الصّفّ (As-Saff)
Per AyatMushaf
وَاِذْ
apabila
قَالَ
berkata
مُوْسٰى
Musa
لِقَوْمِهٖ
kepada kaumnya
يٰقَوْمِ
wahai kaumku
لِمَ
mengapa
تُؤْذُوْنَنِيْ
kamu menyakiti aku
وَقَدْ
dan sesungguhnya
تَّعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
اَنِّيْ
sesungguhnya aku
رَسُوْلُ
rasul/utusan
اللّٰهِ
Allah
اِلَيْكُمْۗ
kepadamu
فَلَمَّا
maka tatkala
زَاغُوْٓا
mereka berpaling
اَزَاغَ
memalingkan
اللّٰهُ
Allah
قُلُوْبَهُمْۗ
hati mereka
وَاللّٰهُ
dan Allah
لَا
tidak
يَهْدِى
menunjukkan
الْقَوْمَ
kaum
الْفٰسِقِيْنَ
orang-orang yang fasik
﴿٥﴾
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
5168 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
5. Dan sampaikanlah kepada kaummu (wahai rosul) ketika Nabi Allah, Musa berkata kepada kaumnya, “Mengapa kalian menyakitiku dengan kata-kata dan perbuatan sedangkan kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah kepada kalian?” ketika mereka menyimpang dari kebenaran padahal mereka mengetahuinya dan bersikukuh di atasnya, maka Allah memalingkan hati mereka dari petunjuk sehingga tidak menerimanya, sebagai hukuman bagi mereka atas penyimpangan yang mereka pilih sendiri untuk diri mereka. Allah tidak memberikan hidayah kepada orang-orang yang menyimpang dari ketaatan dan jalan kebenaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/10877-surat-as-shaff-ayat-5.html
Tafsir as-Sa'di
5. “Dan (ingatlah)ketika Musa berkata kepada kaumnya,” seraya mencela mereka atas perbuatan yang mereka lakukan dan menegur dengan keras atas penyiksaan yang mereka lakukan padahal mereka mengetahui bahwa Nabi Musa adalah utusan allah, “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku,” dengan perkataan dan perbuatan, “sedang kamu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu?” hak seorang rasul adalah dimuliakan, diagungkan dan semua perintah dan hukumnya dilaksanakan segera. Adapun menyakiti utusan Allah yang kebaikannya terhadap manusia melebihi segala bentuk kebaikan setelah kebaikan Allah, adalah puncak sikap tidak tahu malu, sembrono dan menyimpang dari jalan yang lurus yang telah mereka ketahui dan mereka tinggalkan. Karena itu Allah berfirman, “Maka tatkala mereka berpaling,” maksudnya berpaling dari kebenaran sesuai keinginan mereka, “Allah memalingkan hati mereka,” sebagai hukuman bagi mereka atas penyimpangan yang mereka pilih untuk diri mereka dan keridhaan mereka pada penyimpangan itu.Allah tidak memberi pertolongan pada mereka untuk mendapatkan petunjuk, karena mereka tidak layak mendapatkan kebaikan. Yang layak bagi mereka hanyalah keburukan. “Dan Allah memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” Maksudnya, orang-orang yang sifat kefasikan terus menempel pada dirinya, dan mereka tidak memiliki niat untuk mencari petunjuk. Ayat mulia ini menunjukkan bahwa kesesatan manusia yang digariskan Allah bukanlah suatu kezhaliman Allah dan bukan hujjah manusia atas Allah.Kesesatan itu timbul disebabkan oleh mereka sendiri. Mereka menutup diri dari pintu hidayah, padahal sebenarnya mereka mengetahui. Allah pun membalas mereka dengan kesesatan dan penyimpangan, serta dirubah-rubahnya hati mereka, sebagai hukuman bagi mereka dan sebagai keadilan Allah terhadap mereka.Ini semakna dengan firman Allah “Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” Al-An’am :110
Sumber: https://tafsirweb.com/10877-surat-as-shaff-ayat-5.html
Tafsir Al-Wajiz
