التحريم (At-Tahrim)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
النَّبِيُّ
Nabi
لِمَ
mengapa
تُحَرِّمُ
kamu mengharamkan
مَآ
apa
اَحَلَّ
yang menghalalkan
اللّٰهُ
Allah
لَكَۚ
bagimu
تَبْتَغِيْ
kamu mencari
مَرْضَاتَ
kesenangan
اَزْوَاجِكَۗ
isteri-isterimu
وَاللّٰهُ
dan Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿١﴾
Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
5230 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

1. Wahai Nabi, mengapa kamu menghalangi dirimu dari apa yang halal yang Allah halalkan bagimu hanya untuk mencari kerelaan istri-istrimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepadamu.

Sumber: https://tafsirweb.com/11005-surat-at-tahrim-ayat-1.html

Tafsir as-Sa'di

1. Ini merupakan teguran Allah untuk Nabi Muhammad ketika mengharamkan Mariyah atau meminum madu atas dirinya demi menjaga perasaan sebagian istrinya dalam kisah yang masyhur. Kemudian Allah menurunkan ayat-ayat ini. “Hai Nabi,” maksudnya wahai nabi yang diberi karunia oleh Allah berupa kenabian, kerasulan, dan wahyu, “mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu.” Yakni, mengapa engkau mengharamkan kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah padamu dan umatmu. “Kamu mencari,” dengan pengharaman itu “kesenangan hati istri-istrimu.Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ini adalah penegasan bahwa Allah mengampuni RasulNya, menghapus teguran, dan menyayangi beliau.

Sumber: https://tafsirweb.com/11005-surat-at-tahrim-ayat-1.html

Tafsir Al-Wajiz

1. {Wahai Nabi} kenapa kamu mengharamkan atau melarang untuk dirimu sesuatu yang dihalalkan oleh Allah berupa makanan dan hal lainnya yang halal. Apakah melalui itu (pengharaman sesuatu) kamu mencari ridha istri-istrimu? Yaitu Aisyah dan Hafsah saja.Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi hamba-hambaNya yang bertaubat begitu juga bagimu dengan menegurmu karena telah mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah bagimu dan memperingatkanmu sebagai bentuk penjagaan bagimu. Istifham itu berfungsi sebagai peringatan. Dalam hadits shahih sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa sesungguhnya ayat ini dan ayat setelahnya diturunkan ketika Nabi ﷺ mengharamkan madu untuk dirinya, karena beliau telah meminumnya bersama Zainab dan Bintu Jahsy, lalu Aisyah dan Hafsah berkompromi untuk berkata kepada beliau ketika mendatangi keduanya: “Sesungguhnya kami mencium sebuah bau dari engkau”, kemudian beliau mengharamkan madu untuk dirinya sendiri

Sumber: https://tafsirweb.com/11005-surat-at-tahrim-ayat-1.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-5 Para ulama berbeda pendapat tentang asbabun nuzul tentang permulaan surah ini. Dikatakan bahwa diturunkan tentang dengan peristiwa Mariyah, lalu Rasulullah ﷺ mengharamkannya baginya. Maka Allah menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu?), hingga akhir ayat.Diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ mempunyai seorang budak perempuan yang beliau gauli, lalu Aisyah dan Hafshah terus-menerus menghalangi hingga beliau mengharamkan budak itu atas diri beliau. Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu?), sampai akhir ayat. Pendapat yang benar bahwa hal ini terjadi terkait pengharaman Nabi ﷺ terhadap madu, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari terkait ayat ini.Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa dahulu Nabi ﷺ suka minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, lalu tinggal bersamanya di rumahnya. Maka aku dan Hafsah sepakat untuk melakukan suatu tindakan, bahwa kepada siapa pun di antara kami berdua beliau ﷺ masuk, maka hendaklah dia mengatakan kepada beliau, "Engkau telah makan mighfar (sejenis cairan yang manis)? karena sesungguhnya aku mencium bau mighfar darimu" Maka Nabi ﷺ bersabda:”Tidak, tetapi aku baru saja meminum madu biasa di rumah Zainab binti Jahsy, maka aku tidak akan meminumnya lagi; dan sesungguhnya aku bersumpah untuk itu, maka janganlah kamu ceritakan hal ini kepada siapa pun” (kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu) Mungkin dikatakan bahwa keduanya terlibat dalam suatu kejadian. Akan tetapi tidak ada yang bisa dipastikan bahwa keduanya terkait dengan turunnya ayat ini itu masih perlu ditinjau.Hanya Allah yang lebih Mengetahui Makna firman Allah: (yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah) sudah jelas Firman Allah (yang berpuasa) yaitu berpuasa Telah disebutkan dalam hadits marfu' tentang firmanNya (As-saihun) yaitu dalam surah At-Taubah, lafazhnya adalah:”Siyahah umat ini adalah puasa” Zaid bin Aslam dan putranya Abdurrahman berkata tentang firmanNya (Saaihat) yaitu wanita-wanita yang berhijrah. Lalu Abdurrahman membaca firmanNya: (yang melawat) (Surah At-Taubah: 112) yaitu yang berhijrah.Akan tetapi, pendapat pertamalah yang paling utama. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah سبحانه وتعالى: (yang janda dan yang perawan) yaitu, di antara mereka ada yang janda dan ada yang perawan, agar lebih menyenangkan hati dan perbedaan itu juga menenangkan jiwa.Oleh karena itu Allah berfirman: (yang janda dan yang perawan)

Sumber: https://tafsirweb.com/11005-surat-at-tahrim-ayat-1.html

Informasi

Surat

التحريم (At-Tahrim)

Pengharaman — 12 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

1 dari 12 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 560

Ruku

Ruku 494

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 112 (224/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5230 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-66