الفتح (Al-Fath)

Per AyatMushaf
سَيَقُوْلُ
akan mengatakan
لَكَ
kepadamu
الْمُخَلَّفُوْنَ
mereka tertinggal
مِنَ
dari
الْاَعْرَابِ
orang-orang arab dusun
شَغَلَتْنَآ
telah menyibukkan kami
اَمْوَالُنَا
harta kami
وَاَهْلُوْنَا
dan keluarga kami
فَاسْتَغْفِرْ
maka mohon ampunan
لَنَا
bagi kami
ۚيَقُوْلُوْنَ
mereka berkata
بِاَلْسِنَتِهِمْ
dengan lisan mereka
مَّا
apa yang
لَيْسَ
tidak ada
فِيْ
dalam
قُلُوْبِهِمْۗ
hati mereka
قُلْ
katakanlah
فَمَنْ
maka siapakah
يَّمْلِكُ
memiliki/kuasa
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
شَيْـًٔا
sedikitpun
اِنْ
jika
اَرَادَ
Dia menghendaki
بِكُمْ
dengan/untuk kalian
ضَرًّا
mudharat/bahaya
اَوْ
atau
اَرَادَ
Dia menghendaki
بِكُمْ
dengan/untuk kalian
نَفْعًا
manfaat
ۗبَلْ
bahkan
كَانَ
adalah
اللّٰهُ
Allah
بِمَا
terhadap apa
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
خَبِيْرًا
Maha Mengetahui
﴿١١﴾
Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”
4594 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Akan berkata kepadamu (wahai Nabi) orang-orang yang menolak berangkat bersamamu ke makkah dari kalangan orang-orang Arab Badui, jika kamu menegur mereka, “Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu untuk kami atas ketertinggalan kami.” Mereka mengucapkannya dengan lisan mereka tanpa diyakini oleh hati mereka. Katakanlah kepada mereka, “Siapa yang memiliki kesanggupan untuk melindungi kalian dari Allah bila Allah menginginkan keburukan atau kebaikan atas kalian?” perkaranya tidak sebagaimana yang dikira oleh orang-orang munafik itu, bahwa Allah tidak mengetahui apa yang mereka simpan dalam dada mereka, yaitu kemunafikan, sebaliknya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan, tidak ada sedikitpun dari amal-amal makhlukNya yang samar bagiNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9723-surat-al-fath-ayat-11.html

Tafsir as-Sa'di

11-13. Allah mencela mereka yang tidak ikut jihad bersama Rasulullah dari kalangan orang-orang pedalaman (badui), mereka yang imannya lemah, di hati mereka terdapat penyakit dan berburuk sangka terhadap Allah, dimana mereka akan datang mengajukan alasan, yaitu alasan harta dan keluarga mereka menyibukkan mereka untuk pergi berjihad di jalan Allah. Mereka juga mengharap supaya Rasulullah memintakan ampunan untuk mereka, Allah berfirman, “Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.” Karena permintaan istigfar mereka dari Rasulullah menunjukkan penyesalan mereka serta mereka mengakui dosa mereka, perbuatan mereka yang tidak mengikuti jihad itu memerlukan taubat dan istigfar.Andai saja hal itu terdapat dalam hati mereka, tentu istigfar yang dilakukan Rasulullah bermanfaat bagi mereka, karena mereka bertaubat dan kembali kepada Allah, namun adanya mereka tidak ikut pergi jihad adalah karena berburuk sangka terhadap Allah, mereka mengira, “bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin sekali-sekali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya.” Artinya, mereka akan terbunuh. Dugaan ini tetap menghiasi hati mereka, hati mereka juga tenang dengan dugaan itu hingga menguat. Hal itu disebabkan oleh dua hal: Pertama, karena mereka adalah “kaum yang binasa,” artinya kaum yang celaka, yang tidak ada kebaikannya.Andai saja pada diri mereka terdapat kebaikan, tentu penyakit ini tidak terdapat dalam hati mereka. Kedua, lemahnya keimanan serta keyakinan mereka terhadap janji Allah serta tiidak menolong agamaNya dan menjunjung kalimatNya. Karena itulah Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya,” artinya, maka ia adalah orang kafir yang berhak menerima azab. “Maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernayala-nyala.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9723-surat-al-fath-ayat-11.html

