اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
وَلَا
dan janganlah
يَحْسَبَنَّ
mengira
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَبْخَلُوْنَ
(mereka) kikir
بِمَآ
dengan apa (harta)
اٰتٰىهُمُ
memberikan kepada mereka
اللّٰهُ
Allah
مِنْ
dari
فَضْلِهٖ
karuniaNya
هُوَ
ia (kekikiran)
خَيْرًا
baik
لَّهُمْ
bagi mereka
ۗ
بَلْ
bahkan/tetapi
هُوَ
ia (kekikiran)
شَرٌّ
buruk
لَّهُمْ
bagi mereka
ۗ
سَيُطَوَّقُوْنَ
akan dikalungkan
مَا
apa
بَخِلُوْا
mereka kikirkan
بِهٖ
dengannya
يَوْمَ
pada hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
ۗ
وَلِلّٰهِ
dan kepunyaan Allah
مِيْرَاثُ
segala warisan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۗ
dan bumi
وَاللّٰهُ
dan kepunyaan Allah
بِمَا
dengan apa (harta)
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
خَبِيْرٌ
Maha mengetahui
ࣖ
﴿١٨٠﴾
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
473 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang telah Allah limpahkan kepada mereka sebagai keutamaan dariNYA mengira bahwa sesungguhnya sifat kikir itu lebih baik bagi mereka, bahkan sebaliknya sikap itu amat buruk bagi mereka,sebab sesungguhnya harta benda yang mereka kumpulkan itu akan menjadi beban pikulan yang dikalungkan di pundak-pundak mereka pada hari kiamat. Dan Allah ,DIA lah pemilik seluruh kerajaan dan DZat yang tetap kekal setelah kehancuran seluruh makhlukNYA. DIA maha mengetahui amal perbuatan kalian semuanya dan akan membalas tiap-tiap orang sesuai dengan ukuran yang berhak dia dapatkan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1312-surat-ali-imran-ayat-180.html

Tafsir as-Sa'di

180. Maksudnya, janganlah orang-orang yang bakhil itu menyangka, yaitu orang yang menahan sesuatu yang mereka miliki dari sesuatu yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka berupa karuniaNya seperti harta, kedudukan, ilmu dan sebagainya, yang telah Allah berikan dan Allah anugerahkan kepada mereka, dan Allah memerintahkan kepada mereka untuk mendermakan harta yang tidak akan memudaratkan mereka disebabkannya kepada hamba-hambaNya yang lain, namun mereka bakhil akan hal tersebut, mereka menahannya dari hamba-hamba Allah, dan mereka berpikir bahwa itu lebih baik buat mereka. Akan tetapi itu justru lebih buruk buat mereka dalam agama dan dunia mereka, sekarang maupun nanti. “Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya pada Hari Kiamat.” Maksudnya, Allah akan menjadikan harta yang mereka bakhilkan itu sebagai kalung pada leher-leher mereka seraya mereka disiksa dengannya sebagaimana tercantum dalam hadits shohih "bahwasanya orang yang bakhil hartanya akan berubah menjadi ular "syuja'ul Aqro" pada hari kiamat, dia punya dua taring dia akan melilit orang itu dan berkata kepadanya 'aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu'.Lalu Rasulullah membaca ayat ini untuk membenarkannya. Orang-orang bakhil itu menyangka bahwa kebakhilan mereka berguna bagi mereka dan akan menyelamatkan mereka, namun ternyata perkaranya terbalik secara total, bahkan kebakhilan mereka itu menjadi mudarat paling besar bagi mereka dan penyebab bagi siksaan atas mereka. “Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan bumi, ” maksudnya, Allah adalah Raja atas segala raja, dan seluruh raja-raja kembali kepada pemiliknya, dan hamba-hamba akan kembali dari dunia dengan tidak membawa apa-apa dari dirham dan dinar, dan tidak juga harta lainnya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan." -Maryam:40-.Perhatikanlah bagaimana Allah menyebutan sebab awal dan sebab akhir, di mana kedua sebab itu mengharuskan seorang hamba tidak bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepadanya. Pertama, Allah mengabarkan tentang sesuatu yang ada pada hamba dan miliknya itu merupakan karunia dari Allah dan nikmatNya dan bukan milik hamba tersebut, bahkan sekiranya bukan karena karunia Allah atasnya dan kebaikanNya, niscaya tidak akan ada sama sekali pada dirinya sesuatu pun dari padanya. Maka tindakan bakhilnya itu menghalangi karunia Allah dan kebaikanNYa.Karena kebaikanNya itu mengharuskan ia berbuat kebaikan juga kepada hamba-hambaNya, sebagaimana Allah berfirman, "dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." -Al-Qashash:77- Barangsiapa yang meneliti (dengan seksama) bahwa apa yang ada padanya itu merupakan karunia dari Allah, niscaya dia tidak akan menahan karunia itu, yang tidak akan memudaratkannya, akan tetapi justru berguna bagi dirinya; pada hatinya, hartanya, dan bertambahnya iman, serta terpelihara dari bencana. Kemudian kedua, Allah menyebutkan bahwa apa yang ada pada tangan hamba-hamba itu semuanya kembali kepada Allah dan diwarisi oleh Allah, dan Allah adalah sebaik-baik Pewaris, maka tidak ada artinya bersikap bakhil pada sesuatu yang akan hilang darimu dan akan berpindah kepada selain dirimu. Kemudian ketiga, Allah menyebutkan sebab balasan, seraya berfirman, “Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Apabila Allah itu Maha Mengetahui pada perbuatan-perbuatan kalian seluruhnya –dan hal itu mengharuskan adanya balasan yang baik bagi kebaikan, dan hukuman atas kejahatan- niscaya tidaklah akan terlambat seseorang yang dalam hatinya ada iman walau seberat biji sawi untuk berinfak, di mana dia akan memperoleh balasan, dan dia tidak akan bahagia dengan menahan infak yang akan membuat dirinya mendapat hukuman.

