الفتح (Al-Fath)

Per AyatMushaf
لِّيَغْفِرَ
untuk memberi ampunan
لَكَ
bagimu
اللّٰهُ
Allah
مَا
apa yang
تَقَدَّمَ
telah lalu
مِنْ
dari
ذَنْۢبِكَ
dosa-dosamu
وَمَا
dan apa yang
تَاَخَّرَ
akan datang
وَيُتِمَّ
dan Dia menyempurnakan
نِعْمَتَهٗ
nikmat-Nya
عَلَيْكَ
atas kamu
وَيَهْدِيَكَ
dan Dia memberi petunjuk kepadamu
صِرَاطًا
jalan
مُّسْتَقِيْمًاۙ
lurus
﴿٢﴾
Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,
4585 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

2-3. Kami memberimu kemenangan itu dan memudahkannya bagimu, karena Allah hendak mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang, sebab kemenangan ini mengandung ketaatan-ketaatan yang banyak dan terwujud melalui perjuangan yang melelahkan. Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu dengan meninggikan agamamu dan memenangkanmu atas musuh-musuhmu, membimbingmu ke jalan yang lurus, agama yang tidak bengkok.Allah memenangkanmu dengan kemenangan yang kuat yang padanya Islam tidak melemah.

Sumber: https://tafsirweb.com/9714-surat-al-fath-ayat-2.html

Tafsir as-Sa'di

2. Atas kemenangan itu, Allah menyebutkan beberapa hal berikutnya seraya berfirman, “Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang ,” hal itu disebabkan –wallahu a’alam- karena dampak baik perjanjian Hudaibiyah berupa berbagai ketaatan dan banyaknya orang yang masuk ke dalam Agama Allah, dan juga karena kesabaran Rasulullah dalalm menanggung beban butir-butir perjanjian yang tidak akan bisa dipikul melainkan oleh rasul-rasul ulul azmi (yang memiliki keteguhan hati). Dan inilah salah satu kehebatan dan karamah Rasulullah, yaitu dosa-dosa yang telah berlalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah, “serta menyempurnakan nikmatNya atasmu,” dengan mengokohkan Agamamu dan memberikan kemenangan kepadamu atas musuh-musuhmu serta memperluas dakwahmu, “dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” dengan jalan itu engkau mendapatkan kesenangan dan keberuntungan abadi.

Sumber: https://tafsirweb.com/9714-surat-al-fath-ayat-2.html

Tafsir Al-Wajiz

2. Supaya Allah memberi ampunan atas dosa-dosamu sebelum dan sesudah anugerah kemenangan ini. Maksud dari dosa di sini adalah melakukan hal yang masih menjadi perselisihan utama dan dan lebih afdhal karena keistimewaan sebagai nabi.Allah menyempurnakan anugerah nikmat-Nya kepadamu dengan menampakkan kejayaan Islam. Allah juga telah memberi petunjuk kepada jalan yang lapang untuk menyiarkan risalahmu. Maksudnya adalah agar kamu mendapat tiga nikmat sekaligus.Tiga nikmat ini adalah pertolongan yang nyata, kesempurnaan nikmat dalam mendapat kemenangan dan mensyiarkan agama, dan petunjuk jalan yang lapang

