الاحقاف (Al-Ahqaf)

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barang siapa
لَّا
tidak
يُجِبْ
memenuhi
دَاعِيَ
orang yang menyeru
اللّٰهِ
Allah
فَلَيْسَ
maka tidaklah ia
بِمُعْجِزٍ
menyelamatkan
فِى
di muka
الْاَرْضِ
bumi
وَلَيْسَ
dan tidak ia
لَهٗ
baginya
مِنْ
dari
دُوْنِهٖٓ
selain Dia
اَوْلِيَاۤءُ
pelindung
ۗ
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
فِيْ
di muka
ضَلٰلٍ
kesesatan
مُّبِيْنٍ
nyata
﴿٣٢﴾
Dan barang siapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di bumi padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”
4542 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa tidak menjawab seruan Rasulullah kepada apa yang dia serukan, maka dia tidak akan bisa lolos dari Allah di muka bumi bila Allah hendak menghukumnya. Dia tidak memiliki penolong yang melindunginya dari azabNya. Mereka adalah orang-orang yang jelas-jelas tersesat dari kebenaran.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9598-surat-al-ahqaf-ayat-32.html

Tafsir as-Sa'di

32. “Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi,” karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada sesuatu pun yang bisa lari dariNya dan tidak aka nada yang mengalahkan urusanNya. “Dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” Kesesatan mana lagi yang lebih nyata melebihi kesesatan orang yang telah ditunjukkan oleh para rasul, telah sampai berita peringatan padanya dengan berbagai ayat-ayat yang jelas dan berbagai hujjah mutawatir, kemudian berpaling dan membanggakan diri.

Sumber: https://tafsirweb.com/9598-surat-al-ahqaf-ayat-32.html

Tafsir Al-Wajiz

32. Barangsiapa tidak mengikuti ajakan Nabi untuk beriman kepada Allah dan Islam, maka tidak akan bisa terhindar dari hukuman dan siksa Allah. Dia tidak akan mempunyai satu penolongpun kecuali Allah, yang dapat menolongnya dari azab Allah itu sendiri.Merekalah orang-orang yang berada dalam kesesatan dan kesalahan yang nyata dan jauh dari kebenaran

