الواقعة (Al-Waqi'ah)
Per AyatMushaf
فَشَارِبُوْنَ
maka akan meminum
عَلَيْهِ
atasnya
مِنَ
dari
الْحَمِيْمِۚ
air panas yang mendidih
﴿٥٤﴾
Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
5033 / 6236
Tafsir
Tafsir as-Sa'di
54-56. Dan minuman mereka juga adalah seburuk-buruk minuman, yaitu bahwa mereka minum (untuk mendorong) makanan tersebut dengan air yang sangat panas yang mendidih di dalam perut, “seperti unta yang sangat haus minum,” yakni, unta kehausan yang rasa hausnya telah memuncak, atau (bisa juga bermakna) bahwa ‘alhiimi’ adalah penyakit yang menyerang unta sehingga ia akan selalu kehausan meskipun telah minum air. “ini” Yakni makanan dan minuman tersebut merupakan “hidangan untuk mereka” maksudnya jamuan bagi mereka “pada Hari Pembalasan”, yaitu jamuan yang telah mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri dan mengutamakannya daripada jamuan Allah dan para waliNya. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” -Al-Kahfi:108-
Sumber: https://tafsirweb.com/10558-surat-al-waqiah-ayat-54.html
Tafsir Al-Wajiz
54. Kemudian, setelah kalian makan makanan yang menyedihkan itu, kalian akan sangat kehausan, dan kalian akan meminum air yang mendidih dan sangat panas
Sumber: https://tafsirweb.com/10558-surat-al-waqiah-ayat-54.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 41-56 Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang golongan kanan, Dia menghubungkannya dengan menyebutkan golongan kiri. Maka Dia berfirman: (Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu (41)) yaitu siapa sajakah yang termasuk golongan kiri? Kemuian Allah menjelaskan mereka dengan berfirman: (Dalam (siksaan) angin yang amat panas) yaitu angin yang panas, dan (dan air yang mendidih) yaitu air yang sangat panas (dan dalam naungan asap yang hitam (43)) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah naungan asap yang hitam dan sangat panas.Demikian juga dikatakan Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah. Ini sebagaimana firmanNya: ((Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat),"Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya (29) Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai liga cabang (30) yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka” (31) Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana (32) Seolah-olah ia iringan unta yang kuning (33) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (34)) (Surah Al-Mursalat) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (dan dalam naungan asap yang hitam (43)( yaitu asap yang hitam pekat (Tidak sejuk dan tidak menyenangkan (44)) yaitu tiupannya tidak menyejukkan dan pemandangannya tidak menyenangkan, sebagaimana yang dikatakan Al-Hasan dan Qatadah tentang firmanNya: (dan tidak menyenangkan) yaitu tidak menyenangkan pemandangannya.Ibnu Jarir berkata bahwa orang-orang Arab biasa menggunakan kalimat ini secara bergandengan dalam ungkapan nafi, sehingga mereka mengatakan bahwa makanan ini tidak enak dan tidak menyenangkan, daging ini tidak empuk dan tidak menyenangkan, atau rumah ini tidak bersih dan tidak menyenangkan. Demikian juga diriwayatkan Ibnu Jarir melalui dua jalur lain dari Qatadah dengan kalimat yang serupa. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa mereka berhak mendapatkannya, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah (45)) yaitu mereka di dunia hidup senang dan bergelimangan dalam kemewahan dan mengejar kesenangan diri mereka tanpa memperhatikan apa yang disampaikan para rasul kepada mereka (Dan mereka terus-menerus) yaitu, selalu bersikeras dengan sikapnya dan tidak mau bertaubat (mengerjakan dosa yang besar) yaitu kafir kepada Allah dan menjadikan berhala-berhala dan tandingan-tandingan sebagai tuhan-tuhan selain Allah.Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (mengerjakan dosa yang besar) yaitu menyekutukan Allah. Demikian juga dikatakan Mujahid. Ikrimah, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan lainnya. (Dan mereka selalu mengatakan, "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (47) Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?” (48)) yaitu bahwa mereka mengatakan demikian dengan maksud mendustakan dan menganggap mustahil kejadiannya.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian (49) benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal (50)) yaitu, beritahukanlah kepada mereka wahai Muhammad bahwa orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian dari anak cucu nabi Adam akan dikumpulkan di padang Mahsyar pada hari kiamat, tidak ada seorangpun dari mereka yang ketinggalan. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk) (103) Dan Kami dadulah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104) Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan seizinnya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia (105)) (Surah Hud) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal (50)) yaitu telah ditetapkan waktunya, tidak dapat dimajukan dan diundurkan, serta tidak dapat ditambahi dan dikurangi. (Kemudian sesungguhnya kamu, hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan (51) benar-benar akan memakan pohon zaqqum (52) dan akan memenuhi perutmu dengannya (53)) Demikian itu karena mereka ditangkap dan diseret untuk memakan buah zaqqum sehingga perut mereka penuh dengannya (Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas (54) Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum (55)) yaitu unta yang sangat kehausan; bentuk tunggalnya adalah “Ahyam”. sedangkan bentuk muannastnya adalah “Haima”.Dikatakan juga bentuknya “ha’im” dan “ha’imah”. Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan Ikrimah berkata bahwa “al-him” adalah unta yang selalu merasa kehausan Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan (56)) Apa yang telah kami sebutkan merupakan sajian untuk mereka di hadapan Tuhan mereka pada hari penghisaban mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang hal orang-orang mukmin (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal (107)) (Surah Al-Kahfi) yaitu sebagai penghormatan dan kemuliaan
Sumber: https://tafsirweb.com/10558-surat-al-waqiah-ayat-54.html
Informasi
Surat
الواقعة (Al-Waqi'ah)
Hari Kiamat — 96 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
54 dari 96 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 536
Ruku
Ruku 470
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (214/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5033 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-56