الفتح (Al-Fath)

Per AyatMushaf
هُوَ
Dia
الَّذِيْٓ
yang
اَنْزَلَ
menurunkan
السَّكِيْنَةَ
ketenteraman
فِيْ
dalam
قُلُوْبِ
hati
الْمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
لِيَزْدَادُوْٓا
supaya mereka bertambah
اِيْمَانًا
keimanan
مَّعَ
beserta
اِيْمَانِهِمْ
keimanan mereka
ۗ
وَلِلّٰهِ
dan kepunyaan Allah
جُنُوْدُ
bala tentara
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۗ
dan bumi
وَكَانَ
dan adalah
اللّٰهُ
Allah
عَلِيْمًا
Maha Mengetahui
حَكِيْمًاۙ
Maha Bijaksana
﴿٤﴾
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana;
4587 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dia-lah Allah Yang menurunkan ketenangan pada hati orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya di hari Hudaibiyah, hati mereka pun menjadi tenang, keyakinan bersemayam kokoh didalamnya, agar pembenaran mereka kepada Allah dan sikap mereka mengikuti RasulNya semakin bertambah di samping pembenaran dan sikap mengikuti mereka yang sudah ada. Hanya milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, yang dengan mereka Allah memenangkan hamba-hambaNya yang beriman. Allah Maha Mengetahui kebaikan hamba-hambaNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan penciptaanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9716-surat-al-fath-ayat-4.html

Tafsir as-Sa'di

4. Allah mengabarkan karuniaNya kepada kaum mukminin dengan menurunkan ketenangan di hati mereka, ketenangan itu berupa kedamaian serta ketenangan hati saat musibah menggertarkan serta berbagai hal berat menerpa mereka yang mengusik hati, mengganggu pikiran dan melemahkan jiwa. Di antara nikmt-nikmat Allah yang diberikaNya kepada hamba-hambaNya dalam situasi seperti ini adalah dengan keteguhanya dan mengikat keteguhan tersebut di hati mereka dan menurunkan ketenagan agar berbagai beban berat tersebut bisa mereka hadapi dengan hati yang kokoh yang tenang sehingga siap untuk menunaikan perintah Allah pada situasi sulit seperti itu.Dengan perrtolongan seperti itu, keimana mereka semakin bertambah dan keyakinan mereka semakin sempurna. Para sahabat saat terjadinya peristiwa antara Rosululoh dengan kaum musrik dengan berbagai butir-butir kesepakatan yang nampaknya merendahkan dan meremehkan kemampuan mereka itu, hampir membuat jiwa mereka tidak sabar, tatkala mereka menghadapinya dengan sabar dan mereka menguatkan diri, keimanan merekapun semakin bertambah. Firman Allah ”Dan kepunyaan Allah-lah langit dan bumi,” yakni, semuanya berada dalam penguasanya, maka jangan sekali-kali orang-orang musrik mengira bahwa Allah tidak akan menolong Agamanya dan NabiNya, Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dah Maha Bijaksana, yang kebijaksanaanNya mengharuskan adanya pergantian kemenangan diantara manusia serta menunda kemenangan kaum muslimin di waktu lain.

Sumber: https://tafsirweb.com/9716-surat-al-fath-ayat-4.html

Tafsir Al-Wajiz

4. Dia-lah Allah yang telah menurunkan dan menghadirkan ketenangan dan ketetapan di dalam hati orang-orang mukmin. Mereka adalah orang-orang yang ikut serta dalam peristiwa Hudaibiyah.Mereka yang berbaiat kepadamu, mereka ridho atas ketetapan dalam berperang hingga datangnya pertolongan. Agar keimanan mereka semakin bertambah atas datangnya pertolongan, kemuliaan dan kelapangan jalan tersebarnya Islam. Hanya milik Allah –lah tentara langit dan bumi yang telah melaksanakan segala perintah-Nya.Tentara Allah itu adalah para malaikat, manusia, para jin, bebatuan dan goncangan serta lainnya. Allah telah mengatur urusan mereka dan menuntun mereka sesuai kehendak-Nya. Allah Maha Tahu atas keadaan makhluk-Nya.Allah Maha Bijakasana atas segala apa yang Allah lakukan. Maksud dari tentara Allah adalah yang telah menolong orang-orang mukmin (la’alla ash shawab)

Sumber: https://tafsirweb.com/9716-surat-al-fath-ayat-4.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 4-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang telah menurunkan ketenangan) yaitu menjadi ketenangan. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan diriwayatkan juga darinya bahwa yang dimaksud adalah rahmat. Qatadah berkata makna yang dimaksud adalah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, dimana mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya ﷺ serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasulNya.Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan keimanan kepada mereka selain dari keimanan mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa seandainya Dia menghendaki, bisa saja Dia melancarkan pembalasan terhadap orang-orang kafir. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi) yaitu seandainya Allah mengirimkan terhadap mereka seorang malaikat, maka malaikat itu dapat membinasakan mereka semua.Tetapi Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk berjihad dan berperang, mengingat di dalam hal itu terkandung hikmah yang jelas, hujjah yang pasti, dan bukti yang terang. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya) Disebutkan dalam hadits Anas bahwa ketika para sahabat berkata,"Wahai Rasulullah, selamat untukmu, maka apakah yang untuk kami?" Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai'mereka kekal di dalamnya) yaitu tinggal di dalamnya untuk selamanya (dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka) yaitu kesalahan dan dosa-dosa mereka.Dia tidak menghukum mereka atas hal itu, bahkan memaafkan, mengampuni, menutup, mengasihani dan mensyukurinya (Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah) sebagaimana firman­Nya: (Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya) (Surah Ali Imran: 185).Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah) yaitu mereka berprasangka buruk terhadap Allah سبحانه وتعالى dalam hukumNya, serta terhadap Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, hendaklah mereka semuanya dibunuh dan dilenyapkan semua. Oleh karena iru Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka) yaitu menjauhkan mereka dari rahmatNya (dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menegaskan kekuasaanNya untuk memberikan pembalasan terhadap para musuh, yaitu musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang munafik (Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (7))

Sumber: https://tafsirweb.com/9716-surat-al-fath-ayat-4.html

Informasi

Surat

الفتح (Al-Fath)

Kemenangan — 29 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

4 dari 29 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 511

Ruku

Ruku 446

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 102 (204/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4587 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-48