الجاثية (Al-Jasiyah)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
قِيْلَ
dikatakan
اِنَّ
sesungguhnya
وَعْدَ
janji
اللّٰهِ
Allah
حَقٌّ
benar
وَّالسَّاعَةُ
dan kiamat
لَا
tidak ada
رَيْبَ
keraguan
فِيْهَا
didalamnya
قُلْتُمْ
kamu mengatakan
مَّا
tidak
نَدْرِيْ
kami tahu
مَا
tidak
السَّاعَةُۙ
kiamat itu
اِنْ
sesungguhnya
نَّظُنُّ
kami mengira
اِلَّا
kecuali
ظَنًّا
dugaan
وَّمَا
dan tidaklah
نَحْنُ
kami
بِمُسْتَيْقِنِيْنَ
orang-orang yang meyakini
﴿٣٢﴾
Dan apabila dikatakan (kepadamu), “Sungguh, janji Allah itu benar, dan hari Kiamat itu tidak diragukan adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin.”
4505 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Bila dikatakan kepada kalian, “Sesungguhnya janji Allah untuk membangkitkan manusia dari kubur mereka adalah haq dan bahwa Kiamat tidak ada keraguan padanya,” maka kalian menjawab, “Kami tidak tahu apa itu kiamat? Kami tidak yakin ia terjadi kecuali dugaan lemah saja. Kami tidak yakin bahwa Kiamat akan datang.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9524-surat-al-jatsiyah-ayat-32.html
Tafsir as-Sa'di
32. mereka juga dicela melalui Firman Allah “dan apabila dikatakan (kepadamu),’sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya,’niscaya kamu menjawab.’” Seraya memungkiri hal itu, “kami tidak tahu apakah hari kiamat itu kami sekali kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya).” Inilah kondisi mereka di dalam dunia serta pengingkaan mereka terhadap hari kebangkitan seta mereka pun membantah perkataan rasul yang menjelaskan hari kiamat tersebut.
Sumber: https://tafsirweb.com/9524-surat-al-jatsiyah-ayat-32.html
Tafsir Al-Wajiz
32. Ketika dikatakan untuk orang-orang kafir: “Sesungguhnya janji Allah tentang hari kebangkitan dan hari perhitungan itu pasti terjadi dan bukan mustahil. Kiamat itu tidak diragukan kejadiannya” Kalian akan berkata: “Apakah kami mengetahui setiap hal tentang kiamat?Apa yang kami asumsikan tentang terjadinya kiamat itu tidak lain kecuali hanya asumsi. Maknanya kami hanya berimajinasi dan kami tidak meyakini atau membenarkan bahwa kiamat itu pasti terjadi”
Sumber: https://tafsirweb.com/9524-surat-al-jatsiyah-ayat-32.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 30-37 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang hukumNya terhadap makhlukNya pada hari kiamat. Maka Dia سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh) yaitu beriman hatinya dan semua anggota tubuhnya mengerjakan amal shalih, yaitu amal yang ikhlas dan sesuai dengan syariat (maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya) yaitu, ke dalam surga. sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada surga,”Kamu adalah rahmatKu, Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki melalui dirimu" (Itulah keberuntungan yang nyata) yaitu yang jelas dan terang. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan), "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu, lalu kamu menyombongkan diri?) yaitu hal itu dikatakan kepada mereka sebagai kecaman dan cemoohan.Adapun dapat disebutkan bahwa bukankah telah dibacakan kepada kalian ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى tetapi kalian bersikap sombong dan tidak mau mengikutinya, kalian tidak mau mendengarkannya, dan kalian adalah orang-orang yang berdosa dalam semua perbuatan kalian di samping itu hati kalian dipenuhi dengan kedustaan? (Dan apabila dikatakan (kepadamu), "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari kebangkitan itu tidak ada keraguan padanya”) yaitu apabila orang-orang mukmin mengatakan hal itu kepada kalian (niscaya kalian menjawab, "Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu”) yaitu, kami tidak mengetahuinya (kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja) yaitu kami tidak mengira kejadiannya selain hanya menduga-duga saja. yaitu, diduga saja. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan kami sekali-kali tidak meyakini (nya)) yaitu memastikannya.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan) yaitu tampak jelas bagi mereka hukuman dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat (dan mereka diliputi) yaitu, dikelilingi (oleh (azab) yang mereka selalu mengolok-oloknya) yaitu azab dan pembalasan (Dan dikatakan (kepada mereka),"Pada hari ini Kami melupakan kamu”) yaitu kami akan memperlakukan kalian sebagaimana perlakuan orang yang melupakan kalian di neraka Jahanam (sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini) yaitu kalian tidak mau beramal kepadanya, karena kalian tidak mempercayai keberadaannya (dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada sebagian hamba-hambaNya pada hari kiamat,”"Bukankah Aku telah mengawinkanmu? bukankah Aku memuliakanmu? Bukankah Aku menundukkan kuda dan unta untukmu, dan Aku biarkan kamu memimpin dan bertempat tinggal?” Maka hamba itu berkata,"Memang benar, ya Tuhanku” Allah berfirman,"Apakah kamu meyakini bahwa kamu akan bertemu denganKu?” hamba menjawab, "Tidak” Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Maka pada hari ini Aku melupakanmu sebagaimana kamu melupakan Aku” Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan) yaitu sesungguhnya Kami memberikan balasan ini kepada kalian hanya karena kalian telah menjadikan hujjah-hujjah Allah terhadap kalian sebagai bahan olok-olokan.Kalian merendahkan dan memperolok-oloknya (dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia) yaitu hal itu menipu kalian, dan kalian merasa tenang dan bahagia dengannya. Jadi kalian menjadi orang-orang yang merugi. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka) yaitu dari neraka (dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat) yaitu mereka tidak diberi kesempatan untuk bertaubat, melainkan langsung diazab tanpa dihisab dan ditanyai, sebagaimana sebagian dari orang-orang mukmin dimasukkan ke dalam surga tanpa azab dan dihisab.Kemudian setelah menyebutkan hukumNya terhadap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi) yaitu yang memiliki keduanya dan semua yang ada pada keduanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Tuhan alam semesta) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi) Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah kekuasaan, yaitu Dialah Dzat yang Maha Agung, Maha Besar yang segala sesuatu tunduk dan butuh kepadaNya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dialah Yang Maha Perkasa) yaitu Dzat yagg tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan dan mencegahNya (lagi Maha Bijaksana) yaitu dalam firman, perbuatan, syariat, dan takdirNya. Mahasuci Allah; tidak ada Tuhan selain Dia
Sumber: https://tafsirweb.com/9524-surat-al-jatsiyah-ayat-32.html
Informasi
Surat
الجاثية (Al-Jasiyah)
Berlutut — 37 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
32 dari 37 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 501
Ruku
Ruku 437
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 100 (200/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4505 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-45