الفتح (Al-Fath)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُبَايِعُوْنَكَ
mereka berjanji setia kepadamu
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
يُبَايِعُوْنَ
mereka berjanji setia
اللّٰهَ
Allah
ۗيَدُ
tangan
اللّٰهِ
Allah
فَوْقَ
di atas
اَيْدِيْهِمْ
tangan mereka
ۚ
فَمَنْ
maka barang siapa
نَّكَثَ
melanggar janji
فَاِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
يَنْكُثُ
dia melanggar
عَلٰى
atas
نَفْسِهٖۚ
dirinya
وَمَنْ
dan barang siapa
اَوْفٰى
menepati
بِمَا
dengan apa
عٰهَدَ
berjanji
عَلَيْهُ
atasnya
اللّٰهَ
Allah
فَسَيُؤْتِيْهِ
maka Dia akan memberinya
اَجْرًا
pahala
عَظِيْمًا
besar
ࣖ
﴿١٠﴾
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar.
4593 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang membai’atmu (wahai Nabi) di Hudaibiyah untuk berperang, hakikatnya mereka membai’at Allah, mengikrarkan akad janji kepadaNya demi mendapatkan surga dan ridha Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Allah bersama mereka mendengar perkataan-perkataan mereka, melihat tempat mereka, mengetahui lahir dan batin mereka.Barangsiapa membatalkan bai’at nya, akibat buruknya hanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa memenuhi apa yang telah dia janjikan kepada Allah berupa kesabaran saat bertemu musuh di jalan dan menolong NabiNya, Muhammad, niscaya Allah memberinya pahala besar, yaitu surga. Dalam Ayat ini menetapkan sifat “tangan” bagi Allah sesuai dengan keagunganNya tanpa menyamakan dan menentukan bentuk dan caranya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9722-surat-al-fath-ayat-10.html
Tafsir as-Sa'di
10. Baiat yang diisyaratkan oleh Allah dalam ayat ini adalah Bai’at ar-Ridhwan, di mana para sahabat berbai’at setia kepada Rasulullah untuk tidak lari meninggalkan beliau. Bai’at ini adalah khusus yang diantara tuntutannya adalah agar tidak lari meski hanya sedikit yang tersisa dan meski mereka berada dalam kondisi boleh lari.Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (berbai’at) kepada kamu,” pada dasarnya mereka “berjanji setia (berbai’at) kepada Allah.” Mereka mengadakan janji setia terhadap Allah, dan begitu tegasnya hal itu hingga Allah berfirman, “Tangan Allah di atas tangan mereka.” Artinya, seolah-olah mereka membai’at Allah dan menjabat TanganNya dalam perjanjian itu.Semua penjelasan ini sebagai penegas dan penguat serta mengharuskan mereka untuk menetapinya. Karena itu Allah berfirman, “Maka barangsiapa yang melanggar janjinya,” dan tidak menepati janjinya kepada Allah, “niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri,” karena akibat buruk dari pelanggaran janji itu kembali pada mereka dan hukumannya juga akan menimpa mereka. “Dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah,” yakni, menepati dan melaksanakannya secara penuh, “maka Allah akan memberinya pahala yang besar,” yang besarnya hanya diketahui oleh yang memberi.
Sumber: https://tafsirweb.com/9722-surat-al-fath-ayat-10.html
Tafsir Al-Wajiz
10. Sesungguhnya orang-orang berjanji setia kepadamu dengan keridhaan wahai nabi saat perjanjian Hudaibiyah untuk tetap berjihad melawan kafir Quraisy itu juga berjanji setia kepada Allah. Berjanji kepada nabi itu layaknya berjanji kepada Allah.Tangan Allah di atas mereka. Maknanya yaitu bahwa Allah menerima janji mereka dan ini perupakan penegas bagi suatu perjanjian. Barang siapa melanggar perjanjian, maka sesungguhnya dia juga merusah dirinya sendiri.Maknanya malapetaka dan keburukan akan menimpanya. Namun orang yang setia dengan janjinya dengan tetap menatap peperangan dan tetap melawan musuh maka Allah akan memberinya pahala yang agung yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/9722-surat-al-fath-ayat-10.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 8-10 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabiNya, Muhammad ﷺ: (Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi) yaitu terhadap semua makhluk (pembawa berita gembira) kepada orang-orang yang beriman (Dan pemberi peringatan) yaitu terhadap orang-orang kafir. Tafsir tentang ini telah dijelaskan dalam surah Al-Ahzab (supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan agama-(Nya)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud adalah mengagungkanNya (membesarkan-Nya) dari kata “at-tauqir” yaitu menghormati, memuliakan, dan mengagungkan (dan bertasbih kepada-Nya) yaitu menyucikan nama Allah سبحانه وتعالى (di waktu pagi dan petang) yaitu pada permulaan dan penghujung siang. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya ﷺ dengan maksud memuliakan, mengagungkan dan memuliakannya: (Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah) sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah) (Surah An-Nisa: 80). (Tangan Allah di atas tangan mereka) yaitu Dia selalu hadir bersama mereka, mendengar perkataan mereka, melihat tempat mereka, mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan apa yang mereka tampakkan.Sebenarnya Dialah Dzat yang membaiat, melalui Rasulullah ﷺ. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah?Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (111)) (Surah At-Taubah) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang Al-Hajar,“Demi Allah, sungguh Allah سبحانه وتعالى akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan mempunyai dua mata yang dapat melihat dan lisan yang berbicara, lalu dia membela orang yang pernah menyentuhnya dengan benar.Maka barangsiapa yang menyentuhnya, berarti dia telah berjanji setia kepada Allah سبحانه وتعالى” Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firmanNya: (Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka) Oleh karena itu maka Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri) yaitu sesungguhnya akibat dari hal itu akan menimpa dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kaya daripada dia (dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar) yaitu pahala yang melimpah. Baiat ini ini adalah baiat Ridwan, yang dilakukan di bawah pohon Samurah di Hudaibiyah. Dan para sahabat yang berbaiat kepada Rasulullah ﷺ saat itu dikatakan bahwa jumlahnya adalah seribu tiga ratus orang.Dikatakan juga bahwa jumlahnya adalah empat ratus orang. Dikatakan juga lima ratus orang, tetapi pendapat yang pertengahan adalah yang paling benar. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang pujian terhadap mereka: (Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka; maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar (10)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat lain: (Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) (18)) (Surah Al-Fath)
Sumber: https://tafsirweb.com/9722-surat-al-fath-ayat-10.html
Informasi
Surat
الفتح (Al-Fath)
Kemenangan — 29 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
10 dari 29 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 512
Ruku
Ruku 446
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 102 (204/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4593 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-48