اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
مَا
tidak
كَانَ
ada
اللّٰهُ
Allah
لِيَذَرَ
untuk membiarkan
الْمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
عَلٰى
atas
مَآ
tidak
اَنْتُمْ
kamu
عَلَيْهِ
atasnya
حَتّٰى
sehingga
يَمِيْزَ
Dia membedakan
الْخَبِيْثَ
yang buruk
مِنَ
dari
الطَّيِّبِ
baik
ۗ
وَمَا
dan tidak
كَانَ
ada
اللّٰهُ
Allah
لِيُطْلِعَكُمْ
untuk memperlihatkan kepadamu
عَلَى
atas
الْغَيْبِ
yang gaib
وَلٰكِنَّ
akan tetapi
اللّٰهَ
Allah
يَجْتَبِيْ
Dia memilih
مِنْ
dari
رُّسُلِهٖ
RasulNya
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۖ
فَاٰمِنُوْا
maka berimanlah
بِاللّٰهِ
kepada Allah
وَرُسُلِهٖ
dan Rasul-RasulNya
ۚ
وَاِنْ
dan jika
تُؤْمِنُوْا
kamu beriman
وَتَتَّقُوْا
dan kamu bertakwa
فَلَكُمْ
maka bagimu
اَجْرٌ
pahala
عَظِيْمٌ
besar
﴿١٧٩﴾
Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
472 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan kalian wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNYA serta melaksanakan syari’atNYA, dalam kondisi kalian ini, dari bercampurnya orang mukmin dari kalian bersama dengan orang munafik, sehingga DIA memisahkan yang buruk (orang munafik) dari yang baik(orang mukmin), sehingga orang munafik dapat diketahui jati dirinya dari orang mukmin yang benar.Dan dikarenakan hikmah Allah, DIA tidak akan memperlihatkan kepada kalian (wahai kaum mukminin), perkara ghaib yang DIA ketahui dari perkara hamba-hambaNYA, sehingga kalian bisa langsung mengenal siapa orang mukmin dan siapa orang munafik dari mereka. Akan tetapi,DIA memisahkan antara mereka melalui cobaan-cobaan dan bencana. Hanya saja Allah telah memilih dari rasul-rasulNYA yang DIA kehendaki,lalu DIA memberitahukan kepadanya beberapa dari isi hati sebagian mereka melalui wahyu dariNYA.Maka berimanlah kepada Allah dan rasulNYA. Dan jika kalian beriman dengan keimanan yang benar dan kalian bertakwa kepada tuhan kalian dengan menjalankan amal ketaatan kepadaNYA, niscaya kalian akan mendapatkan pahala agung disisi Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/1311-surat-ali-imran-ayat-179.html

Tafsir as-Sa'di

179. Maksudnya, bukanlah merupakan hikmah Allah bahwa Dia membiarkan kaum Mukminin berada dalam kondisi seperti yang kalian alami berupa campur-baur dan tidak ada pembedaan, hingga Allah memilah orang yang buruk dari yang baik, orang Mukmin dari orang munafik, orang yang benar dari orang yang dusta. Dan bukan merupakan hikmahNya juga bahwa hamba-hambaNya mengetahui hal ghaib yang Dia ketahui pada hambaNya, maka hikmah Allah yang agung menghendaki agar Allah menguji para hambaNya dan memberikan cobaan kepada mereka dengan perkara yang dapat membedakan antara yang buruk dari yang baik dengan beberapa bentuk ujian dan cobaan.Maka Allah mengutus para RasulNya dan memerintahkan mereka untuk taat, patuh, dan beriman kepada mereka. Lalu Allah menjanjikan kepada mereka atas keimanan dan ketakwaan itu dengan pahala yang besar. Maka terpecahlah manusia dari segi keikutsertaannya kepada Rasul menjadi dua bagian; orang-orang yang taat dan orang-orang yang durhaka, orang-orang yang Mukmin dan orang-orang yang munafik, dan orang-orang Muslim dan orang-orang yang kafir; agar hal itu mengakibatkan adanya pahala dan hukuman, dan agar tampaklah keadilan, kemuliaan, dan hikmahNya kepada makhlukNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1311-surat-ali-imran-ayat-179.html

