النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَا
tidak
يَغْفِرُ
mengampuni mereka
اَنْ
sesungguhnya
يُّشْرَكَ
dipersekutukan
بِهٖ
denganNya
وَيَغْفِرُ
dan Dia mengampuni
مَا
apa
دُوْنَ
selain
ذٰلِكَ
demikian/itu
لِمَنْ
bagi siapa
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۚ
وَمَنْ
dan barang siapa
يُّشْرِكْ
dipersekutukan
بِاللّٰهِ
dengan Allah
فَقَدِ
maka sungguh
افْتَرٰٓى
ia telah berbuat
اِثْمًا
dosa
عَظِيْمًا
besar
﴿٤٨﴾
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
541 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dan tidak memaafkan orang yang mempersekutukanNya dengan sesorang dari makhlukNYA, atau kafir dengan jenis kekafiran apa saja dari kufur akbar; dan DIA mengampuni dan memaafkan dosa-dosa selain kesyirikan bagi siapa yang DIA kehendaki dari hamba-hambaNYA. Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya ia telah mengerjakan perbuatan dosa yang sangat besar.

Sumber: https://tafsirweb.com/1580-surat-an-nisa-ayat-48.html

Tafsir as-Sa'di

48. Allah mengabarkan bahwasanya dia tidak akan mengampuni seseotang yang menyekutukaNya dari sesuatupun dari para makhluk dan dia mengampui dosa-dosa kecuali syirik, baik dosa yang kecil maupun yang besar. Yang demikian itu menurut kehendaknya dalam mengampuninya, yaitu bila hikmahnya telah mengampuninya.Adapun dosa-dosa selain syirik, sesungguhnya Allah telah menjadikan baginya banyak sekali sebab-sebab pengampunanya, seperti kebaikan-kebaikan yang menggugurkan dosa, musibah-musibah yang menghapus dosa di dunia, alam barzah dan hari kiamat, atau seperti doa sebagian kaum Mikminin untuk sebagian yang lain, atau seperti syafaatnya para pemberi syafaat, dan lebih dari itu semua adalah rahmat Allah, di mana yang paling berhak mendapatkanya adalah para ahli iman dan tauhid. Berbedea halnya dengan kesyirikan , sesungguhnya seorang musyirik telah menutup pintu-pintu ampunan bagi dirinya sendiri, dan juga telah mengnci rapat pintu-pintu rahmat, sehingga tidak berguna bagi mereka segala ketaatan selain dari ketahuidan, dan musibah-musibah yang tidak bermanfaat sama sekali baginya, "Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,"(Asy-Syu’ara:100-101). Oleh karena itulah Allah berfirman, “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar,” maksudnya, ia telah berbuat kejahatan yang besar, dan kezhaliman apa lagi yang paling besar dari orang yang menyamakan antara seorang makhluk yang berasal dari tanah, yang memiliki kekurangan dari segala aspeknya, di mana dirinya sendiri sangat fakir dari segala sisi, yang tidak memiliki apa pun bagi dirinya apalagi untuk orang yang menyembahnya, di mana dia tidak mampu mendatangkan manfaat, bahaya, dan tidak pula mampu mematikan, menghidupkan, apalagi membangkitkan, dengan sang Pencipta segala sesuatu, yang Mahasempurna dari segala aspeknya, di mana DiriNya Mahakaya dan tidak butuh kepada seluruh makhluk, yang pada TanganNya ada manfaat, bahaya, pemberian maupun peniadaan, dan yang tiada suatu nikmat pun yang dirasakan oleh seluruh makhluk kecuali dariNya.Maka adakah suatu hal yang lebih besar dari kezhaliman itu? Oleh karena itu Allah menetapkan bahwa pelakunya abadi dalam siksa neraka dan diharamkan mendapatkan pahala, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (Al-Maidah:72). Ayat yang mulia ini berlaku bagi selain orang yang bertaubat, adapun orang yang bertaubat, maka akan diampuni baginya, baik dosa syirik ataupun dosa selainnya, sebagaimana Allah berfirman, "Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az-Zumar:53) yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1580-surat-an-nisa-ayat-48.html

Tafsir Al-Wajiz

48. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang mati dalam keadaan musyrik dan tidak mau bertaubat dari kesyirikannya, namun Dia mengampuni dosa-dosa selain syirik bagi hamba-hambaNya yang dikehendaki untuk diampuni seperti kemaksiatan orang-orang yang melukai kaum mukminin. Barangsiapa menyekutukan Allah dengan tuhan lainnya, maka sungguh dia telah melakukan dosa besar dan melakukan dusta yang sangat berat, sehingga dia layak mendapatkan siksa

Sumber: https://tafsirweb.com/1580-surat-an-nisa-ayat-48.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-48 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan Ahli Kitab untuk beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada hamba dan RasulNya, nabi Muhammad ﷺ berupa kitab yang agung (Al-Quran) yang membenarkan berita-berita gembira yang ada pada mereka, dan memberikan ancaman kepada mereka, jika tidak melakukan itu dengan firmanNya: (sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang) sebagian mereka berkata bahwa maknanya adalah sebelum Kami mengubah wajah mereka, maka diubahlah wajah mereka, yaitu dibalik ke bagian belakang mereka, dan menjadikan penglihatan mereka ke belakang.Kemungkinan maknanya adalah sebelum Kami mengubah wajah-wajah mereka, sehingga Kami tidak menyisakan pendengaran, penglihatan, atau tanda-tanda lainnya untuk mereka, dan dengan itu Kami membalikkan mereka ke sisi belakang. Mujahid berkata,”Sebelum Kami mengubah wajah-wajah mereka” Dia berkata ,”Dari jalan yang benar, Kami membalikkannya ke arah belakang, yaitu dalam kesesatan” FirmanNya: (Kami laknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang pada hari Sabtu) yaitu mereka melampaui batas dalam perkara hari Sabtu mereka dengan melakukan tipu daya dengan berburu, sehingga mereka diubah oleh Allah menjadi kera dan babi, dan kisah mereka akan dijelaskan dalam surah Al-A'raf. Firman Allah: (Dan ketetapan Allah pasti berlaku) yaitu ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka tidak ada yang bisa menolak dan mencegahNya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik) yaitu Dia tidak akan mengampuni hambaNya yang meninggal dalam keadaan menyekutukanNya, (dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu) yaitu dosa-dosa (bagi siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu di antara hamba-hambaNya. Ini adalah ayat dalam surah yang diturunkan tentang syarat-syarat taubat, sehingga siapa saja bertaubat dari dosa apa pun, meskipun dia mengulangi dosa tersebut, Allah akan menerima taubatnya. Karena itu Allah berfirman: (Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) (Surah Az-Zumar: 53) yaitu dengan melakukan syarat untuk bertaubat.Jika tidak masuk dalam syarat ini, maka masuk dalam dosa dan hal itu tidak benar, karena Allah سبحانه وتعالى telah menetapkan dengan tegas di sini bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia memutuskan bahwa Dia akan mengampuni dosa selainnya bagi siapa saja yang Dia kehendaki, yaitu jika orang itu bertaubat dan ini agar menyegerakan hal itu. Firman Allah: (Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar) sebagaimana firmanNya (sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar) (Surah Luqman: 13).Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Ibnu Mas'ud, dia berkata,"Aku berkata, “Wahai Rasulullah, dosa mana yang paling besar?” beliau bersabda, “Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakanmu…." Disebutkan sampai keseluruhan hadits.

Sumber: https://tafsirweb.com/1580-surat-an-nisa-ayat-48.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

48 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 86

Ruku

Ruku 68

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 17 (34/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-541 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4