التحريم (At-Tahrim)
Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
اَسَرَّ
merahasiakan
النَّبِيُّ
Nabi
اِلٰى
kepada
بَعْضِ
sebagian
اَزْوَاجِهٖ
isteri-isterinya
حَدِيْثًاۚ
pembicaraan
فَلَمَّا
maka tatkala
نَبَّاَتْ
ia memberitakan
بِهٖ
dengannya/pembicaraan
وَاَظْهَرَهُ
dan menyatakannya
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْهِ
kepadanya (Nabi)
عَرَّفَ
dia memberitahukan
بَعْضَهٗ
sebagiannya
وَاَعْرَضَ
dan dia palingkan/sembunyikan
عَنْۢ
dari
بَعْضٍۚ
sebagian
فَلَمَّا
maka tatkala
نَبَّاَهَا
dia memberitakan kepadanya
بِهٖ
dengannya/pembicaraan
قَالَتْ
ia berkata
مَنْ
siapa
اَنْۢبَاَكَ
memberitakan kepadamu
هٰذَاۗ
ini/hal itu
قَالَ
dia berkata
نَبَّاَنِيَ
memberitakan kepadaku
الْعَلِيْمُ
Maha Mengetahui
الْخَبِيْرُ
Maha Melihat
﴿٣﴾
Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”
5232 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
3. Ketika Nabi mengabarkan sesuatu kepada istrinya, Hafshah, secara rahasia, lalu Hafshah menyampaikannya kepada Aisyah, dan Allah memberitahu NabiNya tentang penyebaran Hafshah terhadap rahasiaNya, Nabi memberitahu Hafshah sebagian dari apa yang dia kabarkan dan Nabi tidak memberitahu Hafshah sebagian lainnya karena kemurahan hati Nabi, ketika Nabi memberitahu Hafshah pembicaraaan yang dia sebarkan, dia bertanya, “Siapa yang memberitahumu ini?” Nabi menjawab, “ Yang mengabariku adalah Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha teliti, yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/11007-surat-at-tahrim-ayat-3.html
Tafsir as-Sa'di
3. Allah berfirman, “Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya suatu peristiwa.” Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa istri yang dimaksud adalah Hafshah, Ummul Mukminin.Rasulullah membisikkan suatu rahasia kepadanya dan diperintahkan agar tidak diberitahukan pada siapa pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia itu kepada Aisyah dan Allah memberitahukan hal itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah memberitahukan pada Hafshah sebagian yang dikatakannya dan menyembunyikan sebagin lainnya, karena sifat mulia dan kesabaran Rasulullah.Hafshah bertanya, “Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu,” yakni kabar yang tidak kami sebarkan itu? “Nabi menjawab, ‘ Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha MEngetahui lagi Maha Mengenal’.” Yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya. Dia mengetahui yang rahasia dan yang samar.
Sumber: https://tafsirweb.com/11007-surat-at-tahrim-ayat-3.html
Tafsir Al-Wajiz
3. Ingatlah ketika Nabi merahasiakan pembicaraan dengan sebagian istrinya yaitu Hafsah. Beliau mengharamkan madu (bagi dirinya) yang beliau minum bersama Zainab dan Bintu Jahsy.Ketika Hafsah memberitahu hal ini kepada Aisyah dan bahwa muslihat mereka berdua berhasil serta Allah menunjukkan kepada beliau tentang rahasia Hafsah, Rasulallah memberitahu Hafsah tentang sebagian hal (yang diberitakan Allah) tentang pembicaraan yang berlangsung antara dia dan Aisyah dan apa yang dia sembunyikan dari beliau, yaitu ucapan beliau “Aku tidak akan mengulangi meminum madu lagi”. Sebagian berita itu dirahasiakan untuk memuliakan beliau dan agar tidak membuat Hafsah lebih malu. Hafsah bertanya: “Siapakah yang memberitahu engkau tentang hal ini?”.Beliau menjawab: “Yang memberitahuku tentang hal ini adalah Allah yang Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang tersembunyi, Dzat yang juga Maha Memberitahu urusan-urusan yang tersembunyi”
Sumber: https://tafsirweb.com/11007-surat-at-tahrim-ayat-3.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-5 Para ulama berbeda pendapat tentang asbabun nuzul tentang permulaan surah ini. Dikatakan bahwa diturunkan tentang dengan peristiwa Mariyah, lalu Rasulullah ﷺ mengharamkannya baginya. Maka Allah menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu?), hingga akhir ayat.Diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ mempunyai seorang budak perempuan yang beliau gauli, lalu Aisyah dan Hafshah terus-menerus menghalangi hingga beliau mengharamkan budak itu atas diri beliau. Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu?), sampai akhir ayat. Pendapat yang benar bahwa hal ini terjadi terkait pengharaman Nabi ﷺ terhadap madu, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari terkait ayat ini.Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa dahulu Nabi ﷺ suka minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, lalu tinggal bersamanya di rumahnya. Maka aku dan Hafsah sepakat untuk melakukan suatu tindakan, bahwa kepada siapa pun di antara kami berdua beliau ﷺ masuk, maka hendaklah dia mengatakan kepada beliau, "Engkau telah makan mighfar (sejenis cairan yang manis)? karena sesungguhnya aku mencium bau mighfar darimu" Maka Nabi ﷺ bersabda:”Tidak, tetapi aku baru saja meminum madu biasa di rumah Zainab binti Jahsy, maka aku tidak akan meminumnya lagi; dan sesungguhnya aku bersumpah untuk itu, maka janganlah kamu ceritakan hal ini kepada siapa pun” (kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu) Mungkin dikatakan bahwa keduanya terlibat dalam suatu kejadian. Akan tetapi tidak ada yang bisa dipastikan bahwa keduanya terkait dengan turunnya ayat ini itu masih perlu ditinjau.Hanya Allah yang lebih Mengetahui Makna firman Allah: (yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah) sudah jelas Firman Allah (yang berpuasa) yaitu berpuasa Telah disebutkan dalam hadits marfu' tentang firmanNya (As-saihun) yaitu dalam surah At-Taubah, lafazhnya adalah:”Siyahah umat ini adalah puasa” Zaid bin Aslam dan putranya Abdurrahman berkata tentang firmanNya (Saaihat) yaitu wanita-wanita yang berhijrah. Lalu Abdurrahman membaca firmanNya: (yang melawat) (Surah At-Taubah: 112) yaitu yang berhijrah.Akan tetapi, pendapat pertamalah yang paling utama. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah سبحانه وتعالى: (yang janda dan yang perawan) yaitu, di antara mereka ada yang janda dan ada yang perawan, agar lebih menyenangkan hati dan perbedaan itu juga menenangkan jiwa.Oleh karena itu Allah berfirman: (yang janda dan yang perawan)
Sumber: https://tafsirweb.com/11007-surat-at-tahrim-ayat-3.html
Informasi
Surat
التحريم (At-Tahrim)
Pengharaman — 12 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
3 dari 12 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 560
Ruku
Ruku 494
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 112 (224/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5232 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-66