الاحقاف (Al-Ahqaf)
Per AyatMushaf
وَالَّذِيْ
dan orang yang
قَالَ
berkata
لِوَالِدَيْهِ
pada kedua orang tuanya
اُفٍّ
hus/cis
لَّكُمَآ
bagi kamu berdua
اَتَعِدَانِنِيْٓ
apakah kamu berdua mengancamku
اَنْ
bahwa
اُخْرَجَ
aku akan dibangkitkan
وَقَدْ
dan sesungguhnya
خَلَتِ
telah berlalu
الْقُرُوْنُ
ummat-ummat
مِنْ
dari
قَبْلِيْۚ
sebelumku
وَهُمَا
dan keduanya
يَسْتَغِيْثٰنِ
keduanya memohon pertolongan
اللّٰهَ
Allah
وَيْلَكَ
celaka kamu
اٰمِنْ
berimanlah
ۖاِنَّ
sesungguhnya
وَعْدَ
janji
اللّٰهِ
Allah
حَقٌّۚ
benar
فَيَقُوْلُ
maka dia berkata
مَا
tidaklah
هٰذَآ
ini
اِلَّآ
kecuali
اَسَاطِيْرُ
dongengan
الْاَوَّلِيْنَ
orang-orang terdahulu
﴿١٧﴾
Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, “Ah.” Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar.” Lalu dia (anak itu) berkata, “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”
4527 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
dan adapun orang yang berkata kepada bapak ibunya ketika keduanya mengajaknya untuk beriman kepada Allah dan mengakui Hari Kiamat, “Keburukan untuk kalian berdua, apakah kalian mengancamku bahwa aku akan dikeluarkan dari kuburku dalam keadaan hidup, sementara orang-orang dari umat-umat sebelumku telah berlalu, mereka binasa dan tidak seorang pun dari mereka yang dibangkitkan?” sementara bapak ibunya berdoa kepada Allah memohon hidayah baginya dan berkata kepadanya, “Celaka kamu! Berimanlah, benarkanlah dan beramallah dengan amal yang shalih. Sesungguhnya janji Hari Kiamat dari Allah adalah haq, tidak ada kebimbangan padanya,.” Tetapi dia malah menjawab kepada mereka, “Apa yang kalian berdua katakan hanyalah dongeng orang-orang terdahulu, yang dinukil dari buku-buku mereka.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9583-surat-al-ahqaf-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. Setelah Allah menyebutkan kondisi anak shalih yang berbakti kepada kedua orang tua, selanjutnya Allah menyebutkan kondisi anak durhaka dan itu adalah kondisi terburuk. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya,” ketika diajak untuk beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta memberi kabar ancaman akan adanya pembalasan dan inilah kebaikan terbesar yang berasal dari orang tua terhadap anak-anaknya yang mengajak anaknya kepada kesenangan dan keberuntungan abadi, hanya saja si anak membalasnya secara tidak bauik seraya berkata, “Cih bagi kamu berdua,” artinya, celakalah kalian berdua dan apa yang kalian berdua bawa itu.Selanjutnya Allah menyebutkan sebab mengapa anak memungkiri serta mengingkari ajakan orang tuanya, Allah berfirman, “Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan,” dari kuburku menuju Hari Kiamat, “padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?” mereka sebelumnya juga mendustakan dan mengingkari ajakan seperti ini, mereka adalah umat-umat yang dijadikan panutan bagi orang-orang kafir, bodoh, dan pembangkang. “Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah,” atas putranya seraya mengatakan pada putranya, “Celaka kamu, berimanlah!” artinya, kedua orangtunya mencurahkan segenap tenaga yang dimiliki dan berusaha keras untuk menunjukkan putranya, dengan begitu gigihnya sampai-sampai kedua orangtuanya memintakan pertolongan kepada Alllah untuk putranya layaknya orang yang hendak tenggelam ke dalam air, kedua orang tuanya meminta dan memohon kepada Allah dengan memelas seraya merasa perih karena anaknya dan menjelaskan kebenaran padanya, keduanya berkata,” SEsungguhnya janji Allah itu adalah benar.” Kemudian keduanya memaparkan dalil-dalil semampunya, namun putranya justru semakin membantah, menjauh, dan menyombongkan diri dari kebenaran seraya menuduh kebenaran yang dibawa kedua orang tuanya, “lalu dia berkata, ‘Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka’.” Artinya, tidak lain hanyalah dinukil dari kitab-kitab orang terdahulu, bukan berasal dari Allah dan tidak pula berasal dari wahyu yang diberikan kepada RasulNya.Semua orang tahu bahwa Muhammad adalah orang yang tidak bisa mnembaca dan tidak bisa menulis dan tidak pernah belajar dari siapa pun, lantas dari mana dia belajar? Bagaimana manusia bisa membuat seperti al-Quran ini meski mereka saling membantu satu sama lain?
