الدخان (Ad-Dukhan)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
لَيَقُوْلُوْنَۙ
benar-benar mereka berkata
﴿٣٤﴾
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu pasti akan berkata,
4448 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
34-35. Sesungguhnya orang-orang musyrik dari kaummu (wahai Rasul) pasti akan berkata, “Tidak ada kecuali kematian yang kami rasakan, yaitu kematian pertama sekaligus terakhir, setelah kami mati, kami tidak dibangkitkan untuk dihisab dan menerima pahala atau hukuman.
Sumber: https://tafsirweb.com/9408-surat-ad-dukhan-ayat-34.html
Tafsir as-Sa'di
34-35. Allah mengabarkan bahwa, “sesungguhnya mereka (kaum musyrikin) itu,” yang mendustakan berkata seraya mengingkari Hari Kebangkitan, “Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan,” yakni, tidak ada kehidupan lain selain kehidupan dunia, tidak ada kebangkitan, surga atau neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9408-surat-ad-dukhan-ayat-34.html
Tafsir Al-Wajiz
34-35. Sesungguhnya kaum musyrik dan kaum Quraisy tersebut berkata: “tidak ada kematian selain kematian kita di dunia ini, dan kami tidak akan dibangkitkan setelah mati.
Sumber: https://tafsirweb.com/9408-surat-ad-dukhan-ayat-34.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 34-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka yakin bahwa tidak ada kehidupan itu melainkan hanya kehidupan dunia ini, dan tidak ada kehidupan setelah kematian, tidak ada hari kebangkitan, dan hari pembalasan. Mereka menggunakan hujjah nenek moyang mereka yang sudah tidak ada yang tidak kembali, dan jika hari kebangkitan itu benar (maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar (36)) Ini adalah hujjah yang bathil dan alasan yang rusak, karena sesungguhnya hari kebangkitan itu hanya terjadi pada hari kiamat dan bukan di dunia, bahkan terjadi hari kebangkitan itu setelah dunia sudah habis dan lenyap, lalu Allah mengulangi penciptaan mereka dalam ciptaan yang baru.Dan dia menjadikan orang-orang zalim untuk menghuni neraka Jahanam sebagai bahan bakarnya. Hal ini terjadi di hari ketika kalian menjadi saksi atas umat manusia dan Rasulallah ﷺ menjadi saksi atas kalian. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka dan memperingatkan mereka terhadap azabNya yang tidak dapat ditolak, sebagaimana yang menimpa orang-orang yang serupa dengan mereka di masa lalu dari kalangan orang-orang musyrik dan ingkar kepada hari kebangkitan, yaitu kaum Tubba, (kaum Saba') dimana Allah membinasakan mereka, merusak negeri mereka, serta menjadikan mereka tercerai berai di berbagai negeri di luar negeri mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam surah Saba'.Mereka adalah orang-orang musyrik yang mula-mula ingkar kepada adanya hari kiamat Demikian juga di sini, orang-orang musyrik diserupakan dengan mereka; dan mereka dahulunya adalah orang-orang Arab dari Qahtan, sebagaimana orang-orang musyrik Makkah juga adalah orang-orang Arab dari 'Adnan. Dahulu orang-orang Himyar yaitu kaum Saba' setiap kali mengangkat seorang raja untuk mereka, mereka menjulukinya dengan Tubba', sebagaimana dikatakan Kisra bagi Raja Persia, Kaisar bagi Raja Romawi, Fir’aun bagi Raja Mesir yang kafir, Najasyi bagi Raja Habsyah, dan julukan-julukan lain di banyak bangsa.
Sumber: https://tafsirweb.com/9408-surat-ad-dukhan-ayat-34.html
Informasi
Surat
الدخان (Ad-Dukhan)
Kabut — 59 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
34 dari 59 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 497
Ruku
Ruku 432
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 100 (199/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4448 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-44