اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوا
beriman
اصْبِرُوْا
bersabarlah kamu
وَصَابِرُوْا
dan tingkatkan kesabaranmu
وَرَابِطُوْاۗ
dan waspadalah kamu
وَاتَّقُوا
dan bertakwalah
اللّٰهَ
Allah
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
تُفْلِحُوْنَ
(kamu) beruntung
ࣖ
﴿٢٠٠﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
493 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNYA dan melaksanakan syariatNYA, bersabarlah diatas ketaatan kepada tuhan kalian dan terhadap apa yang menimpa kalian berupa kemadorotan dan bencana, dan teguhkanlah kesabaran kalian untuk menghadapi musuh-musuh kalian sehingga mereka tidak lebih bersabar di bandingkan kalian, dan tegaklah untuk memerangi musuhKU dan musuh kalian serta takutlah kepada Allah dalam seluruh keadaan kalian, semoga kalian memperoleh keberuntungan berupa ridhaNYA di dunia dan di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1332-surat-ali-imran-ayat-200.html

Tafsir as-Sa'di

200. Kemudian Allah menganjurkan kaum Mukminin kepada sesutau yang dapat menyampaikan mereka kepada kemenangan, yaitu keberhasilan dengan memperoleh kebahagiaandan kesuksesan, dan bahwa jalan yang dapat menyampaikan kepada hal itu adalah konsisten terhadap kesabaran, yaitu menahan diri dari hal-hal yang dibenci berupa meninggalkan kemaksiatan, dan bersabar atas musibah dan terhadap perkara-perkara yang berat bagi jiwa. Allah memerintahkan untuk bersabar atas semua itu.Al-muhsabarah (memaksa diri untuk bersabar)adalah konsisten dan kontinu dalam hal itu secara terus menerus, danmenghadapi musuh dalam segala kondisi, sedangkan Al-murabhatah (siap siaga)adalah berjaga disuatu temapat yang di takutkan musuh akan masuk melaluainya, dan mengamati musuh mereka agar tidak berhasil memperoleh tujuan-tujuan mereka. Semoga mereka beruntung yaitu mereka berhasil dengan hal yang di sukai, baik agama maupun dinia serta akhirat, dan mereka selamat dari hal-hal yang di benci. Dari sini diketahui bahwasanya tidak ada jalan menuju kamenangan tanpa ada kesabaran dan memaksa diri dalam kesabaran tersebut, serta siaga dalam menghadapi musuh seperti yang telah disebutkan.Karena itulah tidak akan beruntung orang yang beruntung itu kecuali dengan hal-hal tersebut, dan tidaklah akan luput keberhasilah itu dari seseorang kecuali dengan luputnya seseorang dari hal-hal tersebut atau sebagainya. Allah permberi taufik, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Telah selesai tafsir surat Ali-imran, segala puji hany milik Allah atas nikmatNya, dan kita memohon kepadaNya kesempurnaan nikmatNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1332-surat-ali-imran-ayat-200.html

Tafsir Al-Wajiz

200. Wahai orang-orang mukmin, bersabarlah untuk berbuat data dan menahan syahwat, dan kuatkanlah kesabaran kalian, Unggulilah musuh dengan bersabar atas derita peperangan, dan jadilah orang yang lebih bersabar daripada mereka. Berdirilah di ujung-ujung negeri yang akan disusupi musuh dengan mengikat kuda-kuda kalian disana seraya dan mempersiapkan diri untuk berjihad.Bertakwalah kepada Allah dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan agar kalian mendapatkan keridhaan dan surga Allah. Ar-Ribath adalah menunggu shalat di masjid. Abu Salamah bin Abdurrahman berkata: “Di zaman nabi ﷺ belum ada ujung tempat yang dijaga/dibentengi” Namun ayat ini turun terkait tindakan menunggu shalat di belakang orang yang shalat

