الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Per AyatMushaf
۞
عَسَى
mudah-mudahan
اللّٰهُ
Allah
اَنْ
bahwa
يَّجْعَلَ
menjadikan
بَيْنَكُمْ
diantara kamu
وَبَيْنَ
dan antara
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
عَادَيْتُمْ
kamu musuhi
مِّنْهُمْ
diantara mereka
مَّوَدَّةًۗ
kasih sayang
وَاللّٰهُ
dan Allah
قَدِيْرٌۗ
Maha Kuasa
وَاللّٰهُ
dan Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿٧﴾
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
5157 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
7. Semoga Allah menjadikan di antara kalian (wahai orang-orang beriman) dengan orang-orang yang kalian musuhi dari para kerabat kalian yang musyrik kecintaan sesudah kebencian, kasih sayang sesudah permusuhan dengan membuat dada mereka lapang menerima Islam. Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya, juga Maha Penyayang kepada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/10853-surat-al-mumtahanah-ayat-7.html
Tafsir as-Sa'di
7. Kemudian Allah mengabarkan bahwa permusuhan yang diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang musyrik serta diperintahkan agar dilakukan ini adalah selama mereka berada di dalam kesyirikan dan kekufuran. Jika mereka beriman, hukum pun berubah sesuai penyebabnya; maksudnya, rasa cinta dengan didasari keimanan kembali.Karena itu, janganlah kalian wahai orang-orang yang beriman berputus asa untuk menyeru mereka kembali pada keimanan, “mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka,” yang disebabkan oleh kembalinya mereka pada keimanan. “dan Allah Mahakuasa” atas segala sesuatu, yang di antaranya adalah memberikan petunjuk pada hati dan merubah-rubahnya dari satu kondisi ke kondisi lain. “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Tidak ada dosa yang karena besarnya membuatNya tidak memberi ampunan dan tidak ada aib yang karena beratnya membuatNya tidak menutupinya. “ Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” -Az-Zumar: 53- Dalam ayat ini terdapat kabar gembira islamnya sebagian orang-orang musyrik yang pada saat itu memusuhi orang-orang Mukmin.Hal itu terjadi. Segala puji dan karunia hanya bagi Allah semata.
Sumber: https://tafsirweb.com/10853-surat-al-mumtahanah-ayat-7.html
Tafsir Al-Wajiz
7. Mudah-mudahan Allah menumbuhkan cinta diantara kalian wahai orang mukmin dengan orang musyrik. Barangkali dengan begitu mereka hendak masuk Islam dan menjadi saudara seiman kalian.Allah maha kuasa untuk membalikkan hati dan menancapkan hidayah menuju keimanan.Allah Maha Luas dalam memberi ampunan bagi siapa saja yang bertaubat, dan pengasih kepada orang-orang yang beriman. Ketika turun ayat sebelumnya, orang-orang mukmin mengajak para kerabatnya uyang musyrik kepada Allah. Maka Allah menurunkan ayat Mudah-mudahan Allah….. kemudian mereka melaksanakan perintah itu dan berimanlah sebagian besar kerabat mereka yang musyrik.Sehingga mereka menjadi sahabat atau kekasih mereka, dan mereka hidup berdampingan
Sumber: https://tafsirweb.com/10853-surat-al-mumtahanah-ayat-7.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 7-9 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman setelah memerintahkan mereka agar memusuhi orang-orang kafir (Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka) yaitu kasih sayang setelah kebencian, dan simpati setelah pengabaian, dan kerukunan setelah terpecah belah (Dan Allah adalah Maha Kuasa) yaitu atas semua yang Dia kehendaki seperti menyatukan di antara berbagai hal yang bertentangan dan berbeda. Maka Dia menjadikan hati mereka menjadi rukun setelah permusuhan dan kekerasan, sehingga mereka menjadi bersatu dan hidup rukun, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya tentang anugerah Allah kepada orang-orang Anshar: (dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya) (Surah Ali Imran: 103) Demikian juga dikatakan Nabi ﷺ melalui sabdanya:”Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi kalian petunjuk dengan melaluiku, dan dahulu kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah merukunkan kalian melalui akau?” Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang mukmin (62) dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (63)) (Surah Al-Anfal) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu mengampuni kekufuran orang-orang yang kafir ketika mereka bertaubat dari kekafirannya, lalu kembali ke jalan Tuhan mereka dan berserah diri kepadaNya, dan Dialah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua orang yang bertaubat kepadaNya dari dosa apa pun.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah tiada melarang kamu terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu) yaitu mereka tidak membantu (orang-orang) untuk memerangi dan mengusir kalian. yaitu, Allah tidak melarang kalian menjalin hubungan baik dengan orang-orang kafir yang tidak memerangimu karena agama, seperti kaum wanita dan orang-orang lemah dari mereka (untuk berbuat baik) yaitu berbuat baik kepada mereka (dan berlaku adil terhadap mereka) yaitu kalian berbuat adil (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil) Firman Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil) Tafsir ini telah disebutkan dalam surah Al-Hujurat. Disebutkan hadits shahih,”Orang-orang yang berlaku adil (kelak) berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya berada di sebelah kanan 'Arasy; (yaitu) orang orang yang berlaku adil dalam keputusan hukum mereka, berlaku adil terhadap keluarga dan apa yang dikuasakan kepada mereka” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu) yaitu sesungguhnya Allah hanya melarang kalian berhubungan dengan orang-orang yang memusuhi, memerangi dan mengusir kalian dan orang-orang yang membantu mereka mengusir kalian. Allah سبحانه وتعالى melarang berteman dengan mereka dan memerintahkan kalian untuk memusuhi mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menegaskan ancaman bagi orang yang mau berteman dengan mereka, lalu berfirman (Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim) sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim (51)) (Surah Al-Maidah)
Sumber: https://tafsirweb.com/10853-surat-al-mumtahanah-ayat-7.html
Informasi
Surat
الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Wanita Yang Diuji — 13 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
7 dari 13 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 550
Ruku
Ruku 483
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (220/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5157 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-60