الاحقاف (Al-Ahqaf)

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
تُتْلٰى
dibacakan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
اٰيٰتُنَا
ayat-ayat Kami
بَيِّنٰتٍ
menjelaskan
قَالَ
berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
لِلْحَقِّ
pada kebenaran
لَمَّا
ketika
جَاۤءَهُمْۙ
ia datang kepada mereka
هٰذَا
ini
سِحْرٌ
sihir
مُّبِيْنٌۗ
nyata
﴿٧﴾
Dan apabila mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas, orang-orang yang kafir berkata ketika kebenaran itu datang kepada mereka, “Ini adalah sihir yang nyata.”
4517 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apabila ayat-ayat Kami yang jelas dibacakan kepada orang-orang musyrik itu, maka orang-orang kafir berkata saat al-Qur’an datang kepada mereka, “Ini adalah sihir yang nyata.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9573-surat-al-ahqaf-ayat-7.html

Tafsir as-Sa'di

7. Maknanya, “Dan apabila dibacakan,” kepada orang-orang yang mendustakan ,”ayat-ayat Kami yang menjelaskan,” sehingga tidak mungkin diragukan dan tidak ada keraguan bahwa ia akan terjadi , hanya saja tidak ada satu pun kabar yang membuat mereka percaya namun hujjah telah tegak atas mereka, lalu mereka berkata berdasarkan kedustaan serta bualan bohong mereka, “kepada kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka, ‘Ini adalah sihir yang nyata’.” Yakni, nyata dan tidak diragukan. Dan inilah pemutarbalikan fakta yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang lemah akal, sebab seandainya mereka bisa memahami dan mencerna kebenaran tersebut, tentu kebenaran yang dibawa Rosululoh itu pasti jelas, dan sihir pun jelas, laksana perbedaan langit dan bumi.Bagaimanakah kebenaran yang membungbung tinggi jauh di atas bintang dan yang cahayanya lebih kuat dari cahaya matahari, yang berbagai dalil penciptaan langit, bumi dan penciptaan manusia menunjukan hal itu dan orang-orang berakal pun tunduk pada kebenaran itu, disamakan dengan kebatilan yang merupakan sihir yang berasal dari orang sesat, zhalim, buruk jiwa dan perbuatannya? Kebatilan itulah yanga sesuai dan cocok dengan kondisinya. Analogi tersebut tidak lain hanyalah bersumber dari kepalsuan.

Sumber: https://tafsirweb.com/9573-surat-al-ahqaf-ayat-7.html

Tafsir Al-Wajiz

7. Apabila ayat Alquran dibacakan kepada orang-orang musyrik secara jelas dan terang, para kafir Makkah yang mendustakan Allah dan rasul-Nya dari kebenaran berkata bahwa Alquran ini bukan diturunkan dari sisi Allah. Mereka berkata seperti itu tanpa membaca dan merenunginya sebelumnya: “Ini hanyalah sihir yang nyata.” Huruf lam pada lafadz lil haqq adalah bermakna ‘an

Sumber: https://tafsirweb.com/9573-surat-al-ahqaf-ayat-7.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-9 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik dalam kekafiran dan keingkaran mereka, bahwa apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas yaitu yang jelas, terang, dan gamblang, mereka berkata: (Ini adalah sihir yang nyata) yaitu sihir yang jelas, padahal mereka dusta, mengada-ada, tersesat, dan kafir (Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur'an)”) yang mereka maksud adalah nabi Muhammad ﷺ. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu) yaitu seandainya aku berdusta terhadapNya dan mengaku bahwa Dia telah mengutusku, padahal tidak demikian, maka Dia menghukumku dengan hukuman yang paling keras. Dan tidak ada seorang penduduk bumi pun, tidak pula kalian atau selain kalian yang dapat melindungiku dari azabNya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya” (22) Akan tetapi, (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya) (Surah Al-Jin: 22-23) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami (44) niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45) Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46) Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu (47)) (Surah Al-Haqqah) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu.Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur’an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dan kamu)) Ini merupakan ancaman, peringatan tegas Firman Allah (Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu anjuran bagi mereka untuk bertaubat dan kembali, yaitu sekalipun dengan demikian itu, jika kalian kembali dan bertaubat kepadaNya maka Dia menerima taubat, memaafkan, mengampuni dan merahmati kalian. Ini sebagaimana firmanNya dalam surah Al-Furqan: (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu diminta supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) Katakanlah "Al-Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) Yang Mengetahui rahasia di langit dan di bumi.Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (6)) Firman Allah: (Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”) yaitu aku ini bukanlah rasul yang pertama yang diutus di bumi ini bahkan telah datang para rasul sebelumku, dan bukanlah perkara yang aku sampaikan ini merupakan perkara yang belum ada pembandingnya sehingga kalian mengingkari dan menganggap mustahil pengutusanku kepada kalian, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengutus para rasul sebelumku kepada umat-umat terdahulu. Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya­: (Katakanlah,"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”) yaitu, aku ini bukanlah rasul yang pertama, baik Ibnu Jarir maupun Ibnu Abu Hatim tidak meriwayatkannya selain pendapat ini. Firman Allah: (dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, bahwa ayat ini diturunkan sebelum firmanNya: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) (Surah Al-Fath: 2) Demikian juga dikatakan Qatadah bahwa ayat ini dinasakh oleh firmanNya سبحانه وتعالى: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) Mereka mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, seseorang dari kalangan orang-orang muslim berkata,"Wahai Rasulullah, ini merupakan penjelasan dari Allah سبحانه وتعالى tentang apa yang akan Dia lakukan terhadapmu, lalu apakah yang akan Dia lakukan terhadap kami?" Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) (Surah Al-Fath: 5) Demikianlah pendapat yang dia katakan, tetapi yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa orang-orang mukmin berkata, "Selamat untukmu, wahai Rasulullah, lalu apakah yang untuk kami?" Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat ini.Firman Allah: (Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku) yaitu sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diturunkan Allah kepadaku, berupa wahyu (dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan) yaitu jelasnya peringatan, dan perintahku tampak jelas bagi orang yang memiliki akal sehat

Sumber: https://tafsirweb.com/9573-surat-al-ahqaf-ayat-7.html

Informasi

Surat

الاحقاف (Al-Ahqaf)

Bukit Pasir — 35 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

7 dari 35 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 503

Ruku

Ruku 438

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 101 (201/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4517 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-46