اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
لَا
jangan
يَغُرَّنَّكَ
kamu terperdaya
تَقَلُّبُ
hilir mudik
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
فِى
dalam
الْبِلَادِۗ
negeri
﴿١٩٦﴾
Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri.
489 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Janganlah kamu (wahai rasul) tertipu dengan apa yang terjadi kepada orang-orang yang kafir kepada Allah, dimana mereka mendapatkan kenyamanan dalam hidup dan keluasan dalam rizki, seta perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai macam perniagaan, mencari keuntungan dan kekayaan, karena sebentar lagi semua itu akan lenyap dari mereka. Dan kelak mereka akan tergadai oleh perbuatan-perbuatan buruk mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1328-surat-ali-imran-ayat-196.html

Tafsir as-Sa'di

196. Maksudnya ayat ini adalah hiburan bagi Nabi Muhammad tentang apa yang di rasakan oleh orang-orang kafir berupa perhiasan dunia dan kenikmatan di dalamnya, pulang perginya mereka diseluruh negri dengan berbagai perdagangan, mata pencaharian, kesenangan, berbagai macam kemenangan dan kemuliaan pada sebagian kesempatan. sesungguhnya ini semua,

Sumber: https://tafsirweb.com/1328-surat-ali-imran-ayat-196.html

Tafsir Al-Wajiz

196-197. Wahai Nabi, jangan sampai kamu terperdaya atas perpindahan orang-orang kafir dalam bepergian untuk berdagang dan berusaha. Dan keuntungan yang mereka terima itu hanyalah sedikit kenikmatan yang murah yang dinikmati di dunia, lalu tempat kembali mereka adalah ke dalam neraka Jahanam.Sungguh amat buruk tempat yang mereka datangi. Ayat ini turun untuk orang-orang musyrik Mekah. Mereka berada dalam kesejahteraan dan kenyamanan hidup.Mereka berdagang dan bersenang. Lalu sebagian orang-orang mukmin berkata: “Yang kita lihat, musuh-musuh Allah itu berada dalam kebaikan, sedangkan kita binasa dalam kehausan dan kepayahan” Lalu turunlah ayat ini

Sumber: https://tafsirweb.com/1328-surat-ali-imran-ayat-196.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 196-198 Allah سبحانه وتعالى berfirman, “Janganlah kamu memandang kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang dinikmati oleh orang-orang kafir ini, karena sebentar lagi semua itu akan hilang dari mereka, dan mereka akan menjadi terikat oleh perbuatan-perbuatan jahat mereka. Sesungguhnya, Kami memberikan memperpanjang kenikmatan kepada mereka sebagai bentuk umpan, dan semuayang mereka miliki itu (Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah neraka Jahanam; dan neraka Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya). Ayat ini sebagaimana firman Allah, (Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu (4)) (Surah Ghafir), (Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung" (69) (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka (70) (Surah Yunus), (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras (24)) (Surah Luqman), dan (Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar (17)) (Surah Ath-Thariq), yaitu hanya sedikit.Allah سبحانه وتعالى juga berfirman (Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (61)) (Surah Al-Qashash) Demikianlah ketika Allah menjelaskan keadaan orang-orang kafir di dunia dan menyebutkan bahwa harta mereka akan berakhir di neraka, Allah berfirman sesudahnya, (Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah) yaitu sebagai bentuk penhamuan dari sisi Allah (Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbuat baik) Diriwayatkan dari Al-Aswad, dia berkata,”Abdullah (yaitu Abdullah bin Mas’ud) berkata,”Tidak ada jiwa yang baik ataupun durhaka kecuali kematian menunjukkan kebaikan baginya, jika kematian itu baik, maka sungguh Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbuat baik)

Sumber: https://tafsirweb.com/1328-surat-ali-imran-ayat-196.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

196 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 76

Ruku

Ruku 61

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (30/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-489 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3