5. Ingatlah wahai Nabi, saat Musa berkata kepada kaumnya: “Wahai kaumku, kenapa kalian menyakitiku dengan berbuat maksiat dan menyeleweng dari perintah-perintahku dalam menjalani syariat-syariat yang diwajibkan oleh Allah kepada kalian? Sedangkan kalian mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa aku adalah utusan Allah yang diutus kepada kalian dan Rasul itu ditaati dan dimuliakan”.Saat mereka condong menjauh dari kebenaran dan menyimpang dari petunjuk (Allah) dan kebenaran, maka Allah memalingkan pula hati mereka dari kebenaran dan membuatnya lebih jauh dari kebaikan sebagai balasan apa yang mereka perbuat. Allah tidak menolong kaum yang keluar dari ketaatan untuk melihat kebenaran
Sumber: https://tafsirweb.com/10877-surat-as-shaff-ayat-5.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 5-6 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hamba dan rasulNya, nabi Musa bahwa dia pernah berkata kepada kaumnya: (mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?) yaitu, mengapa kalian menyakitiku, padahal kalian mengetahui kejujuranku dalam menyampaikan risalah kepada kalian. Dalam hal ini terkandung hiburan bagi Rasulullah ﷺ dalam apa yang menimpa beliau dari orang-orang kafir, dari kaum beliau dan kaum lainnya. dan perintah untuk bersabar dalam menghadapinya. Oleh karena itu beliau ﷺ bersabda:”Semoga Allah merahmati Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia tetap bersabar” Di dalamnya juga terkandung larangan bagi orang-orang mukmin meremehkan dan menyakiti Nabi ﷺ, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah (69)) (Surah Al-Ahzab) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka) yaitu ketika mereka menyimpang dari kebenaran, padahal mereka mengetahuinya, maka Allah memalingkan hati mereka dari petunjuk dan menempatkan di hati mereka keraguan, kebimbangan, dan kehinaan.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) dan (Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali (115)) (Surah An-Nisa) Oleh karena itu dalam ayat ini Allah berfirman: (dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”) yaitu kitab Taurat telah menyampaikan kabar gembira tentang aku, dan akulah orang yang diberitakan oleh kitab Taurat itu, dan aku menyampaikan kabar gembira tentang kedatangan rasul yang setelah, dia adalah Rasul yang Ummi, yang berbangsa Arab, dari Makkah bernama Ahmad (Muhammad).Nabi Isa adalah penutup para nabi Bani Israil, dia berada di tengah-tengah kaum Bani Israil menyampaikan kabar gembira atas kedatangan nabi Muhammad, yaitu Ahmad sebagai penutup para nabi dan para rasul yang tidak ada rasul dan nabi lagi sesudahnya. Diriwayatkan dari Luqman bin Amir, dia berkata,”Aku mendengar Abu Umamah berkata,”AKu bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah mula-mulanya perkaramu?" Nabi ﷺ menjawab: “Doa ayahku Ibrahim, kabar gembira Isa, dan ibuku melihat dalam mimpinya bahwa keluar dari tubuhnya cahaya yang menerangi gedung-gedung negeri Syam” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata") Ibnu Juraij dan Ibnu Jarir berkata tentang firmanNya: (Maka tatkala datang kepada mereka rasul itu) yaitu Ahmad (nabi Muhammad) yaitu yang telah diberitakan sejak masa-masa terdahulu dan telah dikenal sebutannya di kalangan umat-umat terdahulu. Maka ketika dia telah tampak perkaranya dan datang dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka orang-orang kafir dan orang-orang yang menentang berkata: (Ini adalah sihir yang nyata)
Sumber: https://tafsirweb.com/10877-surat-as-shaff-ayat-5.html
Informasi
Surat
الصّفّ (As-Saff)
Barisan — 14 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
5 dari 14 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 551
Ruku
Ruku 484
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (220/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5168 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-61