اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
tidak
تَكُوْنُوْا
kalian menjadi
كَالَّذِيْنَ
seperti orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
لِاِخْوَانِهِمْ
kepada saudara-saudara mereka
اِذَا
tatkala
ضَرَبُوْا
mereka mengadakan perjalanan
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
اَوْ
atau
كَانُوْا
mereka adalah
غُزًّى
(dalam) peperangan
لَّوْ
sekiranya
كَانُوْا
mereka adalah
عِنْدَنَا
di sisi/bersama-sama kita
مَا
tidak
مَاتُوْا
mereka mati
وَمَا
dan tidak
قُتِلُوْاۚ
mereka terbunuh
لِيَجْعَلَ
karena akan menjadikan
اللّٰهُ
Allah
ذٰلِكَ
demikian itu
حَسْرَةً
kerugian/penyesalan
فِيْ
di
قُلُوْبِهِمْ
hati mereka
ۗ
وَاللّٰهُ
dan Allah
يُحْيٖ
Dia menghidupkan
وَيُمِيْتُ
dan Dia mematikan
ۗ
وَاللّٰهُ
dan Allah
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
بَصِيْرٌ
Maha Melihat
﴿١٥٦﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
449 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RosulNya dan melaksanakan ajaran syariatNya,janganlah kalian menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada tuhan mereka. Mereka berkata kepada saudara-saudara mereka dari kalangan orang-orang kafir,bila mereka ikut keluar mencari penghidupan di muka bumi Allah,atau mereka bersama prajurit-prajurit yang terjun dalam peperangan lalu mereka tewas atau terbunuh,”Seandainya mereka tidak keluar dan tidak maju berperang,serta tinggal bersama kita,pastilah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” Pernyataan ini menambah kesakiyan, kesedihan dan penyesalan yang tertancap mendalam pada hati-hati mereka. Adapun orang-orang mukmin,maka sesungguhnya mereka mengetahui bahwa itu terjadi sesuai ketetapan takdir Allah.Lalu Allah memberikan hidayah kepada hati-hati mereka,dan meringankan dari mereka beban musibah. Dan Allah menghidupkan siapa saja yang ditakdirkanNya tetap hidup, (meskipun dia tengah berada dalam perjalanan jauh atau berperang),dan mematikan orang yang telah berakhir ajalnya,meskipun ia berada di kampong halaman sendiri. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian perbuat,lalu Dia memberikan balasan kepada kalian menurut amal perbuatan tersebut.
Sumber: https://tafsirweb.com/1288-surat-ali-imran-ayat-156.html
Tafsir as-Sa'di
156. Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Rabb mereka, tidak pula kepada Qadha’ dan QadarNya, dari kalangan munafik dan selainnya. Allah melarang mereka dari menyerupai orang-orang tersebut dalam segala hal, dan khususnya pada perkara ini, di mana mereka berkata kepada saudara-saudara mereka seagama atau sedarah, “apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi,” maksudnya, bepergian untuk berdagang, “atau mereka berperang,” maksudnya, melakukan perjalanan perang, kemudian di antara mereka ada yang terbunuh atau mati, maka mereka menentang Qadar dan berkata, “ kalau mereka tetap bersama-sama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.” Ini merpakan dusta dari mereka, karena Allah telah berfirman, "Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”."-Ali Imran : 154- Akan tetapi pendustaan ini tidaklah berguna bagi mereka, hanya saja Allah menjadikan perkataan dan keyakinan tersebut sebagai suatu ungkapan penyesalan dalam hati mereka, yang akhirnya justru menambah musibah mereka.Sedangkan kaum Mukminin, mereka mengetahui bahwa itu semua adalah ketentuan Allah, sehingga mereka meyakininya dan menerimanya lalu Allah memberikan petunjuk bagi hati mereka, meneguhkannya, dan meringankan bagi mereka musibah tersebut. Allah berfirman menjawab mereka, “Allah menghidupkan dan mematikan,” maksudnya, Dia-lah yang Esa dalam hal tersebut sehingga suatu tindakan kewaspadaan tidak akan berguna di hadapan takdir. “Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan,” maka Allah akan membalas kalian atas perbuatan dan pendustaan kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/1288-surat-ali-imran-ayat-156.html
Tafsir Al-Wajiz
156 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang munafik seperti Abdullah bin Ubay yang kafir kepada Allah, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka dalam kekufuran. Apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi untuk berdagang atau untuk berperang kemudian mereka mati dalam perjalanan atau terbunuh dalam peperangan: “Kalau mereka tetap berada dalam rumah mereka dan tidak keluar tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh” sebab tidak adanya iman mereka atas ketentuan takdir. Agar Allah menjadikan perkataan itu sebagai akibat dari penyesalan dalam hati mereka.Allah Maha menghidupkan dan mematikan pada perjalanan maupun pada peperangan atau pada lainnya. Maka janganlah kalian meratapi atas golongan kalian yang meminta persaksian, bersabarlah sesungguhnya kematian ada di tangan Allah dan kekuasaan-Nya. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan dan akan memberi balasan atasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1288-surat-ali-imran-ayat-156.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 156-158 Allah سبحانه وتعالى melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk menyerupai orang-orang kafir dalam keyakinan mereka yang rusak, yang mengatakan tentang saudara-saudara mereka yang meninggal dalam perjalanan atau perang, yaitu jika mereka meninggalkan hal itu, mereka tidak akan mengalami apa yang menimpa mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka) tentang saudara mereka (apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi) yaitu ketika mereka melakukan perjalanan dagang (atau mereka berperang) yaitu mereka berada dalam peperangan (Kalau mereka tetap bersama-sama kita) yaitu dalam suatu negeri (tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh) yaitu mereka tidak mati dalam perjalanan, dan tidak terbunuh dalam peperangan. Firman Allah (Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka) yaitu Allah menciptakan keyakinan ini dalam diri mereka agar bertambah perasaan menyesal atas kematian dan kematian saudara-saudara mereka.Kemudian Allah berfirman untuk memberi balasan kepada mereka: (Allah menghidupkan dan mematikan) yaitu, ditanganNyalah takdir seorang makhluk dan hanya kepadaNyalah perkara itu dikembalikan.Seseorang tidak akan hidup dan tidak akan mati kecuali dengan kehendak dan kuasaNya. Tidak ada yang dapat menambahkan dan mengurangi umur seseorang sedikitpun kecuali dengan ketetapan dan takdirNya. (Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan) yaitu pengetahuan dan pengelihatanNya meliputi seluruh makhlukNya, sehingga tidak ada satupun yang tersembunyi dariNya. Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan (157)) Ini mengandung makna bahwa kematian di jalan Allah adalah sarana untuk mencapai rahmat, pengampunan, dan keridhaanNya, dan itu lebih baik daripada masih hidup di dunia dan mengumpulkan harta dunia yang fana.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa nasib setiap orang yang mati atau dibunuh, maka tempat kembalinya adalah kepada Allah, lalu Dia akan membalasnya sesuai amal perbuatannya. Jika perbuatan baik, maka akan memberi balasan yang baik; dan jika perbuatan buruk, maka akan memberi balasan yang buruk. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan (158))
Sumber: https://tafsirweb.com/1288-surat-ali-imran-ayat-156.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
156 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 70
Ruku
Ruku 58
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 14 (28/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-449 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3