الرحمن (Ar-Rahman)

Per AyatMushaf
سَنَفْرُغُ
Kami akan berurusan/bertindak
لَكُمْ
bagi kalian
اَيُّهَ
wahai
الثَّقَلٰنِۚ
manusia dan jin
﴿٣١﴾
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
4932 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

31-32. Kami akan berkonsentrasi untuk menghisab dan membalas amal-amal kalian yang kalian lakukan di dunia, wahai jin dan manusia. Kami menghukum orang-orang yang berbuat maksiat dan membalas dengan pahala orang-orang yang taat.Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?

Sumber: https://tafsirweb.com/10379-surat-ar-rahman-ayat-31.html

Tafsir as-Sa'di

31-32. Maksudnya, Kami akan memperhatikan sepenuhnya perhitungan dan pembalasan segala amal perbuatan kalian yang telah kalian lakukan di dunia.

Sumber: https://tafsirweb.com/10379-surat-ar-rahman-ayat-31.html

Tafsir Al-Wajiz

31-32. Kami bermaksud menghisab kalian pada hari kiamat wahai jin dan manusia dan membalas tiap-tiap kalian dengan sesuatu yang layak. Ats-Tsaqalaan yaitu jin dan manusia yang ingin selalu berada di atas permukaan bumi.Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan wahai jin dan manusia?!

Sumber: https://tafsirweb.com/10379-surat-ar-rahman-ayat-31.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 31-36 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu, hai manusia dan jin (31)) dia berkata,”Ancaman dari Allah سبحانه وتعالى kepada para hambaNya. Sebenarnya Allah tidak sibuk, Dia selalu berada dalam kekosongan. Imam Bukhari berkata bahwa maknannya adalah Kami akan menghisab kalian, tidak ada sesuatupun yang menyibukkanNya dari sesuatu yang lain.Ungkapan ini dikenal di kalangan orang Arab. Dikatakan, "Sungguh aku akan memperhatikan sepenuhnya kepada urusanmu" padahal dia tidak mempunyai kesibukan. Dikatakan pula, "Sungguh aku akan menyerangmu di saat kamu lengah" Firman Allah سبحانه وتعالى: (hai manusia dan jin) bahwa “Ats-tsaqalan” adalah jin dan manusia, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,”terdengar oleh segala sesuatu kecuali oleh tsaqlain” dalam riwayat lainnya "Kecuali tsaqalani, yaitu manusia dan jin" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (33)) yaitu kalian tidak dapat melarikan diri dari perintah dan takdir­ Allah, bahkan Dia meliputi kalian dan kalian tidak akan mampu melepaskan diri dari hukumNya, tidak pula membatalkan hukumNya terhadap kalian, ke manapun kalian pergi selalu diliput.Dan ini menceritakan keadaan padang Mahsyar, sedangkan semua malaikat mengawasi semua makhluk sebanyak tujuh shaf dari segala penjuru, maka tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri (kecuali dengan kekuasaan) yaitu dengan perintah Allah (Pada hari itu manusia berkata, "Ke manakah tempat lari?” (10) Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! (11) Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali (12)) (Surah Al-Qiyamah) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang mengajarkan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan.Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (27)) (Surah Yunus) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kepada kamu berdua (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga, sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya) (35)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan (Asy-syuwazh) adalah nyala api.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan cairan tembaga) Ali bin Abu Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan cairan tembaga) Yaitu asap api. Demikian juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair. Ibnu Jarir berkata bahwa orang-orang Arab menyebut dukhan dengan sebutan “nuhas” atau “nihas” tetapi ulama qiraat sepakat dengan didhammah, yaitu nuhas yang artinya asap.Seperti ucapan Nabighah Ja'dah: “bercahaya seperti cahaya lentera minyak, yang Allah tidak menjadikan asap padanya” yaitu asap. Demikianlah yang dia katakan. Mujahid berkata bahwa “an-nuhas” adalah tembaga yang dilebur, lalu dituangkan ke atas kepala mereka.Makna yang dimaksud dari semua pendapat adalah seandainya kalian pergi melarikan diri pada hari kiamat, maka para malaikat dan malaikat Zabaniyah akan mengembalikan kalian ke padang mahsyar, yaitu dengan mengirimkan nyala api dan cairan tembaga yang dilebur terhadap kalian sehingga kalian pasti kembali. Oleh karena itu Allah berfirman: (maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (36))

Sumber: https://tafsirweb.com/10379-surat-ar-rahman-ayat-31.html

Informasi

Surat

الرحمن (Ar-Rahman)

Maha Pengasih — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

31 dari 78 ayat

Juz

Juz 27

Halaman

Halaman 532

Ruku

Ruku 467

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 107 (213/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4932 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-55