Sumber: https://tafsirweb.com/9583-surat-al-ahqaf-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Tentang apa yang dibacakan kepada kalian: Kabar tentang cerita ketika orang tua kalian meminta kepada kalian untuk beriman kepada Allah dan hari kiamat. Kalian menjawab dengan perkataan uffin atau “ah/cis” kepada kedua orang tua.Kata itu bermakna ¬aku bosan kepada kalian berdua (orang tua). “Apakah kalian berdua (orang tua) mengira bahwa aku akan dibangkitkan dari kubur setelah aku mati? Banyak para pendahulu kami yang tetap di dalam kubur setelah kematian mereka.” Kedua orang tua mereka meminta kepada Allah agar anak-anaknya diberikan hidayah untuk beriman kepada Allah. Orang tua mereka berkata: “Kamu akan celaka, berimanlah kepada hari kebangkitan dan kepada Allah semata.Sesungguhnya janji Allah tentang hari kebangkitan dan hari perhitungan adalah pasti terjadi, tidak ada keraguan lagi.” Anak-anak mereka lalu menjawab: “Semua perkataan tentang hari kebangkitan ini hanyalah cerita bohong dari orang zaman dahulu dan kesalahan-kesalahan mereka yang mereka tulis dalam kitab? Ayat ini turun untuk hamba yang kafir dan melawan orang tuanya, bukan untuk Abdur Rahman bin Abi Bakar, seperti diterangkan pada dalam sebagian riwayat. Sebab Abdur Rahman masuk Islam setelah itu, dan Islamnya teguh
Sumber: https://tafsirweb.com/9583-surat-al-ahqaf-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 17-20 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang mendoakan dan berbuat baik kepada keduanya, serta apa yang mereka dapatkan di sisiNya berupa keberuntungan dan keselamatan, Allah سبحانه وتعالى menghubungkannya dengan penjelasan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu orang-orang yang menyakiti kedua orang tuanya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah bagi kamu keduanya”) Ini mencakup semua orang yang mengatakan demikian kepada kedua orang tuanya. Firman Allah: (apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dikeluarkan) yaitu aku dibangkitkan (padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?) yaitu, telah banyak manusia yang mati dan tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali (Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah) yaitu memohon pertolongan kepada Allah agar anaknya diberi petunjuk, lalu berkata kepada anaknya: ("Celaka kamu, berimanlah!Sesungguhnya janji Allah adalah benar.” Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu”) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi (18)) yaitu termasuk golongan orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang kafir yang merugikan diri sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Firman Allah, ("Ula’ika") setelah firmanNya, (Wal ladzi qala) merupakan dalil yang menunjukkan seperti apa yang kami sebutkan, bahwa ini merupakan isim jenis yang mencakup semua orang yang keadaannya demikian.Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa itu adalah orang kafir, pendurhaka, menyakiti kedua orang tuanya, dan mendustakan adanya hari kebangkitan. Firman Allah: (Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan) yaitu masing-masing dari mereka mendapat azab sesuai dengan amalnya (dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedangkan mereka tidak dirugikan) yaitu mereka tidak dianiaya bahkan seberat dzarrah pun atau yang lebih kecil dari itu. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa tingkatan di neraka itu ke bawah, sedangkan tingkatan di surga itu ke atas.Firman Allah: (Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya”) yaitu, hal itu dikatakan kepada mereka sebagai kecaman dan cemoohan. Firman Allah: (maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik) Maka mereka dibalas dengan pembalasan yang sejenis dengan amal perbuatan mereka. Maka sebagaimana mereka menyenangkan diri mereka sendiri dan bersikap sombong terhadap kebenaran, tidak mau mengikutinya, dan gemar mengerjakan perbuatan-perbuatan fasik dan kemaksiatan, maka Allah سبحانه وتعالى membalas mereka dengan azab yang menghinakan. yaitu kehinaan, kerendahan, siksa yang sangat menyakitkan dan sangat pedih, penyesalan yang terus-menerus dan tempat tinggal di dasar neraka yang mengerikan.Kita berlindung kepada Allah melindungi dari semua itu
Sumber: https://tafsirweb.com/9583-surat-al-ahqaf-ayat-17.html
Informasi
Surat
الاحقاف (Al-Ahqaf)
Bukit Pasir — 35 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 35 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 504
Ruku
Ruku 439
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 101 (201/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4527 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-46