الجاثية (Al-Jasiyah)
Per AyatMushaf
وَخَلَقَ
dan menciptakan
اللّٰهُ
Allah
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضَ
dan bumi
بِالْحَقِّ
dengan benar
وَلِتُجْزٰى
dan untuk diberi balasan
كُلُّ
tiap-tiap
نَفْسٍۢ
jiwa
بِمَا
dengan apa
كَسَبَتْ
ia usahakan
وَهُمْ
dan mereka
لَا
tidak
يُظْلَمُوْنَ
mereka dianiaya/dirugikan
﴿٢٢﴾
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
4495 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, keadilan dan hikmah, dan agar Dia membalas setiap jiwa di akhirat sesuai dengan apa yang diusahakannya, baik atau buruk, dan mereka tidak dizhalimi, sebagai balasan atas amal perbuatan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9514-surat-al-jatsiyah-ayat-22.html
Tafsir as-Sa'di
22. maknanya, Allah menciptakan langit dan bumi berdasarkan hikmah dan agar hanya Allah semata yang disembah, yang tidak ada bagiNya. Kemudian setelah itu Allah memberikan balasan bagi orang yang diperintahkan untuk beribadah kepadaNYa dan dikaruniai berbagai nikmat yang nampak dan tidak; apakah mereka mau bersyukur kepada Allah dan melaksanakan yang diperintahkan ataukah mereka justru kufur sehingga layak mendapatkan balasan orang-orang kafir?
Sumber: https://tafsirweb.com/9514-surat-al-jatsiyah-ayat-22.html
Tafsir Al-Wajiz
22. Allah meciptakan langit dan bumi dengan haq. Ciptaan yang haq itu memerlukan keadilan dan adanya perbedaan antara orang yang berbuat kebaikan dan orang yang berbuat keburukan.Maknanya bahwa sesungguhnya Allah menakdirkan hal tersebut untuk menyempurnakan keadilan, agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang dikerjakannya berupa ketaatan dan kemaksiatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9514-surat-al-jatsiyah-ayat-22.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 21-23 Allah سبحانه وتعالى berfirman, bahwa tidak sama antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir itu. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka) yaitu orang-orang yang berbuat dan mengusahakan kejahatan (bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka?) yaitu Kami samakan di antara sesama mereka di dunia dan akhirat? (Amat buruklah apa yang mereka sangka itu) yaitu, betapa buruknya sangkaan mereka terhadap Kami, padahal mustahil Kami menyamakan antara orang-orang yang berbuat baik dengan orang-orang yang durhaka di akhirat dan di dunia ini. (Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar) yaitu dengan adil (dan agar dibatasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) yaitu sesungguhnya dia hanya diperintahkan hawa nafsunya.Maka apa saja yang dipandang baik hawa nafsunya, maka dia mengerjakannya, dan apa saja yang dipandang buruk hawa nafsunya, maka dia meninggalkannya. Ini dapat dijadikan sebagai dalil untuk membantah golongan Mu'tazilah yang menjadikan nilai buruk dan baik berdasarkan akal mereka. Diriwayatkan dari Malik tentang dengan tafsir ayat ini, bahwa orang itu sekali-kali tidak menyukai sesuatu melainkan dia mengabdi kepadanya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya) Makna ayat ini mengandung dua penafsiran. Pertama adalah Allah menyesatkan orang itu karena Allah mengetahui bahwa dia berhak untuk itu. Kedua adalah Allah menyesatkannya setelah sampai kepadanya pengetahuan dan hujjah.Pendapat yang kedua mengharuskan adanya pendapat yang pertama, tetapi tidak sebaliknya. (dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan pada penglihatannya?) maka dia tidak dapat mendengar apa yang bermanfaat baginya dan tidak memahami apapun yang bisa memberikan petunjuk, dan tidak dapat melihat bukti yang jelas yang bisa dijadikan sebagai penerang. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?) sebagaimana firmanNya: (Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan (186)) (Surah Al-A'raf)
Sumber: https://tafsirweb.com/9514-surat-al-jatsiyah-ayat-22.html
Informasi
Surat
الجاثية (Al-Jasiyah)
Berlutut — 37 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
22 dari 37 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 500
Ruku
Ruku 436
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 100 (200/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4495 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-45