الحجرٰت (Al-Hujurat)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَغُضُّوْنَ
merendahkan
اَصْوَاتَهُمْ
suara mereka
عِنْدَ
di sisi
رَسُوْلِ
rasul
اللّٰهِ
Allah
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
امْتَحَنَ
menguji
اللّٰهُ
Allah
قُلُوْبَهُمْ
hati mereka
لِلتَّقْوٰىۗ
untuk bertakwa
لَهُمْ
bagi mereka
مَّغْفِرَةٌ
ampunan
وَّاَجْرٌ
dan pahala
عَظِيْمٌ
besar
﴿٣﴾
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
4615 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suara mereka di depan Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang Allah uji hati mereka dan Allah memilihnya untuk menerima takwa. Bagi mereka ampunan dari dosa-dosa mereka dan pahala yang besar, yaitu surga.

Sumber: https://tafsirweb.com/9773-surat-al-hujurat-ayat-3.html

Tafsir as-Sa'di

3. Kemudian Allah memuji orang yang merendahkan suaranya di hadapan Rasulullah bahwasanya Allah menyebutkan bahwa orang seperti ini hatinya tengah diuji untuk ketakwaan sehingga hasilnya bisa terlihat dengan jelas, yaitu hati mereka menjadi layak untuk bertakwa. Selanjutnya Allah menjanjikan ampunan bagi dosanya yang mencakup lenyapnya keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan serta bisa mendatangkan pahala besar yang sifatnya tidak diketahui kecuali hanya Allah semata, yang mencakup didapatkannya semua hal yang diinginkan.Disini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah menguji hati dengan perintah, larangan dan ujian. Siapa pun yang terus menunaikan perintah Allah, mencari ridhaNya, menyegerakan hal itu serta mendahulukannya di atas keinginannya, maka ia akan terpilih untuk diberi ketakwaan sehingga hatinya layak untuk bertakwa, namun siapa pun yang tidak seperti itu, maka bisa diketahui bahwa orang itu tidak layak untuk bertakwa.

Sumber: https://tafsirweb.com/9773-surat-al-hujurat-ayat-3.html

Tafsir Al-Wajiz

3. Sesungguhnya orang-orang yang memelankan suaranya saat berbicara dengan rasulallah itu sedang bersopan santun dengannya. Allah melatih hati mereka agar mampu memikul penderitaan dan beban sehingga mereka dapat ikhlas dalam bertakwa, yaitu berlaku taat dan menajauhi maksiat.Bagi mereka itu ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang agung sebagai balasan atas ketaatan mereka. Ayat ini diturunkan untuk Tsabit bin Qais yang duduk menangi karena takut meninggikan suaranya di atas suara nabi, karena dia memiliki suara yang lantang. Kemudian Rasulallah ﷺ memanggilnya dan bertanya kepadanya: “Apakah kamu ridha jika dirimu hidup terhormat, mati syahid dan masuk surga?” Dia menjawab: “Aku ridha dan aku tidak akan pernah meninggikan suaraku di atas suara rasulallah ﷺ” Kemudian Allah menurunkan ayat {Innalladziina yaghudhuuna}

Sumber: https://tafsirweb.com/9773-surat-al-hujurat-ayat-3.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-3 Melalui ayat-ayat ini Allah سبحانه وتعالى mengajarkan etika kepada para hambaNya yang beriman dalam bermuamalah dengan Rasulullah ﷺ berupa menghormati, memuliakan, dan mengagungkan beliau ﷺ, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya,1 dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (1)) yaitu, janganlah kalian tergesa-gesa dalam segala sesuatu di hadapannya, yakni sebelum beliau, bahkan hendaknya kalian mengikuti beliau dalam segala urusan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya) yaitu janganlah mengatakan hal yang bertentangan dengan kitab Allah dan sunnah.Mujahid berkata,"Janganlah meminta fatwa kepada Rasulullah ﷺ tentang suatu perkara, sebelum Allah سبحانه وتعالى menyelesaikannya melalui lisannya" Firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi) Ini merupakan etika lainnya dimana Allah mendidik hamba-hambaNya yang beriman agar mereka tidak meninggikan suaranya di hadapan Nabi ﷺ lebih tinggi daripada suara beliau. Para ulama berkata bahwa makruh meninggikan suara di hadapan kuburan Nabi ﷺ sebagaimana hal itu dimakruhkan saat beliau ﷺ masih hidup. Karena sesungguhnya beliau ﷺ tetap dimuliakan, baik semasa hidup maupun sesudah wafatnya untuk selamanya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى melarang orang-orang mukmin berbicara kepada beliau dengan suara keras sebagaimana seseorang berbicara dengan temannya, bahkan dia harus bersikap tenang, menghormati, dan memuliakan beliau saat berbicara. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain) Sebagaimana Allah berfirman: (Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)) (Surah An-Nur: 63) Firman Allah: (supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari) yaitu sesungguhnya Kami melarang kalian meninggikan suara di hadapan Nabi ﷺ karena dikhawatirkan beliau akan marah, sehingga Allah juga marah karena kemarahan beliau.Sehingga amal baik orang yang membuatnya marah akan dihapus, dan dia tidak menyadarinya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menganjurkan kepada orang-orang mukmin agar merendahkan suaranya di hadapan Nabi ﷺ dan Allah mendorong, membimbing, dan menganjurkan mereka untuk melakukannya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa) yaitu paling tulus dalam melakukannya dan menjadikannya sebagai ahli dan tempat untuk takwa (Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar)

Sumber: https://tafsirweb.com/9773-surat-al-hujurat-ayat-3.html

Informasi

Surat

الحجرٰت (Al-Hujurat)

Kamar-Kamar — 18 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

3 dari 18 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 515

Ruku

Ruku 450

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 103 (206/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4615 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-49