Sumber: https://tafsirweb.com/1312-surat-ali-imran-ayat-180.html

Tafsir Al-Wajiz

180. Dan jangan sampai orang-orang yang bakhil dengan karunia Allah, sehingga tidak mau membelanjakannya di jalan Allah dan tidak mau membayar zakat itu mengira bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka di akhirat. hal itu tidak lain adalah keburukan yang terus menyebar. Harta yang mereka simpan itu akan menjadi tali yang terbuat dari api yang mengikat leher mereka pada hari kiamat, dan mereka akan dihukum dengan tali tersebut.Dan milik Allah itu segala sesuatu yang diterima oleh penduduk langit dan bumi, berupa harta dan semacamnya. Lalu apa manfaat dari kebakhilan mereka dengan hal itu? Dan Allah itu Maha Mehetahui lagi Maha Memberitahu perbuatan kalian, dan akan memberi balasan kebaikan bagi orang yang baik dan keburukan bagi orang yang buruk.Menurut kebanyakan penafsir, ayat ini turun untuk orang yang tidak mau membayar zakat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1312-surat-ali-imran-ayat-180.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 176-180 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ (Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir). Hal ini disebabkan karena kepedulian beliau terhadap umat manusia. Beliau merasa sedih melihat orang-orang kafir berusaha keras untuk menentang, keras kepala, dan membangkang.Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman “janganlah kamu bersedih karena hal itu (sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat) yaitu dengan hukumNya atas mereka, Dia menghendaki untuk tidak memberi mereka bagian di akhirat dengan kehendak dan kuasaNya. (dan bagi mereka azab yang besar) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberikan pemberitahuan yang pasti: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran) yaitu mereka menukar hal ini dengan hal itu, (sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun) akan tetapi mereka akan merugikan diri sendiri, (dan bagi mereka azab yang pedih). Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan (178)) sebagaimana firmanNya (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) (Surah Al-Mu'minun), (Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran).Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui (44)) (Surah Al-Qalam) dan (Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir (55)) (Surah At-Taubah).Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik) yaitu Dia pasti menetapkan sebab dari ujian itu, Dia menampakkan kepadanya pelindungnya dan menyingkap siapa musuhnya. Dia mengetahui orang mikmin yang sabar dan orang munafik yang durhaka yaitu melalui hal itu, bahwa perang Uhud yang digunakan oleh Allah untuk menguji orang-orang mukmin, sehingga tampak keimanan, kesabaran, kesungguhan, keteguhan dan ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya, serta memperlihatkan rahasia orang-orang munafik, sehingga tampak pertentangan, dan kepengecutan untuk berjihad, serta pengkhianatan mereka terhadap Allah dan RasulNya, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk dari yang baik) Mujahid berkata,”Dia memisahkan di antara mereka pada hari perang Uhud” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib) yaitu kalian tidak akan mengetahui tentang hal-hal ghaib di sisi Allah tentang makhlukNya sampai Allah memisahkan orang mukmin dari orang munafik, kecuali Dia menetapkan sebab-sebab yang mengungkapkan hal tersebut. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya) sebagaimana firmanNya ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu (26) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (27)) (Surah Al-Jinn) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya) yaitu taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan ikutilah apa yang telah disyariatkan untuk kalian. (dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka) yaitu janganlah orang bakhil itu berpikir bahwa mengumpulkan harta dunia itu akan memberinya manfaat. Sebaliknya, itu memberi mudharat baginya dalam agama dan barangkali dalam kehidupan dunianya. Kemudian Allah memberi tahu tentang hartanya pada hari kiamat.Dia berfirman: (Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat). Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang Allah berikan harta namun tidak mengeluarkan zakatnya maka pada hari qiyamat hartanya itu akan berubah wujud menjadi seekor ular jantan yang bertanduk dan memiliki dua taring lalu melilit orang itu pada hari kiamat lalu ular itu memakannya dengan kedua rahangnya, yaitu dengan mulutnya seraya berkata,: “Aku inilah hartamu, akulah harta simpananmu” Kemudian beliau membaca ayat ini: (Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya) Firman Allah: (Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi) yaitu seperti firmanNya (dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya) (Surah Al-Hadid: 7) sesungguhnya ssegala sesuatu, temoat kembalinya itu hanya kepada Allah سبحانه وتعالى, maka berikanlah sebagian dari harta kalian terhadap sesuatu yang memberi manfaat bagi kalian pada hari kalian kembali (kepadaNya) (Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu terhadap niat-niat dan rahasia-rahasia kalian

Sumber: https://tafsirweb.com/1312-surat-ali-imran-ayat-180.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

180 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 73

Ruku

Ruku 59

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (29/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-473 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3