الرحمن (Ar-Rahman)

Per AyatMushaf
هٰذِهٖ
inilah
جَهَنَّمُ
neraka jahanam
الَّتِيْ
yang
يُكَذِّبُ
mendustakan
بِهَا
dengannya/padanya
الْمُجْرِمُوْنَۘ
orang-orang yang berdosa
﴿٤٣﴾
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
4944 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

43-44. Dikatakan kepada orang-orang yang berbuat dosa tersebut sebagai celaan dan hinaan, “Inilah Neraka Jahanam yang dulu didustakan oleh orang-orang yang berbuat dosa di dunia. Terkadang mereka disiksa di api yang menyala, dan terkadang diberi minum air mendidih, yaitu minuman yang sangat panas, yang menghancurkan perut dan usus.

Sumber: https://tafsirweb.com/10391-surat-ar-rahman-ayat-43.html

Tafsir as-Sa'di

43-45. Maksudnya, dikatakan kepada orang-orang yang mendustakan janji dan ancaman Allah ketika neraka dinyalakan, “Inilah Neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa,” kehinaanlah yang mereka rasakan akibat pendustaan tersebut, dan biarlah mereka merasakan azab, kengerian, nyala api, dan belenggu Neraka Jahanam yang merupakan balasan atas pengingkaran mereka. Mereka berkeliling di antara jilatan api neraka, “dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya,” yaitu air sangat dingin yang tellah sampai pada puncak kedinginannya. “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Dan setelah Allah menyebutkan apa-apa yang ditimpakan terhadap orang-orang yang berdosa, maka Dia kemudian menyebutkan balasan bagi orang-orang yang bertakwa lagi takut kepadaNya, maka FirmanNya,

Sumber: https://tafsirweb.com/10391-surat-ar-rahman-ayat-43.html

Tafsir Al-Wajiz

43. Dikatakan kepada mereka: “Yang kalian saksikan ini adalah neraka Jahanam, yaitu neraka yang didustakan oleh orang-orang kafir dan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan”

Sumber: https://tafsirweb.com/10391-surat-ar-rahman-ayat-43.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 37-45 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apabila langit telah terbelah) yaitu pada hari kiamat, sebagaimana yang ditunjukkan ayat-ayat ini dengan apa yang serupa dengannya dari segi maknanya sebagaimana firmanNya: (dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (16)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah (Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang (25)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah: (Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya (1) dan sudah semestinya langit itu patuh (2)) (Surah Al-Insyiqaq) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak) yaitu lebur sebagaimana leburnya emas dan perak dalam penuangannya, dan berwarna-warni, demikian itu karena kerasnya azab dan dahsyatnya kejadian hari kiamat yang sangat agung.Mujahid berkata bahwa (ad-dihan) adalah sebagaimana warna minyak yang mengkilap. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) Ini sebagaimana firmanNya: (Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) (35) dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan (36)) (Surah Al-Mursalat) Ini menceritakan suatu keadaan, dan dalam keadaan yang lainnya semua makhluk akan ditanyai tentang amal perbuatan mereka.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) (Surah Al-Hijr) Oleh karena itu, Qatadah berkata tentang firmanNya: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) bahwa sebenarnya telah dilakukan pertanyaan, kemudian mulut-mulut kaum dikunci dan berbicaralah kedua tangan dan kedua kaki mereka menceritakan apa yang telah mereka kerjakan.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya) yaitu melalui tanda-tanda yang ada pada diri mereka. Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa para malaikat mengenal mereka melalui rupa mereka yang hitam dan mata mereka yang biru. Saya berkata,”Ini sebagaimana orang-orang mukmin diketahui, melalui kilauan dan cahaya akibat dari bekas wudhu’ mereka.Firman Allah: (lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka) yaitu para malaikat zabaniyah memegang ubun-ubun dan kedua kaki mereka, lalu mencampakkan mereka ke dalam neraka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa (43)) yaitu, inilah neraka yang dahulu kalian dustakan keberadaannya, kini berada di hadapan kalian yang kalian saksikan sendiri dengan mata kalian sendiri. Hal ini dikatakan kepada mereka sebagai kecaman, cemoohan, dan penghinaan.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu adakalanya mereka disiksa di dalam neraka Jahanam, dan adakalanya mereka diberi minum dengan air panas, yaitu minuman yang panasnya seperti tembaga yang dilebur shingga semua usus dan isi perut mereka hancur karenanya. Ini sebagaimana firmanNya: (ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret (71) ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (72)) (Surah) Firman Allah سبحانه وتعالى (an) yaitu sangat panas sehingga tidak tertahankan lagi karenanya.Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya (44)) yaitu mencapai puncaknya sehingga sangat amat panas. Demikian juga dikatakan Mujahid Diriwayatkan dari Al-Qurazhi tentang firmanNya (air yang mendidih yang memuncak panasnya) yaitu saat itu juga. Pendapat itu juga dikatakan oleh Ibnu Zaid.Pengertian ini tidak bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Al-Qurazh bahwa itu sangat panas, sebagaimana firmanNya: (diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas (5)) (Surah Al-Ghasyiyah) yaitu yang sangat panas.Sebagaimana firmanNya: (dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)) (Surah Al-Ahzab: 53) yaitu kemasakan dan kematangannya.Firman Allah: (air mendidih yang memuncak panasnya) yaitu yang amat sangat panas. Mengingat hukuman kepada orang-orang yang durhaka lagi berdosa dan pemberian nikmat kepada orang-orang yang bertakwa merupakan karunia, rahmat, keadilan, dan kasih sayangNya kepada makhlukNya dan peringatan Allah terhadap mereka tentang azab dan pembalasanNya untuk mencegah mereka dari kemusyrikan, kedurhakaan, dan hal lainnya, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (45))

Sumber: https://tafsirweb.com/10391-surat-ar-rahman-ayat-43.html

Informasi

Surat

الرحمن (Ar-Rahman)

Maha Pengasih — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

43 dari 78 ayat

Juz

Juz 27

Halaman

Halaman 533

Ruku

Ruku 467

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 107 (213/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4944 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-55