Tafsir Al-Wajiz

11. Orang-orang Baduwi di sekitar Madinah yang tidak ikut denganmu menuju perjanjian Hudaibiyah atau menuju Mekah untuk umrah, yaitu orang Islam dari kabilah Juhainah, Ghifar, Asyja’ dan Dzayyal itu beralasan sibuk dengan urusan harta dan keluarga mereka yaitu istri dan anak mereka sehingga tidak bisa keluar mengikutimu. Mereka akan berkata kepadamu wahai Rasulallah: “Tidak ada yang menjaga mereka (harta dan keluarga kami) jadi mintakanlah ampun kepada Allah untuk kami karena tidak dapat ikut denganmu” Kemudian Allah mengabaikan permohonan ampun mereka.Sesungguhnya mereka mengatakan hal itu hanya dengan lisan mereka dan tidak mengatakan yang sebenarnya sesuai yang ada dalam hati mereka, yaitu suatu kepura-puraan. Maka katakanlah wahai nabi: “Lalu siapa yang akan mencegah apa yang dikehendaki Allah untuk kalian baik itu kebaikan atau keburukan? Maknanya tidak ada satupun yang dapat menghalang-halangi kehendakNya bagi kalian, jika itu berupa kemudharatan bagi kalian yang lebih memilih keluarga, harta benda dan diri sendiri.Kemudharatan itu bisa jadi pembunuhan, kehancuran, keadaan buruk dan kehilangan. Atau jika Allah menghendaki kemanfaatan kalian dengan melindungi diri harta benda dan keluarga kalian, memudahkan kalian untuk mendapatkan harta dari rampasan perang atau mewujudkan kemenangan atas pertolonganNya, namun Allah adalah Dzat yang Maha Membeitahu tentang amal ibadah kalian. Tidak ada yang dapat disembunyikan dariNya”.FirmanNya {faman yamliku} adalah istifham yang bermakna nafi. Maknanya tidak ada yang menghalang-halangi untuk kalian. {Bal} berfungsi untuk berpindah dari suatu perkara ke perkara lainnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9723-surat-al-fath-ayat-11.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 11-14 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang alasan orang-orang yang tertinggal dari kalangan orang-orang Arab Badui yang lebih memilih tetap tinggal di tempat kediaman mereka bersama keluarga dan kesibukan mereka, dan menolak berjalan bersama Rasulullah ﷺ. Jadi mereka beralasan dengan kesibukan mereka dalam urusan itu dan meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memohonkan ampun kepada Allah bagi mereka. Itulah ucapan mereka yang bukan timbul dari ketulusan hati, melainkan hanya sekedar basa-basi.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka mengucapkan dengan lisannya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu?") yaitu tidak ada seorang pun yang dapat menolak apa yang dikehendaki Allah terhadap kalian. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah, Dia Maha Mengetahui semua rahasia sekalipun kalian menutup-nutupinya dan berbasa-basi. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) Kemudian Allah berfirman: (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya) yaitu ketertinggalan kalian bukanlah ketertinggalan yang beralasan, bukan pula sikap durhaka, melainkan kemunafikan (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya) yaitu kalian mengira bahwa mereka akan terbunuh dan binasa semua tanpa ada seorang pun yang selamat (dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa) yaitu kaum yang binasa.Pendapat itu Mujahid dan lainnya. Qatadah berkata bahwa artinya adalah orang-orang yang rusak. Dikatakan bahwa itu adalah bahasa Oman.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul­Nya) yaitu barangsiapa yang tidak ikhlas dalam beramal dalam lahir dan batinnya, maka sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى akan mengazabnya dalam neraka yang menyala-nyala, sekalipun mereka secara lahir menampakkan kepada orang lain hal yang bertentangan dengan apa yang tersimpan di dalam hati mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Menentukan, Maha Merajai, dan Maha Mengatur semua penduduk langit dan bumi (Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu bagi siapa yang bertaubat, kembali dan tunduk patuh kepadaNya

Sumber: https://tafsirweb.com/9723-surat-al-fath-ayat-11.html

Informasi

Surat

الفتح (Al-Fath)

Kemenangan — 29 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

11 dari 29 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 512

Ruku

Ruku 447

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 102 (204/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4594 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-48