Tafsir Al-Wajiz

179. Allah tidak akan membiarkan orang-orang mukmin bercampur dengan orang-orang munafik, sehingga pada saat perang Uhud, Dia memisahkan keburukan (orang munafik dan orang yang berbuat kemaksiatan) dan kebaikan (orang mukmin dan orang yang tidak bersalah) dengan memberikan cobaan. Dan Allah tidak memperlihatkan kepada kalian hal-hal yang ghaib, wahai orang-orang mukmin sehingga kalian bisa orang munafik dengan pandanganNya.Akan tetapi Allah memilih salah satu utusanNya, dan menunjukkan kepadanya hal yang ghaib itu lalu memisahkan antara kalian dan orang munafik. Maka berimanlah kepada Allah dan rasulNya dengan benar dan ikhlas. Jika kalian benar-benar beriman dan menghindari apa yang dimurkai Allah berupa kemunafikan dan semacamnya, maka bagi kalian itu pahala yang agung pada hari kiamat.Ayat ini turun ketika orang-orang munafik berkata: “Muhammad mengira bahwa dia tahu siapa yang beriman dan yang mengingkarinya. Namun kita bersamanya dan dia tidak menyadarinya” Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat ini

Sumber: https://tafsirweb.com/1311-surat-ali-imran-ayat-179.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 176-180 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ (Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir). Hal ini disebabkan karena kepedulian beliau terhadap umat manusia. Beliau merasa sedih melihat orang-orang kafir berusaha keras untuk menentang, keras kepala, dan membangkang.Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman “janganlah kamu bersedih karena hal itu (sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat) yaitu dengan hukumNya atas mereka, Dia menghendaki untuk tidak memberi mereka bagian di akhirat dengan kehendak dan kuasaNya. (dan bagi mereka azab yang besar) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberikan pemberitahuan yang pasti: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran) yaitu mereka menukar hal ini dengan hal itu, (sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun) akan tetapi mereka akan merugikan diri sendiri, (dan bagi mereka azab yang pedih). Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan (178)) sebagaimana firmanNya (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) (Surah Al-Mu'minun), (Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran).Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui (44)) (Surah Al-Qalam) dan (Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir (55)) (Surah At-Taubah).Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik) yaitu Dia pasti menetapkan sebab dari ujian itu, Dia menampakkan kepadanya pelindungnya dan menyingkap siapa musuhnya. Dia mengetahui orang mikmin yang sabar dan orang munafik yang durhaka yaitu melalui hal itu, bahwa perang Uhud yang digunakan oleh Allah untuk menguji orang-orang mukmin, sehingga tampak keimanan, kesabaran, kesungguhan, keteguhan dan ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya, serta memperlihatkan rahasia orang-orang munafik, sehingga tampak pertentangan, dan kepengecutan untuk berjihad, serta pengkhianatan mereka terhadap Allah dan RasulNya, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik) Mujahid berkata,”Dia memisahkan di antara mereka pada hari perang Uhud” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib) yaitu kalian tidak akan mengetahui tentang hal-hal ghaib di sisi Allah tentang makhlukNya sampai Allah memisahkan orang mukmin dari orang munafik, kecuali Dia menetapkan sebab-sebab yang mengungkapkan hal tersebut. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya) sebagaimana firmanNya ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu (26) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (27)) (Surah Al-Jinn) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya) yaitu taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan ikutilah apa yang telah disyariatkan untuk kalian. (dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka) yaitu janganlah orang bakhil itu berpikir bahwa mengumpulkan harta dunia itu akan memberinya manfaat. Sebaliknya, itu memberi mudharat baginya dalam agama dan barangkali dalam kehidupan dunianya. Kemudian Allah memberi tahu tentang hartanya pada hari kiamat.Dia berfirman: (Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat). Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang Allah berikan harta namun tidak mengeluarkan zakatnya maka pada hari qiyamat hartanya itu akan berubah wujud menjadi seekor ular jantan yang bertanduk dan memiliki dua taring lalu melilit orang itu pada hari kiamat lalu ular itu memakannya dengan kedua rahangnya, yaitu dengan mulutnya seraya berkata,: “Aku inilah hartamu, akulah harta simpananmu” Kemudian beliau membaca ayat ini: (Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya) Firman Allah: (Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi) yaitu seperti firmanNya (dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya) (Surah Al-Hadid: 7) sesungguhnya ssegala sesuatu, temoat kembalinya itu hanya kepada Allah سبحانه وتعالى, maka berikanlah sebagian dari harta kalian terhadap sesuatu yang memberi manfaat bagi kalian pada hari kalian kembali (kepadaNya) (Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu terhadap niat-niat dan rahasia-rahasia kalian

Sumber: https://tafsirweb.com/1311-surat-ali-imran-ayat-179.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

179 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 73

Ruku

Ruku 59

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (29/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-472 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3