الاحقاف (Al-Ahqaf)
Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
لِلَّذِيْنَ
kepada orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَوْ
jika ia
كَانَ
adalah
خَيْرًا
baik
مَّا
tidak
سَبَقُوْنَآ
mereka mendahului kami
اِلَيْهِۗ
kepadanya
وَاِذْ
dan karena
لَمْ
tidak
يَهْتَدُوْا
mereka mendapat petunjuk
بِهٖ
dengannya
فَسَيَقُوْلُوْنَ
maka mereka akan mengatakan
هٰذَآ
ini
اِفْكٌ
kedustaan
قَدِيْمٌ
lama
﴿١١﴾
Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.”
4521 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad berkata kepada orang-orang yang beriman kepadanya, “Bila pembenaran kalian kepada apa yang Muhammad bawa merupakan kebaikan, niscaya kalian tidak mendahului kami dalam hal ini.” Karena mereka tidak mengambil petunjuk dari al-Quran dan manfaaat darinya, maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang diwariskan dari orang-orang terdahulu.’
Sumber: https://tafsirweb.com/9577-surat-al-ahqaf-ayat-11.html
Tafsir as-Sa'di
11-12. Artinya, mereka mengingkari dan menentang kebenaran serta menolak seruan Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam dengan berkata, “Kalau sekitarnya ia (al-Qur’an) adalah suatu yang baik, tentu tidak mendahului kami ( beriman ) kepadanya.” Artinya, tentu tidak di dahului orang-orang beriman dan tentu kami adalah orang-orang yang pertama mendahuluinya. Pertanyaan mereka ini merupakan kepalsuan.Bukti apa yang bisa menunjukan bahwa tanda-tanda kebenaran itu pasti di dahului oleh mereka yang mendustakan, bukan orang-orang yang percaya terlebih dahulu? Apakah jiwa mereka paling bersih, akalnya paling sempurna atau apakah petunjuk ada di tangan mereka? Hanya saja perkataan yang muncul dari mulut mereka ini adalah ucapan duka cita untuk diri mereka sendiri seperti orang yang tidak mampu berbuat sesuatu kemudian mencelanya.Karena itulah Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata, ‘Ini adalah dusta yang lama’.” Artinya, penyebab yang membuat mereka melakukan hal itu adalah mereka tidak mendapat petunjuk al-Qur’an ini, merekapun tidak mendapat karunia terbesar dan keinginan paling agung. Mereka tidak menerima al-Qur’an karena mereka berdusta, padahal al-Qur’an adalah kebenaran yang tidak ada keraguan dan tidak bisa ditambah. Al-Qur’an sesuai dengan kitab samawi sebelumnya dari segi kesempurnaan dan keutamaan yaitu kitab Taurat yang di turunkan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada “Musa, sebagai petunjuk dan rahmat.” Artinya, di teladani oleh Bani Israil dan dijadikan petunjuk dan mereka pun mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. “Dan ini,” yakni al-Qur’an, “adalah kitab yang membenarkannya,” yakni, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan bersaksi atas kebenarannya karena sesuai dengan kitab-kitab sebelumnya.Allah menjadikannya “dalam Bahasa Arab,” agar mudah dibaca dan diingat, “untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zhalim” terhadap diri mereka dengan kekufuran, kefasikan, dan pembangkangan bahwa jika mereka terus menerus dalam kedzakiman, maka mereka akan mendapatkan siksaan. Dan juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat baik dengan menyembah sang Khaliq dan yang berguna bagi orang lain dengan pahala yang besar di dunia dan di akhirat dan diberi peringatan akan amalan-amalan yang diperingatan dan amalan-amalan yang digembirakan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9577-surat-al-ahqaf-ayat-11.html
Tafsir Al-Wajiz
11. Orang-orang yang ingkar terhadap Allah dan rasul-Nya berkata tentang orang-orang yang beriman – lam bermakna ‘an – artinya membicarakan orang-orang yang beriman. Orang kafir itu adalah Abdullah bin Salam dan para komplotannya: “Kalaupun Alquran ini lebih baik dari apa yang kami dapatkan dari para pendahulu kami, maka mereka tidak pantas beriman mendahului kami.Orang-orang yang telah beriman itu adalah orang-orang kelas rendah. Mereka berkata seperti itu dengan tujuan mengolok atas kemiskinan orang-orang yang beriman. Namun, karena mereka tidak beriman maka mereka akan berkata: “Alquran ini hanyalah dusta lama, dongeng orang-orang terdahulu.Idz lam yahtaduu bermakna lam ta’lil yang menjelaskan keadaan sesungguhnya. Ayat ini turun untuk orang-orang musyrik yang berkata “Kami ini lebih mulia, kami ini dan seterusnya, kalaupun Alquran ini memang baik, makan mereka fulan dan fulan tidak pantas mendahului beriman sebelum kami.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9577-surat-al-ahqaf-ayat-11.