الحشر (Al-Hasyr)

Per AyatMushaf
فَكَانَ
maka adalah
عَاقِبَتَهُمَآ
akibat/kesudahan keduanya
اَنَّهُمَا
bahwasanya keduanya
فِى
pada/dalam
النَّارِ
neraka
خَالِدَيْنِ
mereka kekal
فِيْهَاۗ
di dalamnya
وَذٰلِكَ
dan demikian itu
جَزٰۤؤُا
balasan
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang zalim
ࣖ
﴿١٧﴾
Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim.
5143 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

17. Akibat perintah setan dan manusia yang mematuhinya lalu dia kafir adalah bahwa keduanya masuk neraka, tinggal di dalamnya selamanya. Itu adalah balasan orang-orang yang melanggar dan melampaui batas Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/10815-surat-al-hasyr-ayat-17.html

Tafsir as-Sa'di

17. “Maka kesudahan keduanya,” yaitu si penyeru (setan) dan yang diseru (manusia) yang menaatinya, “bahwa keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya.” Semakna dengan yang disebutkan dalam Firman Allah, “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” Fathir: 6 “Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim,” yaitu orang-orang yang bersekutu dalam kezhaliman dan kekufuran, meski keras dan kuatnya azab bagi mereka tidak sama. Inilah kebiasaan setan bersama dengan para penolongnya. Setan mengajak dan menunjukkan mereka dengan cara tipuan menuju segala hal yang membahayakan.Ketika mereka melakukan kesyirikan dan sebab-sebab kebinasaan, setan pun berlepas diri dari mereka. Semua cercaan adalah bagi orang yang menuruti setan. Karena Allah telah mengingatkan mereka dari setan serta memberitahukan niat dan tujuan setan.Sehingga orang yang menuruti setan padahal ia mengetahui hal itu, ia tidak lagi memiliki alasan.

Sumber: https://tafsirweb.com/10815-surat-al-hasyr-ayat-17.html

Tafsir Al-Wajiz

17. Maka balasan bagi mereka berdua (setan dan manusia) adalah neraka. Mereka kekal di dalam neraka, itulah balasan bagi mereka atas kekufuran dan kedhaliman kepada diri mereka sendiri

Sumber: https://tafsirweb.com/10815-surat-al-hasyr-ayat-17.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 11-17 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang munafik seperti Abdullah bin Ubay dan teman-temannya ketika mereka mengirimkan utusannya kepada orang-orang Yahudi, Bani Nadhir untuk menjanjikan sesuatu kepada mereka . Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara Ahli Kitab, "Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu; dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu”) Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta) yaitu benar-benar mendustakan apa yang mereka janjikan. Ini barangkali karena mereka hanya berkata-kata saja karena niat mereka adalah tidak akan memenuhinya. atau barangkali karena mereka tidak mampu melakukan apa yang mereka katakan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tiada akan menolongnya) yaitu, mereka tidak mau berperang bersama orang-orang Bani Nadhir (sesungguhnya jika mereka menolongnya) yaitu mereka membantu orang-orang Bani Nadhir dan berperang bersama mereka (niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tiada akan mendapat pertolongan) Hal ini mengandung kabar gembira tersendiri, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah) yaitu mereka takut kepada kalian melebihi ketakutan mereka kepada Allah (tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari pada itu) (Surah An-Nisa: 77) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok) yaitu karena sifat pengecut dan penakut mereka sehingga tidak mampu menghadapi pasukan Islam dengan perang tanding atau berhadap-hadapan, melainkan adakalanya dari balik benteng-benteng atau tembok dalam keadaan terkepung sehingga mereka terpaksa harus membela dirinya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat) yaitu permusuhan di antara mereka sangat keras, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain) (Surah Al-An'am: 65) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kamu kira mereka itu bersatu, sedangkan hati mereka berpecah belah) yaitu kamu melihat mereka bersatu dan rukun, padahal kenyataannya mereka bertentangan dan terpecah belah.Mujahid, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan berkata bahwa makna yang dimaksud adalah seperti apa yang dialami oleh orang-orang Quraisy dalam perang Badar. Ibnu Abbas berkata sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka, yakni orang-orang Yahudi Bani Qainuqa'. Demikian juga dikatakan Qatadah dan Muhammad bin Ishaq.Pendapat inilah yang lebih sesuai dengan kebenaran karena orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' diusir Rasulullah ﷺ sebelum itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu, " Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu”) yaitu perumpamaan orang-orang Yahudi yang terbujuk oleh janji pertolongan dari sebagian orang-orang munafik, dan ucapan orang-orang munafik kepada mereka,"Jika kalian diperangi, maka kami akan membantu kalian" Kemudian setelah peperangan terjadi dan dijumpai mereka dikepung dan diperangi, maka orang-orang munafik itu berlepas diri dari mereka dan menyerahkan mereka kepada kehancuran. Perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan setan ketika merayu manusia (semoga Allah melindungi kita dari godaannya) "Kafirlah kamu" Maka ketika dia terjerumus dalam rayuannya maka setan berlepas diri darinya dan berbalik mencelanya, lalu berkata: (Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya) yaitu akibat dari memerintahkan kepada kekafiran dan yang melakukannya serta tempat kembali keduanya adalah neraka Jahanam, keduanya kekal di dalamnya (Demikianlah balasan orang-orang yang zalim) yaitu balasan yang diterima setiap orang zalim

Sumber: https://tafsirweb.com/10815-surat-al-hasyr-ayat-17.html

Informasi

Surat

الحشر (Al-Hasyr)

Pengusiran — 24 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

17 dari 24 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 548

Ruku

Ruku 480

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 110 (219/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5143 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-59