النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
مِنَ
dari
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
هَادُوْا
Yahudi
يُحَرِّفُوْنَ
mereka merubah
الْكَلِمَ
perkataan
عَنْ
dari
مَّوَاضِعِهٖ
tempat-tempatnya
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka berkata
سَمِعْنَا
kami mendengar
وَعَصَيْنَا
dan/tetapi kami mendurhakai
وَاسْمَعْ
dan dengarlah
غَيْرَ
tidak/bukan
مُسْمَعٍ
mendengar
وَّرَاعِنَا
dan peliharalah kami
لَيًّاۢ
memutar-mutar
بِاَلْسِنَتِهِمْ
dengan lidah mereka
وَطَعْنًا
dan mencela
فِى
dalam
الدِّيْنِۗ
agama
وَلَوْ
dan sekiranya
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
قَالُوْا
(mereka) berkata
سَمِعْنَا
kami mendengar
وَاَطَعْنَا
dan mencela
وَاسْمَعْ
dan dengarlah
وَانْظُرْنَا
dan perhatikanlah kami
لَكَانَ
tentu itu adalah
خَيْرًا
lebih baik
لَّهُمْ
bagi mereka
وَاَقْوَمَۙ
dan lebih tepat
وَلٰكِنْ
akan tetapi
لَّعَنَهُمُ
mengutuk mereka
اللّٰهُ
Allah
بِكُفْرِهِمْ
dengan/karena kekafiran mereka
فَلَا
maka tidak
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلًا
sedikit
﴿٤٦﴾
(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.” Dan (mereka mengatakan pula), “Dengarlah,” sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan), “Raa‘ina” dengan memutar-balikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.
539 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Diantara orang-orang yahudi ada satu golongan yang terbiasa menganti-ganti firman Allah dan merubahnya dari pengertian yang sebenarnya secara dusta atas nama Allah. Dan mereka berkata kepada rasul , ”Kami dengar ucapanmu dan kami langgar perintahmu.Dengarlah dari kami,semoga kamu tidak dapat mendengar.” Dan mereka mengatakan, ”Ra ’ina sam’aka,” maksudnya pahamilah dari kami dan pahamkanlah kami. Mereka memutar-mutar lisan mereka dengan ungkapan itu.Sebenarnya mereka hendak melecehkan beliau dengan kata ar-ru’unah (bodoh sekali), sesuai dengan Bahasa yang mereka miliki, dan melecehkan agama islam. Seandainya mereka mengatakan, ”kami dengar dan kami taati,” sebagai ganti ”dan kami langgar”,dan “Dengarlah dari kami” tanpa kata-kata “semoga kamu tidak dapat mendengar”, dan “unzhurna” sebagai ganti “ra’ina”, niscaya ungkapan itu akan lebih baik bagi mereka di sisi allah dan merupakan ucapan yang lebih lurus. Akan tetapi, Allah mengusir mereka dari rahmatNYA, lantaran kekafiran dan pengingkaran mereka terhadap kenabian Muhammad .Mereka tidak mengimani kebenaran kecuali dengan keimanan yang sangat sedikit yang tidak akan bermanfaat bagi mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1578-surat-an-nisa-ayat-46.html

