan syarat itu tidak mewajibkan dan membolehkan terjadinya hal itu. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (4)) (Surah Az-Zumar) Sebagian mufasir berkata tentang firmanNya: (maka akulah mula-mula orang yang memuliakan (anak itu)) yaitu orang yang pertama paling menolak.Di antara mereka ada Sufyan Ats-Tsauri dan Imam Bukhari meriwayatkan hal itu. maka dia mengatakan,"DIkatakan bahwa maknannya adalah aku adalah orang yang mula-mula mengingkarinya” dari kata “'abida” “ya'badu” Qatadah berkata bahwa ungkapan ini berasal dari perkataan orang-orang Arab, yaitu: (Jika Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakannya) yaitu hal itu tidak mungkin terjadi, dan tidak layak. Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka akulah orang yang mula-mula memuliakannya) yaitu orang yang mula-mula menyembah dan mengesakanNya, serta mendustakan kalian. Imam Bukhari berkata tentang firmanNya: (maka akulah orang yang mula-mula memuliakannya) yaitu orang yang mula-mula menolaknya, kata “'abidin” mempunyai dua makna.Yaitu “‘aabidun” (menyembah) dan “‘abidun” (menolak). Makna yang pertama yang lebih dekat bahwa itu sebagai syarat dan jawab, tetapi pengertian ini tidak mungkin. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu)) dia berkata,”Seandainya Allah memiliki anak, maka aku menjadi orang yang mula-mula meyakini bahwa Dia mempunyai anak, tetapi kenyataannya Dia tidak memiliki anak.Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Dan dia menjawab pendapat orang yang menduga bahwa huruf (in) di sini bermakna nafi. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maha Suci Tuhan langit dan bumi, Tuhan 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan (82)) yaitu Maha Tinggi, Maha Suci, dan lagi Maha Bersih Allah Pencipta segala sesuatu dari memiliki anak.Karena sesungguhnya Dia Maha Esa, segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak ada tandingan dan pesaing bagiNya, maka tidak ada anak bagiNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka biarlah mereka tenggelam) yaitu dalam kebodohan dan kesesatan mereka (dan bermain-main) dalam dunia mereka (sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka) yaitu hari kiamat, yaitu mereka akan mengetahui bagaimana tempat kembali mereka dan keadaan yang akan mereka alami pada hari itu. Firman Allah: (Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi) yaitu Dia adalah Tuhan yang disembah makhluk di langit, dan Tuhan yang disembah makhluk yang di bumi, semuanya tunduk dan merendahkan diri di hadapanNya (dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) Ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan (3)) (Surah Al-An'am) yaitu Dialah Tuhan yang disembah di langit dan bumi. (Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa saja yang ada di antara keduanya) yaitu Dialah Dzat yang menciptakan, memiliki dan mengatur keduanya tanpa ada yang menghalangi dan menentangnya.Maka Maha Suci lagi Maha Tinggi Allah dari memiliki anak. yaitu, sudah merupakan suatu ketetapan bagiNya bersih dari semua aib dan kekurangan, karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Tinggi, Maha Agung yang memiliki segala sesuatu, yang di tanganNyalah kendali segala sesuatu, terlaksana atau tidaknya (dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu tidak ada yang mengetahui waktunya kecuali hanya Dia (dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan) Maka Dia akan memberikan pembalasan kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya, jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah) yaitu berupa berhala-berhala dan patung-patung (tidak dapat memberi syafaat) yaitu tidak mampu memberikan syafaat kepada mereka (tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya)) Ini adalah istisna’ munqati' yaitu tetapi orang yang meyakini kebenaran dengan penuh kesadaran dan pengetahuan, maka syafaat itu dapat memberi manfaat dengan seizin Allah سبحانه وتعالى baginya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, 'Allah.' Maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (87)) yaitu seandainya kamu menanyakan kepada mereka yang menyekutukan Allah, yang menyembah kepada selainNya bersama Dia (Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, “Allah”) yaitu mereka mengakui bahwa Dialah Allah yang Maha Menciptakan segala sesuatu, hanya Dia semata tidak ada sekutu bagiNya dalam hal itu.Tetapi sekalipun demikian, mereka masih tetap menyembah selainNya bersama Dia, yaitu menyembah makhluk yang tidak memiliki sesuatu apapun dan tidak mampu berbuat sesuatupun. Jadi mereka dengan itu adalah orang-orang yang sangat bodoh dan sangat lemah akalnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?) Firman Allah: (dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman” (88)) yaitu nabi Muhammad ﷺ mengadu kepada Tuhannya tentang kaumnya yang mendustakannya.Jadi berliau berdoa: Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman, sebagaimana yang diberitahukan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain: (Berkatalah Rasul, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan” (30)) (Surah Al-Furqan: 30) Apa yang telah kami jelaskan ini merupakan pendapat Ibnu Mas'ud, Mujahid, dan Qatadah, dan berdasarkan pendapat ini Ibnu Jarir menafsirkannya.Imam Bukhari berkata bahwa Abdullah yaitu Ibnu Mas'ud membaca ayat ini dengan bacaan: (wa qaalar rasuul yaa rabb) Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman” (88)) dia berkata bahwa Allah mendengar ucapan nabi Muhammad ﷺ itu. Qatadah berkata bahwa dia adalah nabi kalian yang mengadu kepada Tuhannya Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan tentang firmanNya: (dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad,"Ya Tuhanku) bahwa salah satu dari dua bacaannya itu dengan bacaan nashab, dan itu mempunya dua pandangan Salah satunya adalah diathafkan kepada firman Allah سبحانه وتعالى: (bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka) (Surah Az-Zukhruf: 80) Yang kedua adalah adanya fi'il, yaitu (Waqala qilahu).Bacaan yang kedua adalah dengan khafdh, (qilihi) sebagai athaf kepada firmanNya: (dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat) bentuknya adalah “Wa ‘ilmu qiilihi” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka) yaitu orang-orang musyrik (dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)") yaitu janganlah menjawab mereka dengan apa yang mereka bicarakan kepadamu berupa ucapan buruk. Tetapi bujuklah dan maafkanlah mereka dengan sikap dan ucapan (Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)) Ini merupakan ancaman dari Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. Oleh karena itu maka mereka ditimpa azabNya yang tidak dapat ditolak lagi.Dan DIa meninggikan agama dan kalimahNya, serta setelah itu memerintahkan untuk berjihad dan berperang melawan mereka, sehingga manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, dan Islam tersebar di belahan bumi timur dan barat.
Sumber: https://tafsirweb.com/9280-surat-az-zukhruf-ayat-84.html
Informasi
Surat
الزخرف (Az-Zukhruf)
Perhiasan — 89 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
84 dari 89 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 495
Ruku
Ruku 430
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 99 (198/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4409 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-43