الملك (Al-Mulk)

Per AyatMushaf
قُلْ
katakanlah
هُوَ
Dia
الرَّحْمٰنُ
Maha Pengasih
اٰمَنَّا
kami beriman
بِهٖ
kepada-Nya
وَعَلَيْهِ
dan atas-Nya
تَوَكَّلْنَاۚ
kami bertawakal
فَسَتَعْلَمُوْنَ
maka kelak kamu akan mengetahuinya
مَنْ
siapa
هُوَ
Dia
فِيْ
dalam
ضَلٰلٍ
kesesatan
مُّبِيْنٍ
nyata
﴿٢٩﴾
Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
5270 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

29. Katakanlah, “Allah adalah yang Maha Pengasih, kami beriman kepadaNya, mengamalkan syariatNya, kami menaatiNya, hanya kepadaNya kami bersandar dalam segala urusan kami. Kalian, wahai orang-orang kafir, akan tahu manakala azab turun, siapa di antara kita, kami atau kalian yang jauh dari jalan Allah yang lurus?

Sumber: https://tafsirweb.com/11057-surat-al-mulk-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. Di antara perkataan mereka menyatakan, bahwa mereka berada di atas petunjuk sedangkan Rasulullah berada di atas kesesatan. Mereka mengulang-ulang hal itu dan senantiasa seperti itu.Mereka pun berdebat dan berperang karena hal itu. Kemudian Allah memerintahkan NabiNya untuk memberitahukan tentang kondisinya dan kondisi para pengikutnya, dengan pemberitahuan itu, masing-masing orang akn terlihat jelas petunjuknya, yaitu mereka mengatakan, “Kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal.” Iman mencakup pembenaran batin dan amalan lahir batin. Mengingat kualitas dan kesempurnaan amalan tergantung pada tawakal, maka Allah mengistimewakan tawakal di antara berbagai amalan.Jika pun tidak demikian, tawakal tetap termasuk dalam keimanan dan termasuk salah satu konsekuensinya. Karena seperti inilah kondisi Rasulullah dan orang yang bersamanya, kondisi yang mengharuskan mereka mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan. Sedangkan kondisi para musuh Rasulullah adalah sebaliknya.Mereka tidak memiliki keimanan dan tawakal. Dengan demikian dapat diketahui siapa yang berada di atas petunjuk dan siapa yang berada di atas kesesatan yang nyata.

Sumber: https://tafsirweb.com/11057-surat-al-mulk-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Katakanlah (Muhammad): “Dialah Allah yang Maha Pengasih. Kami membenarkanNya sebagai Tuhan yang Esa.Kami tidak akan menyekutukanNya. Hanya kepadanya (bukan selainNya) kami bersandar dan menyerahkan urusan-urusan kami. Kalian akan mengetahui wahai kaum musyrik, siapa yang jauh dari kebenaran, apakah kami atau kalian?”

Sumber: https://tafsirweb.com/11057-surat-al-mulk-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 28-30 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dan ingkar kepada nikmat-nikmatNya (Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab yang pedih?) yaitu, selamatkanlah diri kalian, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari azab Allah selain taubat dan kembali kepada agamaNya. Dan tidak ada manfaatnya lagi bagi kalian apa yang kalian angan-angankan bahwa azab dan pembalasan akan menimpa kami. Maka sama saja apakah Allah mengazab kami atau merahmati kami, maka tidak akan mengubah nasib kalian yang pasti akan tertimpa pembalasan dan azabNya yang pedih.Kemudian Allah berfirman: (Katakanlah, "Dialah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah kami bertawakal) yaitu kami beriman kepada Tuhan alam semesta, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan hanya kepadaNyalah kami bertawakal dalam semua urusan kami.Sebagaimana Allah berfirman: (maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya) (Surah Hud: 123) Oleh karena itu Allah berfirman (Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata) yaitu apakah kami atau kalian, dan bagi siapakah akibatnya baik di dunia dan di akhirat?Kemudian Allah berfirman (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering”) yaitu masuk ke dalam lapisan terbawah bumi, sehingga tidak dapat dicapai dengan cangkul dan besi, tidak pula dengan alat-alat yang kuat.Kata “Al-gha’ir” adalah kebalikan dari “An-nabi'” (memancar) Oleh karena itu Allah berfirman: (maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?) yaitu, yang memancar dan mengalir di permukaan bumi. yaitu tidak ada yang dapat melakukannya selain Allah سبحانه وتعالى.Maka salah satu dari karunia dan kemurahanNya, Allah memancarkan air bagi kalian dan menjadikannya mengalir di berbagai kawasan di bumi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hamba-hambaNya, ada yang sedikit dan ada yang banyak

Sumber: https://tafsirweb.com/11057-surat-al-mulk-ayat-29.html

Informasi

Surat

الملك (Al-Mulk)

Kerajaan — 30 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 30 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 564

Ruku

Ruku 497

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 113 (225/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5270 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-67