الصّفّ (As-Saff)
Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan apabila
قَالَ
berkata
عِيْسَى
Isa
ابْنُ
binti/anak
مَرْيَمَ
Maryam
يٰبَنِيْٓ
Wahai keturunan
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
اِنِّيْ
sesungguhnya aku
رَسُوْلُ
rasul/utusan
اللّٰهِ
Allah
اِلَيْكُمْ
kepadamu
مُّصَدِّقًا
yang membenarkan
لِّمَا
terhadap apa
بَيْنَ
antara
يَدَيَّ
hadapanku/sebelumku
مِنَ
dari
التَّوْرٰىةِ
Taurat
وَمُبَشِّرًاۢ
dan kabar gembira
بِرَسُوْلٍ
dengan seorang rasul
يَّأْتِيْ
akan datang
مِنْۢ
dari
بَعْدِى
sesudahku
اسْمُهٗٓ
namanya
اَحْمَدُۗ
Ahmad
فَلَمَّا
maka tatkala
جَاۤءَهُمْ
datang kepada mereka
بِالْبَيِّنٰتِ
dengan keterangan yang jelas
قَالُوْا
berkata mereka
هٰذَا
ini
سِحْرٌ
sihir
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿٦﴾
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”
5169 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
6. Dan sampaikanlah pula (kepada kaummu wahai Rasul) ketika Nabi Allah, Isa berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian, membenarkan Taurat yang turun sebelumku, dan sebagai saksi yang membenarkan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad, yakni Muhammad, dan aku menyeru kalian untuk membenarkannya.” Tetapi ketika Muhammad datang kepada mereka dengan ayat-ayat yang nyata, mereka berkata, “Apa yang kamu bawa ini hanya sihir yang nyata.”
Sumber: https://tafsirweb.com/10878-surat-as-shaff-ayat-6.html
Tafsir as-Sa'di
6. Allah berfirman mengabarkan pembangkangan Bani Israil dahulu yang diseru oleh Nabi Isa bin Maryam.Isa berkata pada mereka, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,” maksudnya, Allah mengutusku untuk menyeru kalian pada kebaikan dan melarang kalian dari keburukan, dan Allah mengukuhkan dengan berbagai bukti nyata yang menunjukkan kebenaran kerasulanku. “Membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu taurat,” maksudnya aku datang membawa kitab seperti yang pernah dibawa Nabi Musa yaitu kitab Taurat dan berbagai syariat-syariat samawi. Andai aku hanya mengaku-ngaku sebagai nabi, tentu aku tidak membawa seperti yang dibawa para rasul. “Membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat,” di samping itu kitab Taurat juga telah memberitahukan kabar gembira tentangku dan aku pun datang dan diutus sebagai pembenar Taurat, “dan aku juga memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (muhammad),” yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, nabi dari keturunan Bani Hasyim. Nabi Isa adalah seorang nabi layaknya nabi-nabi lain, membenarkan nabi sebelumnya.Tidak seperti orang-orang yang berdusta yang amat menentang para nabi dari segi sifat, akhlak, perintah dan larangan. “Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka,” yakni Nabi Muhammad yang diberitakan oleh Isa sebelumnya, “dengan membawa bukti-bukti yang nyata,” yaitu bukti-bukti jelas yang menunjukkan bahwa dialah yang diberitakan oleh Nabi Isa dan dialah utusan Allah sebenarnya, “mereka berkata” menentang dan mendustakan kebenaran, “Ini adalah sihir yang nyata.” Ini benar-benar aneh. Seorang rasul yang kerasulannya telah diketahui dengan jelas melebihi terangnya matahari di siang hari dianggap sebagai seorang penyihir yang nyata sihirnya. Apakah ada kehinaan yang lebih besar dari ini?Dan apakah ada kedustaan yang lebih besar dari ini yang menafikan berita kerasulan dan menegaskan sesuatu yang amat mustahil bagi Nabi Muhammad?
Sumber: https://tafsirweb.com/10878-surat-as-shaff-ayat-6.html
Tafsir Al-Wajiz
6. Ingatlah wahai Rasulullah saat Isa bin Maryam berkata: “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus bagimu untuk menguatkan dan membenarkan kitab-kitab sebelumku, yaitu Taurat dan Zabur; dan mengabarkan tentang kedatangan Rasul setelahku yang bernama Ahmad (Muhammad), yaitu orang yang banyak memuji Tuhannya”.Ketika Isa datang kepada mereka dengan mukjizat dan dalil yang menunjukkan pada kebenaran, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang benar-benar nyata”.
Sumber: https://tafsirweb.com/10878-surat-as-shaff-ayat-6.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 5-6 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hamba dan rasulNya, nabi Musa bahwa dia pernah berkata kepada kaumnya: (mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?) yaitu, mengapa kalian menyakitiku, padahal kalian mengetahui kejujuranku dalam menyampaikan risalah kepada kalian. Dalam hal ini terkandung hiburan bagi Rasulullah ﷺ dalam apa yang menimpa beliau dari orang-orang kafir, dari kaum beliau dan kaum lainnya. dan perintah untuk bersabar dalam menghadapinya. Oleh karena itu beliau ﷺ bersabda:”Semoga Allah merahmati Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia tetap bersabar” Di dalamnya juga terkandung larangan bagi orang-orang mukmin meremehkan dan menyakiti Nabi ﷺ, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah (69)) (Surah Al-Ahzab) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka) yaitu ketika mereka menyimpang dari kebenaran, padahal mereka mengetahuinya, maka Allah memalingkan hati mereka dari petunjuk dan menempatkan di hati mereka keraguan, kebimbangan, dan kehinaan.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) dan (Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali (115)) (Surah An-Nisa) Oleh karena itu dalam ayat ini Allah berfirman: (dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”) yaitu kitab Taurat telah menyampaikan kabar gembira tentang aku, dan akulah orang yang diberitakan oleh kitab Taurat itu, dan aku menyampaikan kabar gembira tentang kedatangan rasul yang setelah, dia adalah Rasul yang Ummi, yang berbangsa Arab, dari Makkah bernama Ahmad (Muhammad).Nabi Isa adalah penutup para nabi Bani Israil, dia berada di tengah-tengah kaum Bani Israil menyampaikan kabar gembira atas kedatangan nabi Muhammad, yaitu Ahmad sebagai penutup para nabi dan para rasul yang tidak ada rasul dan nabi lagi sesudahnya. Diriwayatkan dari Luqman bin Amir, dia berkata,”Aku mendengar Abu Umamah berkata,”AKu bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah mula-mulanya perkaramu?" Nabi ﷺ menjawab: “Doa ayahku Ibrahim, kabar gembira Isa, dan ibuku melihat dalam mimpinya bahwa keluar dari tubuhnya cahaya yang menerangi gedung-gedung negeri Syam” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata") Ibnu Juraij dan Ibnu Jarir berkata tentang firmanNya: (Maka tatkala datang kepada mereka rasul itu) yaitu Ahmad (nabi Muhammad) yaitu yang telah diberitakan sejak masa-masa terdahulu dan telah dikenal sebutannya di kalangan umat-umat terdahulu. Maka ketika dia telah tampak perkaranya dan datang dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka orang-orang kafir dan orang-orang yang menentang berkata: (Ini adalah sihir yang nyata)
Sumber: https://tafsirweb.com/10878-surat-as-shaff-ayat-6.html
Informasi
Surat
الصّفّ (As-Saff)
Barisan — 14 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
6 dari 14 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 552
Ruku
Ruku 484
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (220/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5169 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-61