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 10-14 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik yang mengingkari Al-Qur’an (Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur’an ini) yaitu Al-Qur’an ini (datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya) yaitu apa yang kalian sangkakan terkait apa yang dilakukan Allah terhadap kalian jika kitab yang aku sampaikan kepada kalian ini benar-benar diturunkan Allah kepadaku agar aku menyampaikannya kepada kalian, padahal kalian mengingkari dan mendustakannya (dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an) yaitu kitab-kitab terdahulu yang diturunkan kepada para nabi sebelumku bersaksi tentangnya dan membenarkannya. Kitab-kitab terdahulu itu juga memberitahukan tentangnya sebagaimana yang diberitahukan Al-Qur'an ini. Firman Allah: (lalu dia beriman) yaitu, orang dari kalangan Bani Israil yang menyaksikan kebenaran Al-Qur'an ini karena dia mengetahui hakikatnya (sedangkan kamu menyombongkan diri) yaitu kalian enggan mengikutinya.Masruq berkata,”Maka berimanlah orang yang menjadi saksi ini kepada nabi dan kitabNya, sedangkan kalian ingkar kepada nabi kalian dan kitab kalian (Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Kata “asy-syahid” ini adalah isim jenis yang mencakup Abdullah bin Salam dan lainnya. Ayat ini adalah ayat Makkiyyah, diturunkan sebelum Abdullah bin Salam masuk Islam. Ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan apabila dibacakan (Al-Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya)" (53) (Surah Al-Qashash) Diriwayatkan dari Amir bin Sa'd dari ayatnya, dia berkata,”Aku mendengar bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang seseorang yang berjalan di muka bumi, ,”Sesungguhnya dia termasuk penghuni surga, tidak lain yaitu Abdullah bin Salam” dia berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang dia (dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Kalau sekiranya dia (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya”) yaitu mereka berkata tentang orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an bahwa sekiranya Al-Qur'an itu baik, maka mereka tidak akan mendahului kami dalam beriman kepadanya.Yang mereka maksud adalah Bilal, Ammar, Shuhaib, dan Khabbab serta orang-orang mukmin yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang mukmin yang lemah dan budak. Tidaklah mereka berpendapat demikian, melainkan mempunyai keyakinan bahwa mereka yakin bahwa bagi mereka itu kedudukan di sisi Allah dan diperhatikan olehNya. Mereka keliru dalam hal ini dan besar kekeliruannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian lain (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?") (Surah Al-An'am: 53) yaitu mereka heran bagaimana bisa orang-orang seperti itu mendapat petunjuk, bukan kami?Oleh karena itu mereka berkata: (Kalau sekiranya dia (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya) Adapun golongan ahlussunnah wal jamaah berkata tentang semua perbuatan dan ucapan yang tidak bersumber dari para sahabat maka hal itu adalah bid'ah, karena sesungguhnya seandainya hal itu baik, maka mereka mendahului kita pada hal itu, karena sesungguhnya mereka tidak meninggalkan suatu kebaikan melainkan mereka bersegera mengerjakannya Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya) yaitu dengan Al-Qur’an (maka mereka akan berkata, 'Ini adalah dusta yang lama") yaitu\ dusta yang lama. yaitu dikutip dan orang-orang terdahulu. Mereka meremehkan Al-Qur'an dan orang-orang yang beriman kepadanya. Ini adalah sifat takabur yang disebutkan Rasulullah ﷺ yang bersabda:”Menentang kebenaran dan meremehkan orang” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sebelum Al-Qur’an itu telah ada kitab Musa) yaitu kitab Taurat (sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini adalah kitab) yaitu Al-Qur’an (yang membenarkannya) yaitu membenarkan kitab-kitab sebelumnya (dalam bahasa Arab) yaitu yang fasih, terang, dan jelas (untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik) yaitu mengandung peringatan bagi orang-orang kafir dan berita gembira bagi orang-orang mukmin.Firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan " Tuhan kami ialah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah) Tafsir ayat ini telah disebutkan dalam surah As-Sajdah. Firman Allah: (maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) dalam menghadapi masa yang akan datang (dan mereka tiada (pula) berduka cita) terhadap apa yang telah lewat dari mereka (Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (14)) yaitu amal perbuatan yang menyebabkan mereka mendapatkan rahmat Allah yang kepada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9577-surat-al-ahqaf-ayat-11.html
Informasi
Surat
الاحقاف (Al-Ahqaf)
Bukit Pasir — 35 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
11 dari 35 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 503
Ruku
Ruku 439
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 101 (201/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4521 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-46