الحجرٰت (Al-Hujurat)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْٓا
beriman
اِنْ
jika
جَاۤءَكُمْ
datang kepadamu
فَاسِقٌۢ
orang fasik
بِنَبَاٍ
dengan berita
فَتَبَيَّنُوْٓا
maka jelaskan
اَنْ
jika
تُصِيْبُوْا
kamu (tidak) menimpakan
قَوْمًاۢ
kaum
بِجَهَالَةٍ
karena kebodohan/tidak tahu
فَتُصْبِحُوْا
maka jadilah kamu
عَلٰى
atas
مَا
apa
فَعَلْتُمْ
perbuatanmu
نٰدِمِيْنَ
orang-orang yang menyesal
﴿٦﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
4618 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila orang fasik datang kepada kalian dengan membawa sebuah berita, maka periksalah beritanya sebelum membenarkan dan menukilnya agar kalian mengetahui kebenarannya, dihawatirkan kalian bisa melakukan tindakan zhalim terhadap suatu kaum yang tidak bersalah, akibatnya kalian akan menyesalinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9776-surat-al-hujurat-ayat-6.html

Tafsir as-Sa'di

6. Ini juga merupakan adab dan sopan santun yang harus diteladani dan dilakukan oleh orang-orang yang berakal, yaitu ketika ada orang yang fasik membawa suatu berita, hendaklah berita itu dicek dan tidak diterima begitu saja, karena hal itu bisa menimbulkan bahaya yang besar serta menjerumuskan dalam lembah dosa. Karena berita yang dibawa orang fasik itu jika disamakan dengan berita yang dibawa orang terpercaya dan lurus serta hukumnya dilakukan berdasarkan berita tersebut, maka hal itu akan membahayakan jiwa dan harta tanpa haknya disebabkan oleh berita itu yang menimbulkan penyesalan.Yang harus dilakukan ketika ada berita yang dibawa orang fasik adalah dicek dan diperjelas, jika terdapat berbagai bukti serta indikasi atas kebenaran berita itu, maka diamalkan dan dipercayai, namun jika berbagai bukti serta indikasi menunjukkan kebohongan berita itu, maka tidak boleh dilaksanakan dan harus didustakan. Di sini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa berita orang jujur itu bisa diterima, berita pendusta ditolak, sedangkan berita orang fasik harus ditahan terlebih dahulu sebagaimana yang telah dijelasan di atas. Karena itulah banyak ulama salaf yang menerima riwayat orang-orang Khawarij yang dikenal sebagai orang-orang jujur meski mereka adalah orang-orang fasik.

Sumber: https://tafsirweb.com/9776-surat-al-hujurat-ayat-6.html

Tafsir Al-Wajiz

6. Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mendapatkan berita penting dari orang fasik yang telah menyimpang dari batas-batas agama maka jangan tergesa-gesa untuk percaya, namun carilah penjelasan sebenarnya dan pastikanlah kebenaran berita itu sebelum terpengaruh olehnya. Dikhawatirkan kalian yang merupakan kaum tidak bersalah ikut tertimpa keburukan dan hal-hal yang makruh sehingga kalian menyesal dan bersedih atas kesalahan yang kalian perbuat dan berharap hal itu tidak pernah terjadi.Ayat ini diturunkan untuk Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith yang diutus Rasulallah ﷺ kepada Bani Mushthaliq sebagai orang kepercayaan (untuk mengambil zakat kambing). Saat mereka mendengar hal itu, mereka mendekatinya, lalu ‘Uqbah takut dengan mereka dan kembali. Dia berkata: “Sesungguhnya kaum itu ingin membunuhku dan mencegah sedekah mereka”, Lalu Rasulallah ﷺ ingin menyerang mereka, kemudian datanglah utusan mereka dan berkata: “Wahai Rasulallah, kami mendengar utusanmu, lalu kami mendekatinya untuk memuliakannya dan mau melaksanakan apa yang dia sampaikan, yaitu sedekah.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9776-surat-al-hujurat-ayat-6.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 6-8 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk memeriksa berita orang fasik, dan hendaklah mereka bersikap hati-hati dan tidak menerima ucapannya, bisa saja dalam hal itu dia berdusta dan salah. Jadi orang yang menerima begitu saja berita darinya, maka sungguh dia mengikuti jejaknya. Sedangkan Allah سبحانه وتعالى melarang mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah) yaitu ketahuilah bahwa di antara kalian terdapat Rasulullah ﷺ, maka hormatilah, muliakanlah, dan bersopan santunlah saat berhadapan dengan beliau, dan turutilah perintah beliau, karena sesungguhnya beliau lebih mengetahui kemaslahatan kalian dan lebih sayang kepada kalian daripada kalian sendiri. Dan pendapat beliau untuk kalian lebih sempurna daripada pendapat kalian untuk diri kalian sendiri. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri) (Surah Al-Ahzab: 6) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa pendapat mereka sia-sia jika ditinjau dari kemaslahatan mereka.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan) yaitu sekiranya beliau menuruti kalian dalam semua apa yang kalian pilih, maka hal itu akan mengakibatkan kalian mengalami kesusahan dan merasa berdosa. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan (71)) (Surah Al-Mu’minun) Firman Allah: (tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu) yaitu menjadikan iman itu dicintai hati kalian dan memperindahnya (serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan) yaitu Allah menjadikan hatimu membenci kekafiran dan kefasikan yaitu dosa-dosa besar dan kemaksiatan yaitu semua perbuatan maksiat, ini merupakan kesempurnaan nikmat yang bertingkat-tingkat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus) yaitu, orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang-orang yang diberi petunjuk dimana Allah telah menganugerahkan hal ini kepada mereka. Kemudian Allah berfirman: (sebagai karunia dan nikmat dari Allah) yaitu pemberian yang telah diberikan kepada kalian ini merupakan karunia dan nikmat dariNya (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapat petunjuk dan siapa yang berhak mendapat kesesatan, dan Maha Bijaksana dalam semua firman, perbuatan, syariat, dan takdirNya

Sumber: https://tafsirweb.com/9776-surat-al-hujurat-ayat-6.html

Informasi

Surat

الحجرٰت (Al-Hujurat)

Kamar-Kamar — 18 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

6 dari 18 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 516

Ruku

Ruku 450

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 103 (206/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4618 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-49