ق (Qaf)
Per AyatMushaf
قَدْ
sesungguhnya
عَلِمْنَا
Kami mengetahui
مَا
apa yang
تَنْقُصُ
merusak
الْاَرْضُ
bumi
مِنْهُمْ
dari mereka
ۚوَعِنْدَنَا
dan di sisi Kami
كِتٰبٌ
kitab
حَفِيْظٌ
penjaga
﴿٤﴾
Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan bumi dari (tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik.
4634 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh Kami mengetahui bahwa bumi tidak mengurangi dan menghancurkan jasad mereka. Kami punya kitab yang tejaga dari pergantian dan perubahan, yang mencatat apa yang terjadi pada mereka dalam hidup mereka dan sesudah mereka mati.
Sumber: https://tafsirweb.com/9810-surat-qaf-ayat-4.html
Tafsir as-Sa'di
3-4. Kemudian Allah menyebutkan alasan mengapa merasa heran, Allah berfirman (tentang ucapan mereka), “Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi), itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.” Mereka menyamakan Kuasa Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan Mahasempurna dari segala hal, dengan kuasa manusia yang memerlukan pertolongan dan lemah dalam berbagai hal.Mereka menyamakan orang bodoh yang tidak mengetahui apa pun, dengan Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, yang mengetahui “apa yang dihancurkan oleh bumi,” berupa jasad-jasad mereka selama mereka berada di alam barzakh. Dan Allah telah mencatat semua yang terjadi pada mereka, baik ketika mereka hidup maupun setelah mati, itulah catatan di sisi Allah yang terjaga dari perubahan dan penggantian. Ini adalah sebagai bukti sempurnanya ilmu Allah yang hanya Dia semata yang mengetahui segala sesuatu, Dia mampu untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati.
Sumber: https://tafsirweb.com/9810-surat-qaf-ayat-4.html
Tafsir Al-Wajiz
4. Allah menjawabi mereka, sesungguhnya kami mengetahui apa yang dimakan bumi dari jasadmu setelah mati. Tidak ada yang tersembunyi dari kami.Kami memiliki catatan rinci lagi menyeluruh yang menyimpan (informasi) tentang segala sesuatu dan perbuatan. Itu adalah Lauhil Mahfudz
Sumber: https://tafsirweb.com/9810-surat-qaf-ayat-4.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-5 (Qaf) salah satu dari huruf Hijaiyah yang telah disebutkan pada permulaan surah-surah Al-Qur'an, sebagaimana firmanNya (Shad), (Nun), (Alif Lam Mim), (Ha Mim), (Tha Sin), dan lainnya. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan lainnya Pembahasannya telah kami jelaskan dalam permulaan surah Al-Baqarah sehingga tidak perlu diulangi lagi. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Demi Al-Qur'an yang sangat mulia) yaitu sangat mulia dan agung (yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Para ulama berbeda pendapat tentang dengan jawab dari qasam itu, apakah itu?.Ibnu Jarir meriwayatkan dari sebagian ulama Nahwu bahwa jawab qasamnya adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat) (4)) Pendapat ini perlu ditinjau, bahkan sebenarnya jawab qasamnya terkandung di dalam kalimat setelahnya, yaitu menetapkan kenabian dan hari kiamat, yaitu mengukuhkan dan meyakinkan keberadaannya, sekalipun hal itu tidak disebutkan secara lafazh. Hal ini banyak dalam qasam-qasam yang ada dalam Al-Qur'an, seperti dalam firmanNya: (Shad, demi Al-Qur’an yang mempunyai keagungan (1) Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit (2)) (Surah Shad) Demikian juga di sini Allah berfirman: (Qaf. Demi Al-Qur'an yang sangat mulia (1) (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, "Ini adalah suatu yang amat ajaib” (2)) yaitu mereka merasa heran dengan adanya seorang rasul dari kalangan manusia yang diutus kepada mereka. sebagaimana firmanNya: (Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah peringatan kepada manusia”) (Surah Yunus: 2) yaitu hal ini bukanlah sesuatu yang mengherankan, karena sesungguhnya Allah memilih dari kalangan malaikat dan manusia menjadi utusanNya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang keheranan mereka tentang adanya hari kebangkitan yang mereka anggap mustahil keberadaannya (Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)? Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin) (3)) yaitu Mereka mengatakan, "Apakah jika kita telah mati dan menjadi tulang belulang serta semua tulang-tulang kita tercerai-berai, dan kita menjadi tanah, apakah mungkin setelah itu kita akan dihidupkan kembali seperti semua alam bentuk dan susunan yang sekarang ini?" (Itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin) yaitu mustahil terjadi. Makna yang dimaksud adalah mereka tidak meyakini adanya hari kebangkitan dan beranggapan bahwa itu mustahil.Maka Allah سبحانه وتعالى menjawab mereka: (Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka) yaitu, Kami mengetahui apa yang dimakan bumi dari tubuh-tubuh mereka yang telah hancur. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Kami dimanakah tubuh mereka dan menjadi apakah tubuh mereka (dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat)) yaitu yang mencatat semua itu. Ilmu Allah meliputi semuanya.Segala sesuatu telah dicatat dalam kitab di sisiNya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka) yaitu memakan daging, kulit, tulang, dan rambut mereka. Demikian juga dikatakan Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan lainnya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan penyebab kekafiran, keingkaran dan anggapan mustahil mereka terhadap hal yang tidak mustahil. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau (5)) Demikianlah keadaan setiap orang yang menyimpang dari kebenaran, bagaimanapun alasan yang dia katakan adalah kebathilan setelah itu. Kata “Al-marij” adalah pertentangan, kekacauan, kepalsuan, dan kemungkaran, sebagaimana firmanNya: (sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat (8) dipalingkan darinya (Rasul dan Al-Qur'an) orang yang dipalingkan (9)) (Surah Adz-Dzariyat)
Sumber: https://tafsirweb.com/9810-surat-qaf-ayat-4.html
Informasi
Surat
ق (Qaf)
Qaf — 45 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
4 dari 45 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 518
Ruku
Ruku 452
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 104 (207/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4634 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-50