الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Per AyatMushaf
اِنْ
jika
يَّثْقَفُوْكُمْ
mereka menangkap kamu
يَكُوْنُوْا
mereka adalah
لَكُمْ
bagi kalian
اَعْدَاۤءً
musuh
وَّيَبْسُطُوْٓا
dan mereka melepaskan
اِلَيْكُمْ
kepadamu
اَيْدِيَهُمْ
tangan-tangan mereka
وَاَلْسِنَتَهُمْ
dan lidah mereka
بِالسُّوْۤءِ
dengan kejahatan (menyakiti)
وَوَدُّوْا
dan mereka menginginkan
لَوْ
sekiranya/supaya
تَكْفُرُوْنَۗ
kalian kafir
﴿٢﴾
Jika mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.
5152 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
2. Bila orang-orang yang kalian memberikan kasih sayang kepada mereka secara rahasia tersebut mengalahkan kalian, niscaya mereka memerangi kalian, menggerakkan tangan-tangan mereka untuk membunuh dan menawan kalian, menggerakkan lidah-lidah mereka dengan mencaci dan mencela kalian, dan mereka berharap dalam keadaan apa pun, seandainya kalian kafir seperti mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/10848-surat-al-mumtahanah-ayat-2.html
Tafsir as-Sa'di
2. Kemudian Allah menjelaskan hebatnya permusuhan orang-orang kafir sebagai dorongan bagi orang-orang Mukmin agar memusuhi mereka. “Jika mereka menangkap kamu,” maksudnya, bertemu dengan kalian dan berkesempatan untuk mencelakai kalian, “niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu” secara nyata, “dan mengumbar tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu),” dengan kata-kata yang menyakiti seperti celaan dan lainnya. “Dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.” Inilah puncak yang mereka inginkan darimu.
Sumber: https://tafsirweb.com/10848-surat-al-mumtahanah-ayat-2.html
Tafsir Al-Wajiz
2. Jika mereka kaum musyrik menangkap kalian, mereka mengaku/bertindak sebagai musuh kalian. Mereka akan menyerang/memerangi, membunuh dan memenjara kalian.Mereka mencaci dan menghina kalian, dan yang mereka harapkan hanyalah supaya kalian keluar dari agama kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/10848-surat-al-mumtahanah-ayat-2.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-3 Penyebab turunnya permulaan surah yang mulia ini adalah kisah Hatib bin Abi Balta'ah. dia adalah seorang lelaki dari kalangan Muhajirin dan ikut dalam Perang Badar. Dia mempunyai anak-anak dan harta yang dia di Makkah. Dan dia bukan termasuk salah seorang dari kabilah Quraisy, melainkan dia hanyalah teman Utsman.Ketika Rasulullah ﷺ bertekad untuk menaklukkan Makkah, karena merusak perjanjian yang disepakati, maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk membuat persiapan untuk memerangi mereka, dan beliau ﷺ berdoa: Ya Allah, umumkanlah kepada mereka berita kami” Maka Hatib dengan sengaja menulis surat kepada orang-orang Quraisy melalui seorang wanita suruhannya kepada penduduk Makkah. Dia memberitahu mereka tentang apa yang akan dilakukan Rasulullah ﷺ berupa memerangi mereka, agar dia mendapat jasa di kalangan mereka. Maka Allah memperlihatkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ sebagai bentuk perkenan dari doa beliau, lalu beliau ﷺ mengirimkan beberapa orang utusan untuk mengejar wanita itu, kemudian surat itu diambil darinya, sebagaimana yang disebutkan kisahnya dalam hadits yang disepakati keshahihannya Firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu) yaitu orang-orang musyrik dan orang-orang kafir yang selalu memerangi Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin.Allah memerintahkan untuk memusuhi dan memerangi mereka, serta melarang mengambil mereka sebagai kekasih, teman, dan orang-orang terdekat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka) (Surah Al-Maidah: 51) Ini merupakan, ancaman keras dan peringatan tegas.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman (57)) (Surah Al-Maidah) Oleh karena itu Rasulullah ﷺ menerima alasan Hatib, karena sesungguhnya dia melakukan itu hanya sebagai sikap basa-basi terhadap orang-orang Quraisy, mengingat dia memiliki harta dan anak-anak di kalangan mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى (mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu) Ini dan yang sebelumnya mendorong untuk memusuhi mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai teman, karena mereka telah mengusir Rasulallah ﷺ dan para sahabat dari kalangan mereka, karena mereka benci kepada ajaran tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu) yaitu kalian tidak mempunyai dosa terhadap mereka, melainkan hanya karena keimanan kalian kepada Allah, Tuhan alam semesta. Sebagaimana firmanNya: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (8)) (Surah Al-Buruj) dan ((yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah”) (Surah Al-Hajj: 40) Firman Allah سبحانه وتعالى (Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku) yaitu jika kalian memang demikian, maka janganlah mengambil mereka sebagai teman dekat. yaitu, jika kalian benar keluar hanya untuk berjihad di jalanKu dan meraih ridhaKu kepada kalian, maka janganlah berteman dengan musuh-musuhKu dan musuh-musuh kalian.Sesungguhnya mereka telah mengusir kalian dari rumah dan harta benda kalian, karena benci dengan agama kalian. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan) yaitu kalian melakukan itu, sedangkan Aku mengetahui semua rahasia dan apa yang terkandung di dalam hati serta apa yang dinyatakan (Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus (1) Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu)) yaitu, seandainya mereka mempunyai kemampuan untuk mengalahkan kalian, tentu mereka tidak segan-segan menyakiti kalian dengan ucapan dan perbuatan mereka (dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir) yaitu mereka sangat menginginkan agar kalian tidak memperoleh suatu kebaikan. yaitu, permusuhan mereka kepada kalian itu secara lahir maupun batin.Maka mengapa kalian berteman dengan orang-orang seperti mereka? Ini pun merupakan dorongan untuk memusuhi mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada hari kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (3)) yaitu kekerabatan kalian tidak dapat memberikan manfaat kepada kalian di sisi Allah.Apabila Allah menghendaki keburukan bagi kalian, dan manfaat mereka tidak akan sampai kepada kalian, jika kalian membuat mereka puas terhadap apa yang dimurkai Allah سبحانه وتعالى. Dan barangsiapa yang membiarkan keluarganya dalam kekafiran untuk memuaskan hati mereka, maka sesungguhnya dia kecewa, merugi, dan lenyap amalnya; dan tidak bermanfaat baginya di sisi Allah hubungan kekerabatannya, sekalipun dia adalah orang yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan salah seorang nabi.
Sumber: https://tafsirweb.com/10848-surat-al-mumtahanah-ayat-2.html
Informasi
Surat
الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Wanita Yang Diuji — 13 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
2 dari 13 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 549
Ruku
Ruku 482
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (219/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5152 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-60