الحجرٰت (Al-Hujurat)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
jangan
يَسْخَرْ
memperolok-olok
قَوْمٌ
suatu kamu
مِّنْ
dari
قَوْمٍ
suatu kamu
عَسٰٓى
boleh jadi
اَنْ
bahwa
يَّكُوْنُوْا
adalah mereka
خَيْرًا
lebih baik
مِّنْهُمْ
dari pada mereka
وَلَا
dan jangan
نِسَاۤءٌ
wanita
مِّنْ
dari
نِّسَاۤءٍ
wanita
عَسٰٓى
boleh jadi
اَنْ
bahwa
يَّكُنَّ
mereka adalah
خَيْرًا
lebih baik
مِّنْهُنَّۚ
dari mereka
وَلَا
dan jangan
تَلْمِزُوْٓا
kamu mencela
اَنْفُسَكُمْ
diri kalian sendiri
وَلَا
dan jangan
تَنَابَزُوْا
kamu panggil memanggil
بِالْاَلْقَابِۗ
dengan julukan
بِئْسَ
seburuk-buruk
الِاسْمُ
nama
الْفُسُوْقُ
fasik
بَعْدَ
sesudah
الْاِيْمَانِۚ
keimanan
وَمَنْ
dan barang siapa
لَّمْ
tidak
يَتُبْ
berbuat
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
﴿١١﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
4623 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah orang-orang Mukmin mengejek orang-orang Mukmin lainnya, karena boleh jadi orang-orang yang diejek adalah lebih baik daripada yang mengejek. Dan janganlah wanita-wanita yang beriman mengejek janganlah wanita-wanita yang beriman lainnya, karena boleh jadi orang-orang yang diejek adalah lebih baik daripada yang mengejek. Janganlah pula sebagian dari kalian mencela sebagian lainnya, jangan pula sebagian dari kalian memanggil memanggil sebagian yang lain dengan panggilan (gelar) yang dia benci.Seburuk-buruk nama dan sifat adalah kefasikan, yaitu penghinaan, perendahan dan pemanggilan dengan gelar buruk, sesudah kalian masuk Islam dan memahaminya. Barangsiapa tidak bertaubat dari penghinaan, perendahan dan pemanggilan dengan julukan buruk, maka mereka adalah orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan melanggar larangan-larangan ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/9781-surat-al-hujurat-ayat-11.html
Tafsir as-Sa'di
11. Ini juga merupakan hak-hak di antara sesame kaum Mukminin, yaitu agar “janganlah suatu kaum mengolol-olokkan kaum yang lain,” dengan perkataan, ucapan, maupun perbuatan yang menunjukkan sikap menghina sesame saudara Muslim, karena hal itu haram dan tidak diperbolehkan. Menghina menunjukkan rasa kagum pihak yang menghina terhadap dirinya sendiri yang bisa saja pihak yang dihina lebih baik dari yang menghina dan itulah yang lazim terjadi, sebab penghinaan itu hanya dilakukan oleh orang yang hatinya dipenuhi akhlak-akhlak tidak baik dan tercela, jauh dari akhlak-akhlak yang baik.Oleh karena itu Nabi bersabda "cukuplah seorang berbuat bburuk saat dia mencela saudaranya sesame muslim" (HR. Muslim No. 2564) Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri,” artinya, janganlah kalian saling mencela. ‘allamzu’ adalah mencela dengan perkataan, sedangkan ‘alhamzu’ adalah mencela dengan perbuatan.Keduanya terlarang dan haram serta diancam akan dimasukkan ke dalam neraka bagi yang melakukannya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela," Al humazah:1. Seorang muslim disebut sebagai diri bagi saudaranya karena orang-orang yang beriman itu seharusnya seperti itu kondisiinya, laksana satu tubuh (satu diri), jika ada seorang Mukmin yang menghina saudaranya, maka hal itu mengharuskan yang lain untuk menghinanya juga, sehingga dialah yang menyebabkannya. “Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” Artinya, janganlah salah satu dari kalian menghina saudaranya dan jangan memberinya julukan yang tidak disukai.Inilah yang disebutkan sebagai pemberian julukan yang terpuji tidak termasuk dalam ayat ini. “Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman.” Maksudnya, perbuatan yang paling buruk adalah merubah keimanan dan pengamalan syariat yang di antaranya mengharuskan kita untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan dengan nama yang tidak baik serta berbuat durhaka yaitu disebut sebagai ‘attanaabuzu’ (saling memberikan julukan yang tidak baik). “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” Inilah yang wajib dilakukan oleh setiap hamba, yaitu bertaubat kepada Allah serta membebaskan diri dari tanggungan hak saudaranya dengan cara meminta dihalalkan serta memohon ampunan dan memuji yang bersangkutan sebagai kompensasi atas celaan yang dilakukan terhadapnya. “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim,” terdapat dua golongan manusia; zhalim terhadap dirinya tapi tidak bertaubat dan orang yang bertaubat yang mendapatkan keberuntungan. Tidak ada golongan yang lain.
