Per AyatMushaf
وَاِنِّيْ
dan sesungguhnya aku
كُلَّمَا
setiap kali
دَعَوْتُهُمْ
aku menyeru mereka
لِتَغْفِرَ
agar Engkau mengampuni
لَهُمْ
kepada mereka
جَعَلُوْٓا
mereka menjadikan (memasukkan)
اَصَابِعَهُمْ
jari-jari mereka
فِيْٓ
dalam
اٰذَانِهِمْ
telinga mereka
وَاسْتَغْشَوْا
dan mereka menutup
ثِيَابَهُمْ
baju mereka
وَاَصَرُّوْا
dan mereka berkekalan/tetap
وَاسْتَكْبَرُوا
dan mereka menyombongkan diri
اسْتِكْبَارًاۚ
sangat sombong
﴿٧﴾
Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
5426 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

5-10. Nuh berkata, “wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu malam dan siang, tetapi ajakanku kepada mereka agar beriman tidak membuat mereka kecuali berlari dan berpaling. Setiap kali aku mengajak mereka agar beriman kepadaMu, agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka, agar mereka tidak mendengar dakwah kebenaran, mereka menutup wajah mereka dengan kain agar tidak melihatku, mereka tetap bersikukuh di atas kekafiran mereka, menyombongkan diri dan menolak iman dengan kesombongan yang besar.Kemudia aku mengajak mereka agar beriman secara terang-terangan, tidak bersembunyi. Kemudian aku mengumumkan dakwah dengan suara tinggi dalam satu kondisi dan memelankannya dalam kondisi lainnya. Aku berkata kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan kembali kepadaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11391-surat-nuh-ayat-7.html

Tafsir as-Sa'di

5-7. Mereka tidak memenuhi seruan Nabi Nuh dan tidak mau patuh terhadap perintah beliau. Maka Nabi Nuh mengadu pada Rabbnya, “Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran),” yakni lari dan berpaling dari kebenaran, sehingga tidak ada gunanya menyeru mereka, karena manfaat dari seruan adalah agar seluruh atau sebagian maksudnya tercapai. “Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka,” yakni agar mereka mau merespon, dimana bila mereka menerima, Engkau ampuni mereka, dan seruan ini adalah murni demi kebaikan mereka, tapi mereka tetap saja berada dalam kebatilan dan lari kebenaran. “Mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinganya,” karena khawatir mendengarkan kata-kata yang diucapkan nabi mereka, Nabi Nuh . “Dan menutupkan bajunya (ke mukanya),” yaitu mereka menjadikannya sebagai penutup mereka demi menjauhi dan membenci kebenaran. “Dan mereka tetap (mengingkari)” dalam kekufuran dan keburukan mereka, “dan menyombongkan diri” di atas kebenaran “dengan sangat”, yakni keburukan mereka semakin bertambah sedangkan kebaikan mereka semakin jauh.

Sumber: https://tafsirweb.com/11391-surat-nuh-ayat-7.html

Tafsir Al-Wajiz

7. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka untuk beriman dan taat, (aku berharap) agar Engkau mau mengampuni dosa dosa mereka. Telinga mereka ditutup ketika mendengar aku berdakwa.Mereka menutupi wajahnya menggunakan pakaian-pakaiannya agar tidak melihatku dan mendengarkan ucapanku. Mereka bersikeras dengan kekufuran. Mereka sangat enggan mengikutiku dan menerima ajakanku menuju kebenaran dan keimanan.Tabiat mereka ini sangat membenci dan enggan dengan keimanan

Sumber: https://tafsirweb.com/11391-surat-nuh-ayat-7.html

Informasi

Surat

نوح (Nuh)

Nuh — 28 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

7 dari 28 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 570

Ruku

Ruku 504

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 114 (228/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5426 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-71