الاحقاف (Al-Ahqaf)
Per AyatMushaf
مَا
tidak
خَلَقْنَا
Kami menciptakan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضَ
dan bumi
وَمَا
dan apa yang ada
بَيْنَهُمَآ
diantara keduanya
اِلَّا
kecuali
بِالْحَقِّ
dengan benar
وَاَجَلٍ
dan waktu
مُّسَمًّىۗ
ditentukan
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
عَمَّآ
dari apa
اُنْذِرُوْا
mereka diperingatkan
مُعْرِضُوْنَ
oran-orang yang berpaling
﴿٣﴾
Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun orang-orang yang kafir, berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.
4513 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang diantara keduanya kecuali dengan kebenaran, tidak main-main dan sia-sia, sebaliknya agar para hamba mengetahui keagungan Pencipta keduanya lalu mereka menyembahNya semata, agar mereka mengetahui bahwa Dia Mahakuasa untuk membangkitkan para hamba sesudah kematian mereka, agar mereka menegakkan keadilan dan kebenaran diantara mereka dan hingga masa yang ditetapkan olehNya. Dan orang-orang yang mengingkari bahwa Allah adalah Tuhan yang haq, mereka itu berpaling dari peringatan yang disampaikan oleh al-Quran, mereka tidak merenungkan dan tidak mengambil pelajaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/9569-surat-al-ahqaf-ayat-3.html
Tafsir as-Sa'di
3. Ketika Allah menjelaskan penurunan KitabNya yang mencakup perintah dan larangan, Allah menyebutkan penciptaan langit dan bumi, sehingga ayat ini merangkum antara penciptaan dan perintah. “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah” QS. Al-A’rof :54 “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. QS. At-Talaq : 12 “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.” QS. An-Nahl : 2-3 Allah-lah yang menciptakan manusia yang dibebani menjalankan syariat, Dia juga yang menciptakan tempat tinggal mereka dan menundukkan yang ada di langit dan di bumi untuk kepentingan manusia.Selanjutnya Allah mengirimkan para rasul untuk mereka, kitab pun diturunkan untuk mereka, mereka diberi perintah dan larangan. Mereka juga diberitahu bahwa dunia ini adalah tempat bekerja dan sebagai tempat berlalunya para pekerja. Balasan semua amal perbuatan yang mereka perbuat di dalam kehidupan dunia ini akan mereka temukan di akhirat secara sempurna.Allah juga memberikan bukti dan dalil atas kehidupan akhirat dan memberikan sebagian balasan dan siksaan di dunia ini sebagai contoh kecil dari kehidupan akhirat agar mendorong mereka untuk lebih mencari yang disukai dan meninggalkan yang ditakuti. Karena itulah, dalam ayat ini Allah berfirman, “Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi kecuali dengan haq,” artinya tidak sia-sia, tapi agar manusia mengetahui keagungan Pencipta langit dan bumi dan sebagai bukti atas kesempurnaanNya.Agar manusia mengetahui bahwa Rabb yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keagungan kedua makhluk ini Mahakuasa untuk mengembalikan manusia setelah meninggal dunia untuk menerima balasan amal perbuatan. Penciptaan dan keberadaan langit dan bumi telah ditentukan dalam waktu yang dibatasi. Ketika Allah Yang paling benar UcapanNya memberiatahukan hal itu serta menyebutkan dalil dan menerangi jalan, Allah juga memberitahukan, bahwa meski demikian tetap saja ada segolongan manusia yang berpaling dari kebenaran dan menentang dakwah para rasul seraya berfirman, “Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” Sedangkan orang-orang yang beriman tatkala mengetahui hakikat hal itu, mereka pun menerima wasiat-wasiat Rabb mereka secara tunduk dan memahaagungkan, sehingga mereka pun mendapatkan segala kebaikan dan terhindar dari segala keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9569-surat-al-ahqaf-ayat-3.html
Tafsir Al-Wajiz
3. Kami tidak menjadikan makhluk di langit, bumi dan semua yang ada di antaranya kecuali dengan wujud yang penuh dengan kebenaran dan keadilan/keseimbangan. Juga diciptakan dengan berbagai hikmah yang sesuai dengan keadaan masing-masing makhluk.Itu semua untuk menunjukkan kekuasaan dan kemahaesaan Allah. Tidak ada kebatilan dalam penciptaannya dan bukan main-main belaka. Dengan penentuan ajal tertentu maka akan berakhir segala sesuatu, yaitu pada hari kiamat.Orang-orang kafir yang tidak mengindahkan peringatan atau ancaman tentang datangnya hari kebangkitan, perhitungan, dan pembalasan tidak ada satu pun dari mereka yang mempunyai bekal untuk menghadapi hari itu