Sumber: https://tafsirweb.com/9781-surat-al-hujurat-ayat-11.html
Tafsir Al-Wajiz
11. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kelompok laki-laki kalian merendahkan yang lainnya. Bisa jadi, orang-orang yang direndahkan itu lebih baik di sisi Allah daripada orang-orang yang merendahkan.Suatu kelompok perempuan juga jangan merendahkan kelompok lainnya. Bisa jadi yang direndahkan itu lebih baik dari yang merendahkan. Janganlah kalian saling menghujat satu sama lain dengan perkataan ataupun isyarat.Janganlah juga kalian memberi julukan dengan julukan-julukan yang buruk dan tidak disukai. Seburuk-buruk penamaan seseorang adalah panggilan fasik dan kafir, sedangkan dia beriman. Barangsiapa tidak bertaubat dari apa yang dilarang oleh Allah, maka mereka adalah orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri dengan menyiapkannya untuk diazab.Ayat imi diturunkan untuk utusan Bani Tamim yang diingatkan dengan surah yang membahas tentang perkara mereka. Mereka mengolok-olok sahabat-sahabat yang fakir, saat melihat kondisi pakaian mereka. Ayat ini juga diturunkan bagi orang-orang beriman yang ada di antara mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9781-surat-al-hujurat-ayat-11.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 11 Allah سبحانه وتعالى melarang menghina orang lain, yaitu meremehkan dan mengolok-olok mereka. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Takabur itu adalah menentang kebenaran dan meremehkan orang lain, (menurut riwayat yang lain) dan menghina orang lain” Makna yang dimaksud adalah menghina dan meremehkan mereka. Hal ini diharamkan karena barangkali orang yang diremehkan lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan lebih disukai olehNya daripada orang yang meremehkannya.Oleh karena itu Allah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olokkan)) Secara nash itu untuk laki-laki, lalu dihubungkan dengan wanita.Firman Allah: (dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri) yaitu janganlah mencela orang lain. Pengumpat dan pencela dari kalangan lelaki adalah orang-orang yang tercela dan dilaknat, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (1)) (Surah Al-Humazah) “Al-hamz” adalah celaan dengan perbuatan, sedangkan “al-lamz” adalah celaan dengan lisan.Sebagaimana Allah berfirman: (yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah (11)) (Surah Al-Qalam) yaitu meremehkan, mencela, dan berbuat melampaui batas terhadap orang lain, serta berjalan ke sana kemari menghamburkan fitnah mengadu domba, yaitu mencela dengan lisan.Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri) Sebagaimana Allah berfirman: (Dan janganlah kamu membunuh dirimu) (Surah An-Nisa: 29) yaitu janganlah sebagian kalian membunuh sebagian lain.Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri) yaitu, janganlah sebagian kalian mencela sebagian lain. Firman Allah: (dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk) yaitu janganlah memanggil orang lain dengan gelar yang buruk, yaitu yang buruk tidak enak didengar olehnya. Firman Allah: (Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman) yaitu Seburuk-buruk sifat dan nama adalah yang mengandung kefasikan yaitu panggilan dengan gelar-gelar yang buruk, sebagaimana yang biasa dilakukan di masa Jahiliyah jika saling memanggil di antara mereka, kemudian setelah kalian masuk Islam dan berakal, (dan barangsiapa yang tidak bertaubat) dari hal ini (maka mereka itulah orang-orang yang zalim)
Sumber: https://tafsirweb.com/9781-surat-al-hujurat-ayat-11.html
Informasi
Surat
الحجرٰت (Al-Hujurat)
Kamar-Kamar — 18 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
11 dari 18 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 516
Ruku
Ruku 451
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 103 (206/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4623 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-49