Sumber: https://tafsirweb.com/1332-surat-ali-imran-ayat-200.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 199-200 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang sebagian kelompok dari Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, dan beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad bersamaan dengan beriman kepada apa yang telah mereka imani sebelumnya berupa kitab-kitab sebelumnya. Mereka khusyu’ dan patuh kepada Allah, tunduk dan merendahkan diri di hadapanNya, (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit) yaitu mereka tidak menyembunyikan berita-berita gembira tentang nabi Muhammad ﷺ, menyebutkan sifat-sifatnya, gelarnya, pengutusannya, dan sifat umatnya. Mereka adalah sebaik-baik Ahli Kitab dan yang paling istimewa di antara mereka, baik mereka yang berasal dari orang-orang Yahudi atau Nasrani.Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Surah Al-Qashash (Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu (52) Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (53) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) (Surah Al-Qashash: 52-54) Allah سبحانه وتعالى juga berfirman (Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah:121) Ini adalah sifat-sifat yang ada pada orang-orang Yahudi, namun sedikit sekali sebagaimana yang ditemukan dalam Abdullah bin Salam dan orang-orang lain sepertinya yang beriman dari golongan para rahib Yahudi, dimana jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang.Adapun orang-orang Nasrani, maka di antara mereka ada yang mendapatkan petunjuk dan dituntun menuju kebenaran, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri (82) Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui; seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (83) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?" (84) Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya…) (Surah Al-Maidah: 82-85) Demikian juga Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya) Telah disebutkan dalam hadits bahwa Ja'far bin Abi Thalib, ketika membaca surah (Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad (1)) (Surah Maryam) di hadapan orang Najasyi, raja Habasyah, yang ditemani oleh para pendeta dan pemuka agama Nasrani, dia dan mereka menangis bersamanya hingga janggut mereka menjadi basah.Disebutkan juga dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa ketika orang Najasyi wafat, Rasulullah ﷺ mengumumkan hal itu kepada para sahabatnya, "Saudara kalian di Habasyah telah meninggal. Mari kita shalat jenazah untuknya" Kemudian Rasulullah ﷺ keluar ke padang pasir, mengatur shaf mereka dan melaksanakan shalat untuknya. Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, ayat dalam (Dan sesungguhnya diantara ahli kitab), yaitu orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan Ahli Kitab.Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiga jenis orang yang akan mendapatkan pahala dua kali” Kemudian beliau menyebutkan di antaranya “seorang dari Ahli Kitab, yang dia beriman kepada nabinya dan kepadaku" Firman Allah (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit)yaitu mereka tidak pengetahuan yang ada pada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang yang dicela di antara mereka. Sebaliknya, mereka menyebarkannya dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya) Mujahid berkata terkait ayat (amat cepat perhitunganNya) yaitu sangat cepat dalam menghitung.Firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga) Hasan al-Bashri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalani agama yang diridhai Allah untuk mereka, yaitu Islam. Sehingga janganlah mereka meninggalkannya dalam keadaan senang atau susah, tidak pula dalam keadaan berat atau ringan, sampai mereka meninggal dalam keadaan sebagai seorang muslim. Serta agar mereka bersabar menghadapi musuh-musuh yang mencoba merusak agama mereka".Demikian juga dikatakan oleh ulama’ salaf lainnya. Adapun “Al-Murabathah” adalah selalu menempatkan diri pada posisi beribadah dan teguh. Dikatakan bahwa hal itu adalah menunggu waktu shalat setelah selesai melaksanakan shalat.Hal tersebut diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Sahl bin Hunaif, dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi serta lainnya. Diriwwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang membuat Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Yaitu Menyempurnakan wudlu di saat susah, memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat setelah shalat.Demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath, dan demikian itu seperti ribath” Firman Allah سبحانه وتعالى, (dan bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam segala urusan dan keadaan kalian,.sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman, "Bertakwalah Allah di mana pun kamu berada, dan hapuslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan berperilakulah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik" (supaya kamu beruntung), di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1332-surat-ali-imran-ayat-200.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

200 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 76

Ruku

Ruku 61

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (30/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-493 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3