Sumber: https://tafsirweb.com/9598-surat-al-ahqaf-ayat-32.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 29-32 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah membacakan Al-Qur'an kepada jin dan tidak pula beliau melihat mereka. Rasulullah ﷺ berangkat bersama segolongan sahabatnya menuju pasar Ukaz. Dan saat itu antara setan dan berita dari langit telah dihalangi, karena langit telah dijaga oleh bintang-bintang yang menyala­-nyala yang melempari setan, maka setan-setan kembali kepada kaumnya.Maka kaumnya bertanya, "Mengapa kalian?" Setan-setan itu menjawab, "Telah dihalang-halangi antara kami dan berita dari langit, Maka mereka berangkat menjelajahi belahan bumi timur dan barat untuk mencari orang yang menjadi penyebab yang menghalang-halangi mereka dari berita langit. Segolongan mereka yang mengarah Tihamah berangkat menuju Rasulullah ﷺ sedang berada di Nakhlah dalam perjalanan beliau menuju pasar Ukaz. Rasulullah ﷺ sedang melakukan shalat Subuh dengan para sahabat.Ketika mereka mendengar Al-Qur'an, maka mereka mendengarkannya, lalu berkata, "Demi Allah, inilah yang menjadi penyebab penghalang antara kalian dan berita langit" Dan ketika mereka kembali kepada kaumnya, (mereka berkata,”Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami (2)) (Surah Al-Jin) Dan Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya kepada nabiNya ﷺ (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an)") (Surah Al-Jin: 1) Dan sesungguhnya yang diwahyukan kepada beliau ﷺ hanya menceritakan tentang ucapan jin.Imam Baihaqi berkata bahwa apa yang telah diceritakan Ibnu Abbas ini, tidak lain adalah awal mula jin mendengar bacaan Rasulullah SW dan mereka baru mengetahui keadaannya. Pada kali itu beliau tidak membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan tidak melihat mereka. Kemudian datanglah undangan jin kepadanya, maka beliau membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan menyeru mereka kepada Allah. sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud.Disebutkan riwayat darinya tentang itu Diriwayatkan dari 'Alqamah, dia berkat,”Aku bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud,"Apakah Rasulullah ﷺ membawa seseorang dari kalian di malam jin?" Ibnu Mas'ud menjawab, "Tidak ada seorangpun dari kami yang menemaninya, tetapi kami merasa kehilangan beliau di suatu malam di Makkah, maka kami mengatakan, “Beliau diculik, Aku merasa curiga, dan kami tidak dapat memikirkan apa yang harus kami perbuat" Lalu kami bermalam dengan keadaan malam yang buruk. Dan ketika malam menjelang subuh atau di waktu sahur, tiba-tiba kami melihat beliau ﷺ dalam kegelapan dari arah Hira. Lalu kami berseru,"Wahai Rasulullah!" Kemudian kami menceritakan kepadanya tentang apa yang mereka alami tentang beliau, Maka beliau ﷺ menjawab:”Sesungguhnya telah datang kepadaku utusan dari jin, maka aku menemui mereka dan kubacakan (Al-Qur'an) kepada mereka” Kemudian Nabi ﷺ pergi dan memperlihatkan kepada kami jejak-jejak dan bekas perapian mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu serombongan jin) yaitu segolongan jin (yang mendengarkan Al-Qur'an; maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya), lalu mereka berkata, "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”) yaitu dengarkanlah dengan penuh perhatian, ini merupakan adab mereka. Firman Allah: (Ketika pembacaan telah selesai) yaitu telah selesai, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Apabila telah ditunaikan (diselesaikan) shalat itu) (Surah Al-Jumu’ah: 10), (Maka Dia menyelesaikannya menjadi tujuh langit dalam dua masa) (Surah Fushshilat: 12), dan (Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu) (Surah Al-Baqarah: 200) Firman Allah: (mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan) yaitu mereka kembali kepada kaumnya dan memberikan peringatan kepada mereka sesuai dengan apa yang mereka dengar dari Rasulullah ﷺ. sebagaimana firmanNya (agar mereka memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya) (Surah At-Taubah: 122) dapat disimpulkan dengan ayat ini bahwa di kalangan jin hanya terdapat pemberi peringatan, dan tidak ada seorang rasul.Dan tidak diragukan lagi bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak pernah mengutus seorang rasulpun dari kalangan mereka, Oleh karena itu Allah berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan seorang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri) (Surah Yusuf: 109) Allah berfirman (Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar) (Surah Al-Furqan: 20) Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang nabi Ibrahim: (dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya) (Surah Al-Ankabut: 27) Setiap nabi yang diutus Allah سبحانه وتعالى setelah nabi Ibrahim adalah dari keturunannya.Adapun tentang firman Allah سبحانه وتعالى dalam surah Al-An'am: (Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri?) (Surah Al-An'am: 130) Makna yang dimaksud adalah keseluruhan dari kedua makhluk itu, yang ditujukan kepada salah satu dari kedua jenis itu, yaitu manusia. sebagaimana firmanNya: (Dari keduanya keluar mutiara dan marjan (22)) (Surah Ar-Rahman) yaitu salah satunya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan peringatan jin terhadap kaumnya, jadi Allah berfirman seraya memberitahukan tentang firmanNya: (Mereka