Sumber: https://tafsirweb.com/9714-surat-al-fath-ayat-2.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-3 Surah yang mulia ini diturunkan ketika Rasulullah ﷺ kembali dari Hudaibiyah dalam bulan Dzulqa'dah tahun keenam Hijriyah.Saat itu Rasulullah ﷺ dihalangi orang-orang musyrik untuk sampai ke Masjidil Haram untuk menunaikan umrah beliau. Mereka menghalangi beliau dari hal itu. Kemudian mereka cenderung mengadakan perjanjian perdamaian dan gencatan senjata, yaitu Nabi ﷺ kembali pada tahun itu dan datang lagi tahun selanjutnya.Lalu Nabi ﷺ menerima persyaratan itu, sekalipun ada sejumlah sahabat yang tidak suka. Di antara mereka adalah Umar bin Khattab, seperti yang diterangkan kemudian pada tempatnya dari tafsir surah ini, jika Allah menghendaki. Setelah beliau ﷺ menyembelih hewan kurbannya mengingat umrah beliau dibatalkan karena terhalang, beliau pulang, maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan surah ini kepada beliau yang mengandung perkara tentang beliau dan mereka.Dia menjadikan perdamaian itu sebagai kemenangan dengan mengungkapkan kemaslahatan yang terkandung di dalamnya dan kemenangan di masa mendatang akan berpihak kepada beliau. Diriwayatkan dari Al-Barra, dia berkata,"Kalian menganggap kemenangan itu adalah kemenangan atas Makkah, padahal kemenangan atas Makkah adalah suatu kemenangan, dan kami beranggapan bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah pada baiat Ridwan di hari perjanjian Hudaibiyah. Saat itu kami bersama Rasulullah ﷺ berjumlah empat ratus orang, dan Hudaibiyah adalah sebuah sumur, lalu kami buat sumur itu kering sehingga tidak ada setetes air pun yang tersisa.Berita tentang itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau mendatanginya dan duduk di pinggirnya. Kemudian meminta sewadah air, lalu beliau berwudhu dengannya dan berkumur. Setelah itu beliau berdoa, lalu menuangkan air bekas wudhunya itu ke dalam sumur itu.Kemudian kami meninggalkan sumur itu tidak jauh dari kami, dan tidak lama kemudian ternyata sumur itu bersumber airnya dengan deras sehingga dapat mencukupi kebutuhan air kami sesuka kami, dan kebutuhan unta-unta kami" Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa ini diturunkan kepada nabi ﷺ: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) saat kepulangan beliau dari Hudaibiyah. Nabi ﷺ bersabda tentang surah itu,”Sungguh tadi malam telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang lebih aku sukai daripada semua yang ada di muka bumi ini” Kemudian Nabi ﷺ membacakannya kepada mereka, dan mereka berkata,"Selamatlah bagimu, ya Nabi Allah. Allah telah menerangkan apa yang akan Dia lakukan untukmu, lalu apakah yang akan Dia lakukan untuk kami?" Maka turunlah firmanNya kepada Nabi ﷺ: (supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) sampai firmanNya: (adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah) (Surah Al-Fath: 5) Firman Allah سبحانه وتعالى: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) Ini merupakan kekhususan beliau ﷺ yang tidak ada seorangpun menyainginya dalam hal itu.Bukan juga termasuk ke dalam hal itu dalam hadits shahih tentang pahala amal perbuatan bagi yang lainnya, yaitu:"Maka Allah memberi ampunan baginya terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang" Ini merupakan kehormatan yang agung bagi Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ dalam semua urusannya selalu taat, berbakti, dan istiqamah dalam tingkatan yang belum pernah diraih oleh seorang manusiapun, baik dari kalangan orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang kemudian. Beliau ﷺ adalah manusia paling sempurna secara mutlak dan pemimpin mereka di dunia dan akhirat.Mengingat beliau ﷺ adalah hamba Allah yang paling menghormati perintah-perintah dan larangan-laranganNya, maka beliau bersabda ketika unta beliau berhenti karena dihentikan Tuhan yang menahan tentara bergajah, kemudian beliau bersabda:”Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, tidaklah pada hari itu, mereka meminta sesuatu kepadaku yang dengannya mereka mengagungkan syiar-syiar Allah melainkan aku memenuhi permintaan mereka” Oleh karena itu beliau ﷺ taat kepada Allah dalam hal itu dan menyetujui perjanjian perdamaian, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata (1) supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu) yaitu melalui apa yang Dia perintahkan kepadamu berupa syariat yang agung dan agama yang lurus (dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)) yaitu di dunia dan akhirat (dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus) Hal ini karena engkau tunduk kepada perintah Allah, maka Dia meninggikan kamu dan menolongmu dalam menghadapi musuh-musuhmu. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih:”Tidak sekali-kali Allah menambah maafNya kepada seseorang hamba, melainkan menambahkan kemuliaan kepadanya, dan tidaklah seseorang berendah diri karena Allah سبحانه وتعالى, melainkan Allah akan meninggikannya”

Sumber: https://tafsirweb.com/9714-surat-al-fath-ayat-2.html

Informasi

Surat

الفتح (Al-Fath)

Kemenangan — 29 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

2 dari 29 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 511

Ruku

Ruku 446

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 102 (204/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4585 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-48