الاحقاف (Al-Ahqaf)
Per AyatMushaf
اَوَلَمْ
ataukah tidak
يَرَوْا
mereka memperhatikan
اَنَّ
bahwasanya
اللّٰهَ
Allah
الَّذِيْ
yang
خَلَقَ
menciptakan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضَ
dan bumi
وَلَمْ
dan tidak
يَعْيَ
Dia merasa payah
بِخَلْقِهِنَّ
dengan menciptakannya
بِقٰدِرٍ
berkuasa
عَلٰٓى
atas
اَنْ
bahwasanya
يُّحْيِ
menghidupkan
َۧ
الْمَوْتٰى
orang mati
ۗبَلٰٓى
ya/benar
اِنَّهٗ
sesungguhnya
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
﴿٣٣﴾
Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah; sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
4543 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah mereka lupa dan tidak tahu bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan Allah kuasa menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati yang Dia ciptakan sebelumnya? Benar, itu adalah suatu yang mudah bagi Allah yang tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkanNya, karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: https://tafsirweb.com/9599-surat-al-ahqaf-ayat-33.html
Tafsir as-Sa'di
33. Ini adalah hujjah Allah yang membuktikan bahwa Dia Kuasa mengembalikan manusia setelah kematian, yaitu dengan yang lebih mengena, yaitu “dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi,” dengan kebesaran dan keluasan keduanya dan kesempurnaan penciptaan keduanya tanpa merasa lelah dengan hal itu dan tidak merasa payah menciptakannya, lantas bagaimana tidak mampu untuk mengembalikan kalian, setelah kematian kalian, dan Dia “Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9599-surat-al-ahqaf-ayat-33.html
Tafsir Al-Wajiz
33. Apakah orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan itu tidak tahu bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi? Allah tidak pernahpayah, tidak pernah merasa lemah atas apa yang telah Allah ciptakan.Dia berkuasa untuk menghidupkan segala yang telah mati. Apa kalian sangka Dia tidak kuasa membangkitkan mereka kembali? Iya, Allah berkuasa untuk melakukan itu, Allah perkasa untuk melakukan segala sesuatu yang Dia kehendaki.Balaa berfungsi untuk membatalkan kalimat negatif. Dan menetapkan kalimat sesudahnya
Sumber: https://tafsirweb.com/9599-surat-al-ahqaf-ayat-33.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 33-35 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa tidakkah mereka yang mengingkari adanya hari kebangkitan pada hari kiamat lagi menganggap mustahil tubuh-tubuh akan dihidupkan kembali di hari kiamat itu melihat (bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya) yaitu tidak susah payah dalam menciptakan mereka, bahkan hanya tinggal mengatakan terhadapnya, "Jadilah kamu!" Maka terjadilah hal itu tanpa dapat dicegah atau ditolak, melainkan taat memenuhi perintahNya dengan rasa takut. Bukankah Tuhan yang demikian dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati? Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat lain: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (57)) (Surah Ghafir) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengancam dan memperingatkan orang-orang yang ingkar kepadaNya: (Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka), "Bukankah (azab) ini benar?”) yaitu hal ini dikatakan kepada mereka, "Bukankah azab ini benar? (apakah ini sihir ataukah kalian tidak melihat? (15)) (Surah Ath-Thur) (Mereka menjawab, "Ya benar, demi Tuhan kami”) yaitu tidak ada usaha lagi bagi mereka kecuali mengakui (Allah berfirman, "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar”) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada rasulNya ﷺ untuk bersabar dalam menghadapi pendustaan sebagian dari kaumnya yang mendustakannya (Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar) yaitu dalam menghadapi pendustaan kaum mereka.Para ulama berbeda pendapat tentang dengan jumlah rasul ulul 'azmi ini dengan perbedaan yang cukup banyak. Tetapi menurut pendapat yang paling terkenal yaitu mereka adalah nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, dan penutup para nabi, yaitu nabi Muhammad ﷺ. Allah سبحانه وتعالى telah menyebutlkan nama-nama mereka di antara nabi-nabi lainnya dalam dua ayat dalam surah Al-Ahzab dan Asy-Syura.Bisa juga ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan ulul 'azmi adalah semua rasul. Maka huruf (min) dalam firmanNya (minar rusuli) adalah untuk menerangkan jenis. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. (dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka) yaitu janganlah meminta agar azab ditimpakan kepada mereka disegerakan.Ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar (11)) (Surah Al-Muzzammil: 11) dan (Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar (17)) (Surah Ath-Thariq) (Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari) sebagaimana firmanNya: (Pada hari mereka melihat hari kebangkitan itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari (46)) (Surah An-Nazi'at) dan (Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan) (Surah Yunus: 45) Firman Allah: ( (Inilah) suatu pelajaran yang cukup) Ibnu Jarir berkata bahwa ayat ini mengandung dua makna, Salah satunya adalah mengandung makna bahwa masa tinggal itu adalah masa yang cukup.Makna yang lain adalah bahwa Al-Qur'an ini adalah pelajaran yang cukup. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik) yaitu, tidak ada yang dibinasakan Allah kecuali orang yang binasa. Ini merupakan keadilan dariNya, yaitu bahwa Dia tidak mengazab kecuali orang-orang yang berhak mendapat azab.
Sumber: https://tafsirweb.com/9599-surat-al-ahqaf-ayat-33.html
Informasi
Surat
الاحقاف (Al-Ahqaf)
Bukit Pasir — 35 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
33 dari 35 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 506
Ruku
Ruku 441
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 101 (202/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4543 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-46