الرحمن (Ar-Rahman)
Per AyatMushaf
فَبِاَيِّ
maka yang mana
اٰلَاۤءِ
ni'mat
رَبِّكُمَا
Tuhanmu berdua
تُكَذِّبٰنِۚ
kamu berdua dustakan
﴿٥٧﴾
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
4958 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
57. Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?
Sumber: https://tafsirweb.com/10405-surat-ar-rahman-ayat-57.html
Tafsir Al-Wajiz
56-57. Di dalam kedua surga yang telah disebutkan kenikmatan dan permadaninya itu ada wanita-wanita yang menundukkan pandangannya kepada suami-suaminya yang duduk di atas permadani. Belum ada satupun manusia atau jin yang pernah menyentuhnya.Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan?!
Sumber: https://tafsirweb.com/10405-surat-ar-rahman-ayat-57.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 54-61 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka bertelekan) yaitu penghuni surga. Makna yang dimaksud dengan “Al-ittika'” adalah duduk bersandar. Dikatakan bahwa itu adalah duduk bersila. (di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra) yaitu kain sutra yang tebal, Pendapat itu dikatakn Ikrimah, dan Qatadah.Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa ini adalah bagian dalamnya, maka bagaimana jika kalian melihat bagian luarnya? (Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat) yaitu buah-buahannya dekat kepada mereka, kapanpun mereka mau, maka mereka dapat memetiknya dengan mudah. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Buah-buahannya dekat (23)) (Surah Al-Haqqah) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya (14)) (Surah Al-Insan) yaitu tidak menolak dari orang yang mau memetiknya, bahkan dengan sendirinya turun sendiri kepadanya dengan tangkainya (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (55)) Setelah menyebutkan tentang permadani penghuni surga yang sangat besar itu, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di dalam surga itu) yaitu di atas hamparan permadani itu (ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya) yaitu selalu menundukkan pandangannya kepada selain suami mereka dan tidak ada sesuatupun yang mereka lihat di dalam surga itu yang lebih baik bagi mereka selain dari suami-suami mereka.Pendapat ini dikatakan Qatadah, Atha’ Al-Khurrasani, dan Ibnu Zaid. (tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin) yaitu, bahkan mereka tetap dalam keadaan perawan dan berusia muda setara dengan suami mereka. Tidak ada seorangpun yang menyentuh mereka sebelum suami mereka, dari kalangan manusia maupun jin. Ayat ini juga merupakan suatu dalil yang menunjukkan bahwa jin yang mukmin masuk surga.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menggambarkan ciri mereka itu orang-orang yang diajak bicara: (Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan (58)) Mujahid, Al-Hasan, Ibnu Zaid dan selain mereka berkata bahwa yang dimaksud adalah sejernih yaqut dan seputih marjan, dan yang dimaksud dengan marjan di sini adalah mutiara. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) yaitu tidak ada balasan bagi orang yang berbuat kebaikan di dunia, melainkan memperoleh kebaikan di akhirat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Bagi orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) (Surah Yunus: 26)
Sumber: https://tafsirweb.com/10405-surat-ar-rahman-ayat-57.html
Informasi
Surat
الرحمن (Ar-Rahman)
Maha Pengasih — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
57 dari 78 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 533
Ruku
Ruku 468
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (213/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4958 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-55