Tafsir as-Sa'di

46. Kemudian Allah menjelaskan tentang kesesatan dan kedurhakaan mereka, serta sikap mereka mendahulukan kebatilan daripada kebenaran dalam FirmanNya, “Yaitu orang-orang Yahudi” di mana mereka itu adalah para ulama kesesatan dari kaum Yahudi, “mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya,” dengan merubah lafazhnya atau maknanya atau merubah keduanya sekaligus. Dan di antara penyelewengan mereka adalah menempatkan sifat-sifat yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka hanya sesuai bagi Nabi Muhammad pada posisi bukan itu yang dimaksudkan (menurut anggapan mereka) dan bukan pula yang dikehendaki dari ayat-ayat itu, akan tetapi yang dimaksudkan olehnya adalah selain beliau dan mereka menyembunyikan hal tersebut.Inilah kondisi mereka dalam ilmu yang merupakan seburuk-buruk kondisi, mereka telah memutar balikkan hakikat yang sebenarnya, dan menempatkan kebenaran pada kebatilan lalu mengingkari kebenaran tersebut. Adapun kondisi mereka pada amal perbuatan dan ketundukan adalah, “mereka berkata, ‘Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya,”maksudnya, kami telah mendengarkan perkataanmu wahai Muhammad dan kami tidak menuruti perintahmu, inilah puncak dari kekufuran, kedurhakaan dan keluar dari ketundukan. Demikian juga, mereka berdialog dengan Nabi dengan seburuk-buruk dialog dan paling jauh dari tatakrama yang baik, mereka berkata. “Dengarkanlah, sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa,”maksud mereka adalah dengarkanlah diri kami sedang kamu tidak mendengar apa-apa yang kamu sukai, akan tetapi kamu mendengar apa yang kamu benci. “Dan mereka mengatakan , Ra’ina” maksud mereka dari hal itu adalah Ru’unah yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasululoh, dan mereka mengira bahwa lafadz tersebut ketika maknanya kemungkinan berbeda dari apa yang mereka maksudkan, bahwasanya lafadz itu membuat samar (tidak jelas) bagi Allah dan RasulNya, lalu mereka memanfaatkan lafadz tersebut di lisan-lisan mereka selalu mengucapkanya demi mencela agama dan menjatuhkan kehormatan Rasul, kemudian mereka mengutarakan hal tersebut secara terang-terangan di antara mereka, karena itulah Allah berfirman, “Dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.” Kemudian Allah memberikan pertunjuk kepada mereka menuju perkara yang mengandung kebaikan buat mereka daripada hal tersebut dengan berfirman, “Sekiranya mereka mengatakan, ‘kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,’ tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat,” hal itu karena apa yang dikandung oleh perkataan tersebut berupa dialog yang baik dan tata krama yang lembut dalam berdialog dengan Rasululoh dan termasuk dalam ketaatan kepada Allah, tunduk akan perintahnya, serta kesopanan yang baik dari mereka saat menuntut ilmu dimana mereka mengutarakan pertanyaan mereka dengan cara yang baik dan memperhatikan sikap mereka, inilah yang sepatutnya mereka tempuh, akan tetapi tabiat dan karakter mereka tidak bersih, akhirnya mereka berpaling dari hal tersebut lalu Allah mengusir mereka akibat dari kekufuran dan kedurhakaan mereka, oleh karena itu Allah berfirman, “Akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka.Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1578-surat-an-nisa-ayat-46.html