berkata, "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa") Mereka tidak menyebutkan nabi Isa karena diturunkan kepadanya kitab Injil yang mengandung nasihat-nasihat, keutamaan, tetapi sedikit mengandung perkara halal dan haram.Pada hakikatnya merupakan syariat yang menyempurnakan kitab Taurat, Jadi yang dipegang adalah kitab Taurat. Oleh karena itu mereka berkata, ("Yang diturunkan sesudah Musa") Demikian juga dikatakan Waraqah bin Naufal ketika Nabi ﷺ memberitahukan kepadanya kisah turunnya malaikat Jibril saat pertama kali, lalu Waraqah bin Naufal berkata, "Beruntunglah, dia adalah An-Namus yang pernah datang kepada Musa. Aduhai, sekiranya diriku dapat hidup sampai di masa itu dan dalam keadaan kuat" (yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya) yaitu kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya.Firman Allah: (lagi memimpin kepada kebenaran) yaitu dalam hal akidah dan pemberitahuan (dan kepada jalan yang lurus) dalam beramal, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu mengandung dua perkara, yaitu berita dan perintah. Beritanya benar dan perintahnya adil, sebagaimana Allah berfirman: (Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) sebagai kalimat yang benar dan adil) (Surah Al-An'am: 115) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar) (Surah At-Taubah: 33) Petunjuk adalah ilmu yang bermanfaat dan agama yang benar yaitu amal shalih.Demikianlah yang dikatakan jin: (lagi memimpin kepada kebenaran) dalam hal akidah (dan kepada jalan yang lurus) dalam hal amal perbuatan. (Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah) di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutus nabi Muhammad ﷺ kepada dua makhluk, yaitu jin dan manusia, mengingat Nabi ﷺ menyeru mereka untuk menyembah Allah dan membacakan kepada mereka surah yang di dalamnya mengandung perintah untuk kedua golongan itu dan beban, serta janji bagi mereka yaitu surah Ar-Rahman. Oleh karena itu Allah berfirman (terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya) Firman Allah: (niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu) Dikatakan, bahwa huruf “min” di sini adalah tambahan, tetapi pendapat ini masih perlu ditinjau karena penambahannya dalam kalam itsbat jarang.Dikatakan bahwa sesungguhnya huruf “min” bermakna sebagian (dan melepaskan kamu dari azab yang pedih) yaitu, melindungi kalian dari azabNya yang pedih. Sebagian ulama menyimpulkan dalil dari ayat ini, bahwa jin yang mukmin itu tidak dapat masuk surga. Dan bahwa balasan bagi yang shalih dari kalangan mereka adalah diselamatkan dari azab neraka pada hari kiamat.Oleh karena itu mereka berkata, bahwa ini adalah ungkapan yang kedudukannya bualan dan dilebih-lebihkan. Seandainya bagi mereka ada balasan pahala karena keimanan mereka, lebih dari apa yang telah disebutkan, maka mereka pun akan menyebutkannya. Tetapi sebenarnya jin yang mukmin sama dengan manusia yang mukmin, yaitu mereka masuk surga.Sebagaimana pendapat yang diikuti segolongan ulama salaf, yang sebagian dari mereka memperkuat pendapatnya dengan firman Allah (tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin) (Surah Ar-Rahman: 74) Akan tetapi, dalil ini masih perlu ditinjau.Dan dalil yang lebih baik daripada itu adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga (46) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (47)) (Surah Ar-Rahman: 46-47) Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan kepada dua jenis makhlukNya pahala surga bagi mereka yang berbuat baik dari kalangan keduanya.Dan jin telah menjawab ayat ini dengan ungkapan rasa syukur yang lebih kuat daripada manusia. Mereka mengatakan, "Tidak ada sesuatupun dari tanda-tanda kebesaran dan nikmatMu wahai Tuhan Kami, yang kami dustakan, maka bagiMu segala puji" Dan Allah سبحانه وتعالى tidak sekali-kali menjanjikan pahala bagi mereka yang nantinya tidak mereka terima. Sesungguhnya apabila Allah membalas jin yang kafir dengan neraka sebagai keadilan dariNya, maka terlebih lagi jika Dia membalas jin yang mukmin dengan surga sebagai karunia dariNya.Dan belum pernah sampai kepada kami suatu nash baik yang jelas maupun yang tegas dari syariat yang menyatakan bahwa jin yang beriman tidak masuk surga, sekalipun mereka diselamatkan dari neraka. Seandainya pendapat itu benar, maka kami akan mengatakannya; hanya Allah yang labih Mengetahui. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang mereka: (Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi) Bahkan kekuasaan Allah mencakup dan meliputi mereka (dan tidak ada baginya pelindung selain Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab (Mereka itu dalam kesesatan yang nyata) Ini mengandung ancaman dan peringatan; jin menyeru kepada kaum mereka dengan anjuran dan peringatan, karena itu seruannya itu berhasil terhadap sebagian besar dan mereka, dan mereka datang kepada Rasulullah ﷺ satu per satu, sebagaimana yang telah dijelaskan pembahasannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9598-surat-al-ahqaf-ayat-32.html

Informasi

Surat

الاحقاف (Al-Ahqaf)

Bukit Pasir — 35 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

32 dari 35 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 506

Ruku

Ruku 441

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 101 (202/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4542 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-46