الممتحنة (Al-Mumtahanah)

Per AyatMushaf
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
يَنْهٰىكُمُ
melarang kamu
اللّٰهُ
Allah
عَنِ
dari
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
قَاتَلُوْكُمْ
(mereka) memerangi kamu
فِى
dalam
الدِّيْنِ
agama
وَاَخْرَجُوْكُمْ
dan mengusir/mengeluarkan kamu
مِّنْ
dari
دِيَارِكُمْ
kampung halamanmu
وَظَاهَرُوْا
dan mereka membantu
عَلٰٓى
atas/untuk
اِخْرَاجِكُمْ
mengusir kamu
اَنْ
bahwa
تَوَلَّوْهُمْۚ
kamu menjadikan mereka sebagai kawan
وَمَنْ
dan barang siapa
يَّتَوَلَّهُمْ
menjadikan mereka sebagai kawan
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٩﴾
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.
5159 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian memberikan loyalitas, dukungan dan kaish sayang kepada orang-orang kafir yang memerangi kalian disebabkan oleh agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu orang-orang kafir untuk mengusir kalian, dan barangsiapa mengangkat mereka sebagai penolong-penolong dan rekan-rekan dekat atas orang-orang beriman, maka mereka adalah orang-orang yang zholim terhadap diri mereka sendiri, yang keluar dari batasan-batasan Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/10855-surat-al-mumtahanah-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena Agama,” maksudnya, demi agama kalian, memusuhi agama kalian dan orang yang menegakkannya, “dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu,” yakni membantu orang lain, “untuk mengusirmu.” Allah melarang kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin kalian dan memberikan bantuan dan sikap kasih sayang, baik dengan perkataan maupun perbuatan.Adapun perbuatan baik kalian terhadap orang-orang kafir di luar koridor sikap loyalitas tidaklah terlarang, namun termasuk dalam keumuman perintah berbuat baik terhadap kerabat dan orang lain bahkan terhadap selain manusia. “Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan,” dari kalangan kalian, “maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” Kezhaliman itu berdasarkan sikap menjadikan mereka sebagai kawan. Jika hal itu dilakukan secara penuh, maka perbuatan itu adalah suatu kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dan di bawah tingakatan ini ada juga tingkatan yang besar dan yang lebih kecil dari itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/10855-surat-al-mumtahanah-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Allah hanya melarang kalian wahai orang mukmin untuk berbuat baik kepada orang-orang yang memerangi agama kalian dan mereka yang mengusir kalian dari kampong halaman. Mereka adalah para pembesar kafir Quraiys.Kalian dilarang untuk memberi pertolongan kepada mereka yang telah mengusir kalian dari kampung halaman kalian, yaitu semua penduduk Makkah dan sekutu mereka. Jangan kalian jadikan mereka penolong dan sekutu kalian. Barang siapa yang tetap begitu maka mereka adalah orang yang mendholimi diri mereka sendiri dengan memusuhi Allah, rasul-Nya dan kitab suci Alquran

Sumber: https://tafsirweb.com/10855-surat-al-mumtahanah-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-9 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman setelah memerintahkan mereka agar memusuhi orang-orang kafir (Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka) yaitu kasih sayang setelah kebencian, dan simpati setelah pengabaian, dan kerukunan setelah terpecah belah (Dan Allah adalah Maha Kuasa) yaitu atas semua yang Dia kehendaki seperti menyatukan di antara berbagai hal yang bertentangan dan berbeda. Maka Dia menjadikan hati mereka menjadi rukun setelah permusuhan dan kekerasan, sehingga mereka menjadi bersatu dan hidup rukun, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya tentang anugerah Allah kepada orang-orang Anshar: (dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya) (Surah Ali Imran: 103) Demikian juga dikatakan Nabi ﷺ melalui sabdanya:”Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi kalian petunjuk dengan melaluiku, dan dahulu kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah merukunkan kalian melalui akau?” Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang mukmin (62) dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (63)) (Surah Al-Anfal) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu mengampuni kekufuran orang-orang yang kafir ketika mereka bertaubat dari kekafirannya, lalu kembali ke jalan Tuhan mereka dan berserah diri kepadaNya, dan Dialah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua orang yang bertaubat kepadaNya dari dosa apa pun.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah tiada melarang kamu terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu) yaitu mereka tidak membantu (orang-orang) untuk memerangi dan mengusir kalian. yaitu, Allah tidak melarang kalian menjalin hubungan baik dengan orang-orang kafir yang tidak memerangimu karena agama, seperti kaum wanita dan orang-orang lemah dari mereka (untuk berbuat baik) yaitu berbuat baik kepada mereka (dan berlaku adil terhadap mereka) yaitu kalian berbuat adil (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil) Firman Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil) Tafsir ini telah disebutkan dalam surah Al-Hujurat. Disebutkan hadits shahih,”Orang-orang yang berlaku adil (kelak) berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya berada di sebelah kanan 'Arasy; (yaitu) orang­ orang yang berlaku adil dalam keputusan hukum mereka, berlaku adil terhadap keluarga dan apa yang dikuasakan kepada mereka” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu) yaitu sesungguhnya Allah hanya melarang kalian berhubungan dengan orang-orang yang memusuhi, memerangi dan mengusir kalian dan orang-orang yang membantu mereka mengusir kalian. Allah سبحانه وتعالى melarang berteman dengan mereka dan memerintahkan kalian untuk memusuhi mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menegaskan ancaman bagi orang yang mau berteman dengan mereka, lalu berfirman (Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim) sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim (51)) (Surah Al-Maidah)

Sumber: https://tafsirweb.com/10855-surat-al-mumtahanah-ayat-9.html

Informasi

Surat

الممتحنة (Al-Mumtahanah)

Wanita Yang Diuji — 13 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

9 dari 13 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 550

Ruku

Ruku 483

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 110 (220/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5159 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-60