المعارج (Al-Ma'arij)
Per AyatMushaf
وَتَكُوْنُ
dan adalah
الْجِبَالُ
gunung-gunung
كَالْعِهْنِۙ
seperti bulu
﴿٩﴾
dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
5384 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
8-9. Hari itu langit mencair seperti lelehan minyak, dan gunung-gunung seperti wol yang terbang ringan tertiup angin.
Sumber: https://tafsirweb.com/11305-surat-al-maarij-ayat-9.html
Tafsir as-Sa'di
8-9. “Pada hari,” Kiamat, terjadilah peristiwa-peristiwa besar ini, “ketika langit menjadi seperti luluhan perak,” yakni seperti perak meleleh karena terbelah dan begitu gentingnya, “dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),” yakni seperti bulu yang beterbangan kemudian setelah itu menjadi debu yang beterbangan dan lenyap.
Sumber: https://tafsirweb.com/11305-surat-al-maarij-ayat-9.html
Tafsir Al-Wajiz
9-10. Dan gunung-gunung seperti bulu-bulu wol yang dihambur-hamburkan. Seorang kerabat tidak akan bertanya tentang keadaan temannya karena masing-masing sibuk dengan keadaannya
Sumber: https://tafsirweb.com/11305-surat-al-maarij-ayat-9.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 8-18 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa azab itu pasti akan menimpa orang-orang kafir (Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak (8)) Ibnu Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, dan As-Suddi dan lainnya yaitu seperti minyak yang mendidih (Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan) (9)) yaitu seperti bulu yang beterbangan. Pendapat ini dikatakan Mujahid dan Qatadah. Ayat ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) (Surah Al-Qari'ah) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya (10) sedangkan mereka saling melihat) yaitu, tidak ada seorangpun yang menanyai kerabatnya tentang keadaannya, padahal dia melihatnya dalam keadaan yang paling buruk karena dia sendiri disibukkan dengan keadaan dirinya.Ayat yang mulia ini seperti firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar) (Surah Luqman: 33) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11) istri, dan saudaranya (12) Dan keluarganya yang melindunginya (di dunia) (13) Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya (14) Sekali-kali tidak dapat) yaitu tidak dapat diterima darinya tebusan apa pun, sekalipun dia datang dengan membawa semua penduduk bumi dan semua harta benda yang paling mulia yang dapati, walaupun jumlahnya mencapai sepenuh bumi dalam bentuk emas, atau anaknya yang di dunia yang merupakan belahan hatinya.Pada hari kiamat saat dia melihat kengerian, maka timbullah keinginan dirinya untuk menebus dirinya dari azab Allah yang pasti menimpa dirinya itu. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan keluarganya) yaitu kabilah dan keluarganya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak) yaitu neraka dan panasnya yang sangat dahsyat (Yang mengelupaskan kulit kepala (16)) Mujahid berkata yaitu kulit kepala.Qatadah berkata tentang firmanNya: (Yang mengelupaskan kulit kepala (16)) yaitu, mengelupaskan kulit kepalanya dan bagian wajahnya yang terhormat serta tubuh dan semua jari jemarinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama) (17) serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) yaitu neraka memanggil anak-anaknya yang diciptakan Allah untuk menjadi isinya, dan telah ditakdirkan bagi mereka bahwa selama di dunia mereka mengerjakan sesuatu untuk neraka, maka pada hari kiamat neraka memanggil mereka. Demikian itu karena mereka sebagaimana yang disebutkan firman Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa mereka termasuk (orang yang membelakang dan yang berpaling) yaitu hatinya mendustakan dan anggota tubuhnya tidak mau beramal (serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) yaitu mengumpulkan harta sebagian darinya dengan sebagian lain, lalu dia menyimpannya dan tidak mau menunaikan hak Allah yang ada pada hartanya, baik nafkah maupun mengeluarkan zakat.
Sumber: https://tafsirweb.com/11305-surat-al-maarij-ayat-9.html
Informasi
Surat
المعارج (Al-Ma'arij)
Tempat Naik — 44 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
9 dari 44 ayat
Juz
Juz 29
Halaman
Halaman 568
Ruku
Ruku 502
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 114 (227/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5384 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-70