Sumber: https://tafsirweb.com/9569-surat-al-ahqaf-ayat-3.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-6 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an kepada hamba dan rasulNya, Muhammad ﷺ, semoga shalawat dan salam terus tercurahkan kepada beliau selamanya sampai hari kiamat, dan Dia menggambarkan bahwa DzatNya adalah Tuhan yang memiliki keperkasaan yang tidak bisa dikalahkan dan memiliki kebijaksanaan dalam semua firman dan perbuatanNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar) yaitu bukan main-main dan bathil (dan dalam waktu yang ditentukan) yaitu sampai dengan masa tertentu yang ditetapkan, tidak ada tambahan dan pengurangan. Firman Allah: (Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka) yaitu melalaikan hal yang sangat penting buat mereka.Allah menurunkan KitabNya kepada mereka dan mengutus seorang rasul kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari semua itu. yaitu, mereka akan mengetahui akibat hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah) yaitu orang-orang musyrik yang menyembah Allah dengan yang lainNya (Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkanlah kepadaku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini) yaitu, tunjukkanlah kepadaku tempat di bumi ini yang mereka ciptakan secara sendiri (atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit?) yaitu tidak ada keikutsertaan bagi mereka, baik di langit maupun di bumi sedikit pun. Sesungguhnya kerajaan dan pengaturan semua itu hanya berada di tangan Allah سبحانه وتعالى, lalu mengapa kalian menyembah Dia bersama yang selain Dia yang kalian persekutukan denganNya?Siapakah yang memberi petunjuk kalian kepada hal itu? Dan siapakah yang menyeru kalian melakukannya? Apakah dia memerintahkan kepada kalian untuk melakukannya?Ataukah hal itu adalah sesuatu yang kalian buat-buat dari diri kalian sendiri? Oleh karena itu Allah berfirman: (Bawalah kepadaku Kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini) yaitu, datangkanlah sebuah kitab dari kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi, yang memerintahkan kalian untuk menyembah berhala-berhala ini (atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu)) yaitu bukti yang terang yang menunjukkan jalan yang kalian tempuh (Jika kamu orang-orang yang benar) yaitu tidak ada bukti bagi kalian baik yang bersifat naqli maupun 'aqli yang menunjukkan hal itu, karena itu ulama lain membacanya "Aw atsaratin min ‘ilmin" yaitu ilmu yang benar yang kalian dapatkan dari seseorang sebelum kalian.Sebagaimana Mujahid berkata tentang firmanNya: (atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu)) atau seseorang yang menemukan suatu pengetahuan. Abu Bakar bin ‘Iyasy berkata, atau sisa peninggalan dari pengetahuan. Hasan Al-Bahsri berkata atau sesuatu yang dikeluarkan, lalu dijadikan sebagai pegangan.Qatadah berkata yaitu atau peninggalan dari pengetahuan, yaitu ilmu yang khusus; Setiap pendapat yang disebutkan itu berdekatan, dan merujuk kepada apa yang kami katakan, yaitu pendapat yang dipilih Ibnu Jarir Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (5)) yaitu, tidak ada yang lebih tersesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yaitu berhala-berhala dan meminta kepadanya apa yang tidak dapat dia penuhi sampai hari kiamat, sedangkan berhala-berhala itu lalai dari apa yang dikatakan, tidak dapat mendengar, melihat, dan membalas karena berhala-berhala itu adalah benda mati yaitu terbuat dari batu. Firman Allah: (Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka (6)) sebagaimana firmanNya: (Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka (81) sekali-kali tidak Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka (82)) (Surah Maryam) yaitu akan mengkhianati mereka ketika mereka sangat membutuhkan berhala-berhala itu.Nabi Ibrahim berkata (Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknat sebagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada para penolong bagimu) (Surah Al-'Ankabut: 25)
Sumber: https://tafsirweb.com/9569-surat-al-ahqaf-ayat-3.html
Informasi
Surat
الاحقاف (Al-Ahqaf)
Bukit Pasir — 35 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
3 dari 35 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 502
Ruku
Ruku 438
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 101 (201/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4513 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-46