الرحمن (Ar-Rahman)
Per AyatMushaf
تَبٰرَكَ
Maha Tinggi/Agung
اسْمُ
nama
رَبِّكَ
Tuhanmu
ذِى
memiliki/mempunyai
الْجَلٰلِ
Kebesaran
وَالْاِكْرَامِ
dan Kemuliaan
ࣖ
﴿٧٨﴾
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
4979 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh banyak keberkahan nama Tuhanmu dan melimpah kebaikanNya, Pemilik keagungan yang mencengangkan, kemuliaan sempurna dan pemuliaan kepada para kekasihNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10426-surat-ar-rahman-ayat-78.html
Tafsir as-Sa'di
78. Tatkala Allah menyebutkan keluasan anugerah dan karuniaNya, Dia berfirman, “Mahaagung nama Rabbmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.” Yakni, betapa agung dan melimpah karunia kebaikan Allah Yang memiliki keagungan yang gemilang, kemuliaan yang sempurna, dan karunia bagi hamba-hamba kesayanganNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10426-surat-ar-rahman-ayat-78.html
Tafsir Al-Wajiz
78. Maha Agung dan Maha Suci nama Allah, yaitu DzatNya, yang memiliki keagungan dan kenikmatan untuk hamba-hambaNya
Sumber: https://tafsirweb.com/10426-surat-ar-rahman-ayat-78.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 62-78 Kedua surga ini selain dari kedua surga yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi urutan, keutamaan, dan kedudukannya di bawah kedua surga yang sebelumnya, berdasarkan nash Al-Qur'an, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (62)) Telah disebutkan dalam hadits bahwa “Dua surga yang semua wadah-wadahan dan segala sesuatunya dari perak, dan dua surga yang semua wadah-wadahan dan segala sesuatunya dari emas” Kedua surga yang pertama bagi orang-orang yang didekatkan, sedangkan kedua surga lainnya bagi golongan kanan. Abu Musa berkata bahwa dua surga dari emas bagi orang-orang yang didekatkan dan dua surga dari perak bagi golongan kanan. Ibnu Zaid berkata bahwa kedua surga yang terakhir berada di bawah keduanya dalam hal keutamaan.Dalil yang menunjukkan kemuliaan kedua surga yang pertama di atas kedua surga yang lainnya dapat ditinjau dari berbagai sisi, Salah satunya adalah bahwa Allah سبحانه وتعالى menyebutkan gambaran kedua surga yang pertama sebelum kedua surga ini, dan pendahuluan ini menunjukkan sesuatu yang lebih diperhatikan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (62)) Ini jelas menunjukkan kemuliaan dan ketinggiannya melebihi yang kedua. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan (48)) yaitu cabang-cabang kenikmatan, Di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya (64)) yaitu kelihatan hitam karena kuatnya pengairan.Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya (64)) yaitu tampak kehitam-hitaman karena hijaunya yang terlalu tua karena kuatnya pengairan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, Athiyyah Al-Aufi, dan Hasan Al-Bashri terkait hal yang serupa dengan itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir (50)) di sini Allah berfirman: (ada dua mata air yang memancar) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknanya adalah yang memancar, dan pengertian mengalir lebih kuat daripada memancar.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan (52)) di sini Allah berfirman: (Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima (68)) Tidak diragukan lagi bahwa yang pertama lebih umum dan lebih banyak jenis buah-buahan.Karena itu, diungkapkan dengan bentuk nakirah dalam konteks itsbat yang tidak menunjukkan makna umum. Olah karena itu dijelaskan oleh firmanNya: (dan kurma serta delima) termasuk athaf khas ‘alal ‘am berdasarkan apa yang ditetapkan Imam Bukhari dan lainnya. Dan bahwa sesungguhnya kurma dan delima disebutkan secara tersendiri mengingat kemuliaan keduanya melebihi buah lainnya FirmanNya: (dalam rumah) Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Bakar bin Abdullah bin Qais, dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat rumah yang terbuat dari mutiara yang dilubangi, besarnya sama dengan jarak enam puluh mil, pada tiap-tiap sudut rumah itu ada penghuninya yang satu sama lainnya tidak saling melihat, dan orang-orang mukmin mengelilingi mereka” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (74)) Telah disebutkan sebelumnya karena mempunyai makna yang serupa, melainkan pada gambaran yang pertama ditambahkan dengan firmanNya: (Seakan-akan bidadari itu permata yaqut dan marjan (58) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (59)) (Surah Ar-Rahman) Firman Allah: (Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah (76)) diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan “Ar-rafraf” adalah seprei-seprei. (Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau) yaitu bantal-bantal.Pendapat ini dikatakan Hasan Al-Bashri. Firman Allah سبحانه وتعالى (dan permadani-permadani yang indah) Sa'id bin Jubair berkata bahwa maknannya adalah permadani yang sangat baik. Mujahid berkata bahwa “Al-Abqari” adalah sutra.Semua pendapat itu menunjukkan bahwa gambaran tentang kedua surga yang pertama lebih tinggi dan lebih mulia daripada dengan gambaran ini. Karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra) Allah سبحانه وتعالى hanya menyebutkan sifat bagian dalamnya saja, daripada bagian luarnya, karena sudah dianggap cukup hanya dengan menyebutkan kemewahan bagian dalamnya dengan cara yang lebih baik, dan sifat ini diakhiri dengan firmanNya yang menyebutkan: (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) Para penghuninya disebutkan sebagai orang-orang yang baik, yaitu tingkatan tertinggi, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits malaikat Jibril,ketika dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam, lalu iman, kemudian ihsan. Demikianlah segi-segi keutamaan kedua surga yang pertama atas kedua surga berikutnya.Dan kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi semoga Dia menjadikan kita termasuk penghuni-penghuni kedua surga yang pertama. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia (78)) yaitu bahwa Dia berhak untuk diagungkan dan tidak boleh didurhakai. Dia Maha Mulia dan berhak untuk disembah.Dia berhak untuk disyukuri semua nikmatNya, maka tidak boleh diingkari, dan Dia berhak untuk selalu diingat dan tidak boleh dilupakan. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Yang Mempunyai kebesaran dan karunia) yaitu mempunyai keagungan dan kebesaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/10426-surat-ar-rahman-ayat-78.html
Informasi
Surat
الرحمن (Ar-Rahman)
Maha Pengasih — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
78 dari 78 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 534
Ruku
Ruku 468
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (213/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4979 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-55