التحريم (At-Tahrim)

Per AyatMushaf
ضَرَبَ
telah membuat
اللّٰهُ
Allah
مَثَلًا
perumpamaan
لِّلَّذِيْنَ
bagi orang-orang yang
كَفَرُوا
kafir/ingkar
امْرَاَتَ
isteri
نُوْحٍ
Nuh
وَّامْرَاَتَ
dan isteri
لُوْطٍۗ
Luth
كَانَتَا
keduanya adalah
تَحْتَ
di bawah
عَبْدَيْنِ
dua orang hamba
مِنْ
dari
عِبَادِنَا
hamba Kami
صَالِحَيْنِ
dua orang saleh
فَخَانَتٰهُمَا
lalu keduanya berkhianat kepada keduanya
فَلَمْ
maka tidak
يُغْنِيَا
keduanya mampu
عَنْهُمَا
dari keduanya
مِنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
شَيْـًٔا
sesuatu/sedikitpun
وَّقِيْلَ
dan dikatakan
ادْخُلَا
masuklah kamu berdua
النَّارَ
api/neraka
مَعَ
bersama
الدَّاخِلِيْنَ
orang-orang yang masuk
﴿١٠﴾
Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”
5239 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

10. Allah membuat perumpamaan untuk keadaan orang-orang kafir (dalam pergaulan mereka dengan kaum Muslimin, kedekatan mereka dari kaum Muslimin dan persinggungan mereka dengan kaum Muslimin, bahwa hal itu tidak berguna bagi mereka karena kekafiran mereka kepada Allah) dengan keadaan istri Nabi Allah, Nuh dan istri Nabi Allah, Luth, di mana keduanya berada dalam pernikahan dengan dua hamba shalih dari hamba-hamba Kami, tetapi keduanya adalah wanita kafir, kedua Rasul Allah, Nuh dan Luth tidak bisa menolak sedikit pun azab Allah dari keduanya. Kepada kedua istri tersebut dikatakan, “Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang memasukinya.” Dalam perumpamaan ini terdapat dalil bahwa kekerabatan dengan para Nabi dan orang-orang sholeh sama sekali tidak memberikan manfaat jika tetap berbuat keburukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/11014-surat-at-tahrim-ayat-10.html

Tafsir as-Sa'di

10. Kedua perumpamaan ini dibuat oleh Allah untuk orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir adalah untuk menjelaskan kepada mereka bahwa hubungan dan kedekatan orang kafir dengan orang Mukmin sama sekali tidak berguna dan hubungan antara orang Mukmin dan orang kafir sama sekali tidak memudaratkannya apabila orang bersangkutan tetap menunaikan kewajibannya. Sepertinya dalam ayat ini terdapat isyarat dan peringatan untuk para istri-istri Rasulullah dari kemaksiatan, dan bahwa hubungan mereka dengan Rasulullah tidak akan berguna bagi mereka jika mereka menyakiti beliau, seraya berfirman, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir.Keduanya,” maksudnya, kedua wanita itu, “berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami,” yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth, “lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya” di dalam agama, karena keduanya tidak memeluk agama suami masing-masing. Dan inilah yang dimaksud dengan pengkhianatan sebenarnya, bukan pengkhianatan nasab maupun hubungan suami-istri, karena tidak ada satu pun istri nabi yang membangkang. Dan Allah tidak menjadikan seorang pun istri nabi melakukan kekejian. “Maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu,” yaitu Nuh dan Luth, “mereka berdua,” yakni kedua istrinya, “sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya),” yakni kepada kedua istrinya, “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

Sumber: https://tafsirweb.com/11014-surat-at-tahrim-ayat-10.html

Tafsir Al-Wajiz

10. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir yang tidak saling membutuhkan satu sama lain itu perumpamaan istri Nuh dan istri Luth yang keduanya merupakan istri dua nabi yang shalih, namun keduanya menghianati mereka dengan melakukan kemunafikan dalam urusan agama. Istri Nuh berkata kepada kaumnya bahwa suaminya adalah orang gila, dan istri Luth menunjukkan kepada kaumnya tentang tamu-tamu suaminya.Mereka berdua tidak memberi manfaat bagi Nuh dan Luth. Keberadaan mereka berdua sebagai dua istri nabi tidak berguna untuk terhindar dari azab Allah. Dikatakan kepada mereka berdua saat akan mati: “Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang lainnya yang merupakan orang-orang kafir seperti kaum Nuh dan kaum Luth”

Sumber: https://tafsirweb.com/11014-surat-at-tahrim-ayat-10.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 9-10 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Orang-orang kafir dengan memakai senjata dan perang, dan orang-orang munafik dengan menegakkan hukum-hukum Allah atas mereka (dan bersikap keraslah terhadap mereka) yaitu di dunia (Tempat mereka adalah neraka Jahanam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali) yaitu di akhirat. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir) yaitu dalam pergaulan mereka dengan orang-orang muslim bahwa hal itu tidak membawa kebaikan apa pun bagi mereka dan tidak dapat memberi manfaat bagi mereka di hadapan Allah, jika keimanan tidak meresap ke dalam hati mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan perumpamaan melalui firmanNya: (seperti istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami) yaitu dua orang nabi lagi rasul yang selalu menemani keduanya dan menjadi teman hidup keduanya di siang dan malam hari yang keduanya makan, tidur, dan bergaul dengan pergaulan yang sangat erat (lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya) yaitu, dalam hal keimanan; keduanya tidak sepakat, dan tidak membenarkan pula kerasulan keduanya. Maka semuanya itu tidak dapat memberi manfaat apa pun bagi keduanya dan tidak dapat pula melindungi keduanya dari hal-hal yang harus dihindari. Oleh karena itu Allah berfirman: (maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah) karena kekafiran keduanya (dan dikatakan) kepada kedua wanita itu (Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)) Adapun firman Allah سبحانه وتعالى: (lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya) itu makna yang dimaksud bukanlah keduanya melakukan perbuatan keji, melainkan dalam hal agama; karena sesungguhnya istri nabi itu dijaga dari perbuatan yang keji, sebagai kehormatan para nabi, sebagaimana yang telah kami jelaskan dalam surah An-Nur.

Sumber: https://tafsirweb.com/11014-surat-at-tahrim-ayat-10.html

Informasi

Surat

التحريم (At-Tahrim)

Pengharaman — 12 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

10 dari 12 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 561

Ruku

Ruku 495

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 112 (224/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5239 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-66