النجم (An-Najm)

Per AyatMushaf
وَالنَّجْمِ
demi bintang
اِذَا
apabila
هَوٰىۙ
terbenam
﴿١﴾
Demi bintang ketika terbenam,
4785 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

1-4. Allah bersumpah dengan bintang-bintang bila ia terbenam, (bahwa) Muhammad tidak menyimpang dari jalan hidayah dan kebenaran, tidak keluar dari jalan lurus, sebaliknya dia berada di puncak istiqamah, keseimbangan dan kelurusan, ucapannya tidak keluar dari hawa nafsu. Al-quran dan as-Sunnah tidak lain kecuali wahyu dari allah kepada NabiNya,Muhammad.

Sumber: https://tafsirweb.com/10115-surat-an-najm-ayat-1.html

Tafsir as-Sa'di

1. Allah bersumpah dengan bintang pada saat terbenam yaitu ketika bergeser dari ufuk pada akhir malam di saat malam akan beranjak dan siang akan menjelang, karena pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang mengharuskan untuk dijadikan sebagai sumpah. Pendapat yang benar, kata ‘annajmu’ adalah isim jenis yang mencakup seluruh bintang.Allah bersumpah dengan bintang untuk menunjukkan kebenaran yang diberikan oleh Rasulullah sebagai wahyu ilahi, karena di dalamnya terdapat kondisional yang menakjubkan, karena Allah menjadikan bintang sebagai perhiasan langit, begitu juga dengan wahyu dan pengaruh-pengaruhnya dijadikan perhiasan untuk bumi. Andai tidak ada ilmu yang diwarisi dari para nabi, tentu manusia berada dalam kegelapan melebihi gelapnya malam yang pekat.

Sumber: https://tafsirweb.com/10115-surat-an-najm-ayat-1.html

Tafsir Al-Wajiz

Keutamaan: Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya dari Ibnu Mas’ud berkata: “Surah pertama yang mengandung ayat sajdah adalah {Wan Najm}, maka bersujudlah Rasulallah ﷺ, lalu semua orang ikut bersujud kecuali seorang laki-laki yang aku lihat tengah mengambil segenggam tanah lalu ikut bersujud, kemudian setelah itu aku melihatnya terbunuh dalam keadaan kafir, dia adalah Umaiyah bin Khalaf” 1.Aku bersumpah demi bintang (jenis bintang) yang jatuh dan hilang cahayanya pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/10115-surat-an-najm-ayat-1.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-4 Para mufasir berbeda pendapat tentang firmanNya: (Demi bintang ketika terbenam (1)) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa yang dimaksud dengan bintang adalah bintang tsurayya, yakni apabila terbenam bersamaan dengan fajar. Ayat ini sebagaimana firmanNya: (Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui (76) sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz) (78) tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan (79) Diturunkan dari Tuhan semesta alam (80) (Surah Al-Waqi'ah) Firman Allah سبحانه وتعالى: (kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru (2)) Inilah adalah jawab dari qasam, yaitu kesaksian terhadap Rasulallah ﷺ bahwa beliau adalah orang yang berada pada jalan yang lurus mengikuti kebenaran, bukan orang yang tersesat.Yaitu orang bodoh yang menempuh jalan menyimpang tanpa pengetahuan. Dan orang yang tersesat adalah orang yang mengetahui kebenaran, tetapi dengan sengaja menyimpang kepada selainnya. Maka Allah سبحانه وتعالى membersihkan RasulNya ﷺ dan syariatNya dari kemiripan yang dilakukan oleh orang-orang yang tersesat seperti orang-orang Nasrani dan orang-orang Yahudi, yang mengetahui sesuatu, tetapi menyembunyikannya dan mengerjakan hal yang bertentangan dengannya.Bahkan shalawat dan salam Allah terlimpahkan kepada beliau, dan apa yang diutuskan Allah سبحانه وتعالى kepada beliau berupa syariat yang agung merupakan syariat yang benar-benar lurus, pertengahan, dan tepat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya (3)) yaitu apa yang diucapkan itu tidak keluar dari hawa nafsu dan tujuannya (Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4)) yaitu sesungguhnya yang beliau ucapkan itu hanya karena apa yang diperintahkan kepada beliau untuk disampaikan kepada manusia dengan sempurna dengan apa adanya tanpa penambahan dan pengurangan.

Sumber: https://tafsirweb.com/10115-surat-an-najm-ayat-1.html

Informasi

Surat

النجم (An-Najm)

Bintang — 62 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

1 dari 62 ayat

Juz

Juz 27

Halaman

Halaman 526

Ruku

Ruku 460

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 105 (210/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4785 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-53