الحاۤقّة (Al-Haqqah)

Per AyatMushaf
يٰلَيْتَهَا
seandainya itu (kematian)
كَانَتِ
adalah ia
الْقَاضِيَةَۚ
putusan/penyelesaian
﴿٢٧﴾
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
5350 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

25-29. Adapun orang yang diberi kitab catatan amalnya dengan tangan kirinya, dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Celaka diriku, seandainya aku tidak diberi kitabku,seandainya aku tidak tahu balasanku. Seandainya kematian yang aku alami di dunia adalah akhir segala urusanku dan aku tidak dibangkitkan sesudahnya.Harta yang aku kumpulkan di dunia tidak berguna bagiku, alasanku lenyap menghilang dan aku tidak punya alasan apa pun.”

Sumber: https://tafsirweb.com/11219-surat-al-haqqah-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

25-29. Mereka adalah orang-orang yang celaka. Catatan amal mereka yang mencakup amalan-amalan buruk diterima dengan tangan kiri sebagai tanda yang membedakan mereka dengan yang lain dan sebagai tanda kehinaan,aib, dan dipermalukan.Salah satu dari mereka berkata dengan bersedih dan berduka, “Aduhai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),” karena ia diberi kabar gembira akan masuk neraka dan kerugian abadi, “dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,” alangkah baiknya aku terlupakan dan tidak dibangkitkan serta amalku tidak diperhitungkan. Karena itu ia berkata, “Aduhai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu,” maksudnya, alangkah baiknya (jika) kematianku itu adalah kematian yang tidak lagi dibangkitkan. Kemudian ia menengok harta dan kekuasaannya.Itulah yang mengundang bencana baginya dan sama sekali tidak membawa guna untuk hari akhirnya andai dijadikan tebusan dari siksaan. Ia berkata, “Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.” Maksudnya, tidak berguna bagiku, tidak di dunia karena tidak aku gunakan untuk amal baik sama sekali dan tidak pula di akhirat. Waktu memanfaatkan harta telah habis. “Telah hilang kekuasaan dariku,” yakni lenyap dan sirna.Bala tentara tidak lagi berguna,tidak pula banyaknya segala sesuatu, tidak jumlah maupun persiapan dan tidak pula wibawa. Semua itu lenyap bagai diterbangkan angin. Karenanya, pedagang kehilangan laba.Yang datang adalah penggantinya berupa kesedihan dan duka.

Sumber: https://tafsirweb.com/11219-surat-al-haqqah-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Andai saja maut yang menjemputku di dunia itu menghentikan (perhitungan) urusan hidupku hanya sampai disitu. Maka aku tidak akan dibangkitkan lagi setelahnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11219-surat-al-haqqah-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-37 ini merupakan pemberitahuan tentang keadaan orang-orang yang celaka ketika seseorang dari mereka diberi kitab catatan amalnya dari sebelah kirinya di tempat penghisaban. Maka pada hari itu dia amat sangat menyesal (maka dia berkata, "Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) (25) Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku (26) Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu" (27)) Qatadah berkata bahwa orang kafir saat itu menginginkan kematian, padahal ketika di dunia tidak ada sesuatupun yang lebih dia benci selain itu (Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku (28) Telah hilang kekuasaanku dariku (29)) yaitu harta dan kedudukanku tidak dapat membelaku dari azab dan pembalasan Allah, bahkan segala sesuatu ditanggung oleh diriku, tidak ada yang menolongku dan tidak ada orang yang melindungiku. Maka di saat itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya (30) Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala (31)) yaitu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan malaikat Zabaniyah untuk memegangnya dengan kasar dari padang Mahsyar, lalu lehernya dibelenggu, kemudian diseret ke neraka Jahanam, lalu dimasukkan ke dalamnya, yaitu membenamkannya ke dalamnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar (33) Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin (34)) yaitu dia tidak pernah menunaikan hak Allah atas dirinya, berupa amal ketaatan dan menyembahNya, tidak mau memberi manfaat kepada makhlukNya serta tidak mau menunaikan hak mereka. Karena sesungguhnya kewajiban para hamba kepada Allah itu mengesakanNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, dan kewajiban kepada hamba lainnya satu sama lain berupa melakukan kebaikan dan saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka pada hari ini tiada seorang teman pun baginya di sini (35) Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah (36) Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa (37)) yaitu pada hari ini, tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah. Hamim adalah teman dekat. Tidak ada pemberi syafaat yang didengar, dan tidak ada makanan baginya di sini kecuali nanah Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-gislin” adalah nanah penduduk neraka

Sumber: https://tafsirweb.com/11219-surat-al-haqqah-ayat-27.html

Informasi

Surat

الحاۤقّة (Al-Haqqah)

Hari Kiamat — 52 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 52 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 567

Ruku

Ruku 500

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 114 (227/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5350 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-69