اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
تَوَلَّوْا
(mereka) berpaling
مِنْكُمْ
dari/di antara kamu
يَوْمَ
pada hari
الْتَقَى
bertemu
الْجَمْعٰنِۙ
dua kumpulan/pasukan
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
اسْتَزَلَّهُمُ
menggelincirkan mereka
الشَّيْطٰنُ
syaitan
بِبَعْضِ
dengan sebagian/disebabkan
مَا
apa
كَسَبُوْا
mereka perbuat
ۚ
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
عَفَا
telah memberi maaf
اللّٰهُ
Allah
عَنْهُمْ
dari/kepada mereka
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
حَلِيْمٌ
Maha Penyantun
ࣖ
﴿١٥٥﴾
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
448 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang lari di antara kalian (wahai sahabat-sahabat Muhammad sholallohu alaihi wasallam), dari peperangan ketika bertemunya pasukan Mukminin dengan kaum musyrikin pada Perang Uhud, sesungguhnya setan menjerumuskan mereka pada dosa itu dikarenakan sebagian dosa yang mereka perbuat. Dan sesungguhnya Allah telah memaafkan itu dari mereka,sehingga tidak menghukum mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun kepada orang-orang yang berbuat dosa yang mau bertaubat,juga Maha penyantun,tidak menyegerakan pada orang yang berbuat maksiat kepadaNya dengan siksaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1287-surat-ali-imran-ayat-155.html

Tafsir as-Sa'di

155. Allah memberitahukan tentang keadaan orang-orang yang kalah pada peperangan Uhud, dan sebab yang menjadikan mereka melarikan diri dari peperangan dan bahwa hal itu adalah bujukan setan, dan bahwa setan telah menguasai mereka karena beberapa dosa mereka. Merekalah yang telah memasukkan setan pada diri mereka sendiri dan menempatkannya padanya dengan cara melakukan beberapa kemaksiatan, karena kemaksiatan itu adalah kendaraan dan pintu (masuknya setan).Sekiranya mereka itu berpegang teguh dengan melakukan ketaatan kepada Rabb mereka, niscaya setan itu tidaklah memiliki kekuasaan atas mereka. Allah berfirman, "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka.Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”."-Al-Isra:65- Kemudian Allah memberitahukan bahwasanya Dia telah memaafkan mereka setelah melakukan hal-hal yang mengharuskan hukuman, dan bila tidak demikian, sekiranya Allah menghukum mereka, niscaya Allah akan membinasakan mereka. “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun” bagi orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang berbuat kesalahan (dilebur) dengan sesuatu yang dapat memberi mereka taufik kepadaNya berupa taubat, istighfar, dan musibah-musibah yang menggugurkan, “lagi Maha Penyantun.” Allah tidak menyegerakan hukuman orang yang bermaksiat kepadaNya, akan tetapi menangguhkannya dan mengajaknya kembali kepadaNya, dan berserah diri kepadaNya, kemudian bila dia bertaubat dan kembali, niscaya akan diterima lalu membuatnya seperti tidak terjadi dosa darinya dan tidak muncul darinya kekurangan. Akhirnya segala puji hanya milik Allah atas kebaikanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1287-surat-ali-imran-ayat-155.html

Tafsir Al-Wajiz

155 Sesungguhnya orang-orang di antaramu yang berpaling pada perang Uhud, pada hari bertemunya dua pasukan mukmin dan musyrik itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan dalam kesalahan yaitu berpaling dari perang, disebabkan sebagian kesalahan/dosa yang telah mereka perbuat di masa lampau yaitu mebantah perintah Nabi. Sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka karena taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya bagi mereka yang bertaubat lagi Maha Penyantun dengan tidak menyiksa hamba tanpa adanya dosa.

Sumber: https://tafsirweb.com/1287-surat-ali-imran-ayat-155.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 154-155 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menambahkan ketenangan dan ketenangan kepada hamba-hambaNya yang mukmin atas apa yang telah diturunkan kepada mereka, yaitu rasa kantuk yang menimpa mereka sedangkan mereka tetap menjaga senjata mereka saat mereka dalam keadaan cemas dan sedih. Rasa kantuk dalam keadaan tersebut menunjukkan tanda keamanan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Surat Al-Anfal dalam kisah perang Badar: ((Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) (11)) (Surat Al-Anfal). Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: “Rasa kantuk dalam pertempuran adalah dari Allah, sedangkan dalam shalat berasal dari setan.Diriwayatkan dari Abu Talhah, dia berkata: “Aku pernah merasakan rasa kantuk saat hari perang Uhud, hingga pedangku jatuh dari tanganku berkali-kali, dan aku terus mengambilnya lagi. (Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu) yaitu orang-orang yang memiliki keimanan, keyakinan, keteguhan, dan tawakal yang tulus. Mereka yakin bahwa Allah akan menolong RasulNya dan membantunya mencapai tujuannya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri) yaitu mereka tidak merasakan rasa kantuk karena kegelisaan, kecemasan dan ketakutan. (mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah) sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain, (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa (12)) (Surat Al-Fath).Demikian juga mereka yakin bahwa orang-orang musyrik ketika mereka tampak pada saat itu akan menang, dan bahwa Islam dan para pengikutnya telah kalah. Ini adalah perkara yang dialami oleh orang-orang yang mengalami keraguan ketika peristiwa mengerikan ini terjadi, maka sangkaan buruk ini akan terjadi. Kemudian Allah menjelaskan tentang mereka bahwa (Mereka berkata) dalam keadaan itu (Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?) lalu Allah berfirman (Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu) Kemudian, Allah menjelaskan apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka dengan firmanNya, (mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini") Mereka menyembunyikan ucapan ini dari Rasulullah ﷺ.Az-Zubair berkata, "Aku pernah melihat diriku bersama Rasulullah ﷺ ketika ketakutan sangat menghantui kami. Allah mengirimkan tidur kepada kami, sehingga tidak ada satu pun dari kami kecuali rasa kantuk menyelimutinya. Demi Allah, aku mendengar kata-kata Mu'attib bin Qusyair, yang seperti mimpi, dia berkata, “Kalau saja kita memiliki peran dalam perkara ini, kita tidak akan mati di sini.” Aku masih mengingatnya dengan jelas.Dalam hal ini, Allah menurunkan ayat, (mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini") seperti yang diucapkan oleh Mu'attib. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh") Ini adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah, keputusan yang pasti terjadi sehingga yang tidak bisa menghindar dan mengelak dariNya. Firman Allah, (Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu) yaitu Dia menguji kalian dengan apa yang terjadi pada kalian, untuk memisahkan yang buruk dari yang baik dan menampakkan perbedaan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik dalam perkataan dan perbuatan mereka. (Allah Maha Mengetahui isi hati) yaitu, apa yang bergejolak dalam dada berupa rahasia.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat) saitu sebagian dosa mereka yang terdahulu, sebagaimana yang dikatakan oleh beberapa ulama’ salaf, "Sebagian balasan perbuatan baik adalah kebaikan setelahnya, dan sebagian balasan perbuatan buruk adalah keburukan setelahnya" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, (dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka) yaitu apa yang telah mereka lakukan berupa melarikan diri. (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun) yaitu Dia mengampuni dosa, bermurah hati kepada makhlukNya, dan membiarkan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1287-surat-ali-imran-ayat-155.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

155 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 70

Ruku

Ruku 57

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 14 (28/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-448 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3