Tafsir Al-Wajiz

46. Sebagian orang-orang Yahudi memalsukan kalam Taurat dengan mentakwilkannya pada tempat yang berbeda dan menafsirkannya dengan maksud yang lain. Mereka berkata kepada Nabi: “Kami telah mendengar perkataanmu (mereka berpura-pura mempercayai nabi) namun kami mengingkari perintahmu”, yaitu mereka mengatakan itu dengan saling berbisik. “Dengarkanlah perkataan kami”, sedangkan kamu tidak bisa mendengar dengan baik, yaitu kamu tidak bisa mendengar mereka, sedangkan mereka melakukan tipu muslihat dengan ucapan itu, bahwa kamu tidak bisa mendengar sesuatu yang buruk, dan mereka berkata “Raa’ina (dari kata Ru’uunah “kebodohan”)” sedangkan mereka menipu beliau seakan berkata “Perhatikanlah kami” dengan memutar-mutar lidah mereka mengubah kebenaran menjadi bermakna buruk dan sesuai maksud hati mereka, serta mencela kenabian dan agama beliau dengan berkata: “Jika benar dia adalah Nabi, maka sungguh dia tahu bahwa kami mengutuknya” Lalu Allah menampakkan kepada beliau kebusukan niat mereka.Kalau mereka berkata kepada Nabi: “Kami mendengar ucapanmu dan menaati perintahmu, dan dengarkanlah ucapan kami, perhatikanlah kami dengan penuh kasih sayang supaya kami memahami apa yang kamu bacakan untuk kami” sebagai ganti ucapan mereka “Raa’inaa” maka sungguh itu lebih baik dan lebih patut bagi mereka daripada ucapan sebelumnya, namun mereka tidak melakukannya. Maka Allah menolak mereka dari rahmatNya, dan melaknat mereka akibat kekufuran mereka terhadap nabi dan Al-Qur’an. Mereka tidak beriman kecuali hanya sedikit, yaitu hanya sebagian, yaitu beriman kepada sebagian kitab dan rasul, namun tidak beriman pada yang lainnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1578-surat-an-nisa-ayat-46.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 44-46 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang Yahudi (Laknat Allah yang terus-menerus hingga hari kiamat kepada mereka) bahwa mereka membeli kesesatan dengan petunjuk, dan mereka menyimpang dari apa yang diturunkan Allah kepada RasulNya, serta meninggalkan apa yang ada pada mereka dari nabi-nabi terdahulu tentang sifat nabi Muhammad ﷺ, dimana mereka membelinya dengan harga yang murah berupa kefanaan dunia (dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar)) yaitu, mereka merasa senang jika kalian menjadi kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada kalian, wahai orang-orang mukmin, dan meninggalkan petunjuk dan pengetahuan yang bermanfaat yang ada pada kalian (Yaitu orang-orang Yahudi) "min" ini untuk menjelaskan jenis, sebagaimana firmanNya: (maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu) [Surah Al-Hajj: 30].Firman Allah (mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya) yaitu, mereka menafsirkan kalam itu dengan penafsiran yang lain, dan mereka menafsirkannya dengan sesuatu yang bukan dimaksud oleh Allah, dan membuat-buat sesuatu dari mereka (Mereka berkata: "Kami mendengar, tetapi kami durhaka) yaitu kami mendengar apa yang kamu katakan, wahai Muhammad, tetapi kami tidak akan menaatimu dalam hal itu”. Demikianlah yang ditafsirkan oleh Mujahid dan Ibnu Zaid, dan itulah yang dimaksud. Hal ini Dia menjelaskan tentang kekafiran dan pembangkangan mereka, serta bahwa mereka berpaling dari Kitabullah setelah mereka memahaminya dan mengetahui tentang dosa dan hukuman yang akan menimpa mereka atas perbuatan itu.Firman Allah ("Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa) yaitu, dengarlah apa yang kami katakana, namun kamu tidak mendengarkannya. Diriwayatkan oleh Adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas. Mujahid, Al-Hasan, dan yang lainnya berkata, “Dengarlah, tetapi kami tidak akan menerimanya darimu.Ibnu Jarir berkata, “Yang pertama adalah yang paling benar, dan itu sebagaimana yang dikatakan,”Ini adalah ejekan dan sindiran dariNya. Laknat Allah atas mereka. (Dan (mereka mengatakan): "Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama) yaitu mereka bergumam dengan mereka berkata, "Kami mendengarkanmu" dengan mengatakan "Raa’ina”. dan yang mereka maksud adalah ejekan, dan telah dijelaskan sebelumnya tentang hal ini dengan firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna") [Surah Al-Baqarah: 104].Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang orang-orang Yahudi yang dengan kata-kata mereka menginginkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang mereka perlihatkan (dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama) yaitu celaan mereka terhadap Nabi ﷺ Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali hanya sedikit) yaitu hati mereka dijauhkan dari kebaikan, sehingga keimanan tidak memberikan manfaat untuk mereka. Telah disebutkan sebelumnya firman Allah سبحانه وتعالى (maka sedikit sekali mereka yang beriman) (Surah Al-Baqarah: 88) Maknanya adalah bahwa mereka tidak beriman dengan iman yang memberikan manfaat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1578-surat-an-nisa-ayat-46.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

46 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 86

Ruku

Ruku 68

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 17 (34/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-539 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4