الرحمن (Ar-Rahman)
Per AyatMushaf
فَبِاَيِّ
maka yang mana
اٰلَاۤءِ
ni'mat
رَبِّكُمَا
Tuhanmu berdua
تُكَذِّبٰنِ
kamu berdua dustakan
﴿١٣﴾
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
4914 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) baik nikmat dunia atau nikmat akhirat, yang kalian dustakan? Dan betapa bagus jawaban jin saat Nabi membacakan surat ini kepada mereka, setiap kali beliau membaca ayat ini, mereka berkata, “Tidak, tidak ada satu pun dari nikmat-nikmatMu, wahai Tuhan kami, yang kami dustakan. Segala puji bagiMu.” Demikian sepatutnya seorang hamba, bila nikmat-nikmat dan karunia-karunia Allah dibacakan kepadanya, hendaknya dia mengakuinya, mensyukurinya, dan memujiNya karenanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10361-surat-ar-rahman-ayat-13.html
Tafsir as-Sa'di
13. Setelah Allah menyebutkan banyak dari nikmat-nikmatNya yang dapat disaksikan dengan mata dan pandangan hati, di mana pesan ini ditujukan kepada jin dan manusia, Dia menyatakan nikmat-nikmatNya kepada mereka dengan berfirman, “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” yakni, nikmat din dan keduniaan manakah yang kalian dustakan? Dan alangkah bagusnya jawaban jin ketika Nabi membacakan surat ini kepada mereka, setiap sampai kepada Firman Allah, “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” mereka menjawab, “Tidak ada satu pun nikmat dariMu yang kami dustakan wahai Rabb kami, maka bagiMulah segala pujian.Demikianlah yang seharusnya dilakukan oleh hamba, apabila disebutkan kepadanya nikmat dan karunia Allah, hendaknya ia mengakui dan mensyukurinya serta memuji Allah atasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10361-surat-ar-rahman-ayat-13.html
Tafsir Al-Wajiz
13. Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan wahai para manusia dan jin? Istifham itu berfungsi sebagai bentuk pemberitahuan.Kalian tidak akan bisa mendustakannya. Dalam sunnah beliau bersabda setelah ayat itu: “Tidak satupun dari nikmat Tuhan yang kami dustakan, Maka segala puji bagiMu”. Pengulangan ayat ini merupakan perkara yang bagus untuk menyebut satu per satu nikmat (Allah). untuk memberi perhatian terhadap nikmat-nikmat itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/10361-surat-ar-rahman-ayat-13.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-13 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang karunia dan rahmatNya kepada makhlukNya, bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada hamba-hambaNya, dan memudahkan untuk menghafalkan dan memahaminya bagi orang yang Dia rahmati. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Tuhan) Yang Maha Pengasih (1) Yang telah mengajarkan Al-Qur’an (2) Dia menciptakan manusia (3) Mengajarnya pandai berbicara. (4)) Al-Hasan berkata bahwa yang dimaksud adalah berbicara. Qatadah dan selain keduanya berkata bahwa maknannya adalah kebaikan dan keburukan.Tetapi pendapat Al-Hasan di sini lebih baik dan lebih kuat karena konteks ayat membicarakan pengajaran Al-Qur'an, yaitu menunaikan bacaannya. Dan sesungguhnya hal itu dapat terwujud jika Allah memudahkan makhlukNya untuk berbicara, dan mengeluarkan bunyi huruf dari makhrajnya masing-masing, yaitu dari kerongkongan, lisan dan kedua bibir dengan berbagai macam makhrajnya. Firman Allah سبحانه وتعالى (Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (5)) yaitu keduanya berjalan beriringan sesuai perhitungan yang tepat, tidak menyimpang dan tidak berbenturan, sebagaimana firmanNya: (Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (40)) (Surah Yasin) dan (Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan.Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui 96)) (Surah Al-An'am) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepadaNya (6)) Ibnu Jarir berkata bahwa para mufasir berbeda pendapat tentang makna (an-najm) setelah mereka sepakat bahwa yang dinamakan “Asy-Syajar” adalah tumbuhan yang tegak di atas batangnya.Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa an-najm adalah sesuatu yang digelar di atas permukaan bumi, berupa tumbuhan. Demikian juga dikatakan Sa'id bin Jubair, As-Suddi, dan Sufyan Ats-Tsauri. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah bintang-bintang yang ada di langit. Demikian juga yang dikatakan Al-Hasan dan Qatadah, dan pendapat inilah yang lebih jelas. Hanya Allah yang lebih Mengetahui, berdasarkan firman Allah سبحانه وتعالى: (Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari manusia) (Surah Al-Hajj: 18).Firman Allah: (Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7)) yaitu keadilan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan) (Surah Al-Hadid: 25) Demikian juga Allah berfirman di sini (Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu (8)) yaitu Dia menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya dan adil agar segala sesuatu berjalan dengan sebenar-benarnya dan adil.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9)) yaitu, janganlah mengurangi timbangan, tetapi timbanglah dengan benar dan adil. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan timbanglah dengan neraca yang benar) (Surah Al-Isra: 35) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-(Nya) (10)) yaitu sebagaimana Dia meninggikan langit, Dia telah menghamparkan bumi ini dan memancangkannya dengan gunung-gunung yang tinggi-tinggi agar stabil dan tidak mengguncangkan makhluk yang ada di atasnya yang beragam jenis, macam, warna, dan bahasa mereka di seluruh penjurunya.Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid berkata bahwa “al-anam” adalah makhluk. (di bumi itu ada buah-buahan) yaitu yang beragam warna, rasa, dan aromanya (dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang) disebutkan tersendiri karena manfaat yang ada padanya, baik dalam keadaan basah maupun kering. Dan “al-akmam” adalah kelopak mayang. Demikian juga dikatakan banyak mufasir; yaitu kelopak mayang yang terbelah mengeluarkan buah kurma, yang pada mulanya bernama “busr”, kemudian “ruthab”, kemudian menjadi masak dan sempurna kemasakannya.Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “al-akmam” adalah serabutnya yang berada di leher pohon kurma, ini adalah pendapat Al-Hasan dan Qatadah. (Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya (12)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, terkait firmanNya (Dan biji-bijian yang berkulit) bahwa maknannya adalah biji-bijian yang ada daunnya. Demikian juga dikatakan Qatadah Mujahid, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud dengan “raihan” adalah daunnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “raihan” adalah tanaman yang hijau.Makna ini (hanya Allah yang lebih Mengetahui) adalah bahwa yang dimaksud dengan biji-bijian adalah seperti gandum, jawawut, dan yang serupa dengan keduanya yang mempunyai bulir dan daun-daunan yang melilit pada batangnya. Firman Allah: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)) yaitu nikmat Tuhan yang manakah yang kalian dustakan, wahai dua makhluk yang dibebani yaitu jin dan manusia? Pendapat ini dikatakan Mujahid dan lainnya, yang hal ini ditunjukkan pada konteks setelahnya. yaitu, bahwa nikmat-nikmat tampak jelas pada kalian dan kalian diliputi olehnya sehingga kalian tidak dapat mengingkarinya.Dan kami hanya dapat mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh jin yang beriman kepadaNya,"Ya Allah, tidakmada sesuatu pun dari nikmat-nikmatMu yang kami ingkari, maka segala puji bagiMu" Ibnu Abbas selalu menjawabnya dengan ucapan berikut,"Tidak, lalu yang manakah, wahai Tuhanku?" yaitu “Kami tidak mendustakan sesuatu pun darinya”
Sumber: https://tafsirweb.com/10361-surat-ar-rahman-ayat-13.html
Informasi
Surat
الرحمن (Ar-Rahman)
Maha Pengasih — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
13 dari 78 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 531
Ruku
Ruku 466
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (213/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4914 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-55