الجن (Al-Jinn)
Per AyatMushaf
يَّهْدِيْٓ
ia memberi petunjuk
اِلَى
kepada
الرُّشْدِ
jalan yang benar
فَاٰمَنَّا
maka kami beriman
بِهٖۗ
kepadanya
وَلَنْ
dan tidak
نُّشْرِكَ
kami mempersekutukan
بِرَبِّنَآ
dengan Tuhan kami
اَحَدًاۖ
seseorang
﴿٢﴾
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,
5449 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
1-2. Katakanlah (wahai Rasul) “Allah mewahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengar tilawah al-Quran yang aku takutkan. Ketika mereka mendengarnya, mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami mendengar al-Quran yang sangat bagus dalam balaghoh dan kefasihannya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, ia mengajak kepada kebenaran dan hidayah, lalu kami membenarkan al-Quran itu dan mengamalkannya, kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang telah menciptakan kami dengan siapapun dalam beribadah kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/11442-surat-al-jin-ayat-2.html
Tafsir as-Sa'di
2. “(Yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar.” Petunjuk adalah kata umum untuk segala sesuatu yang mengarahkan manusia pada kebaikan dunia dan agama mereka. “Lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami.” Mereka menyatukan antara keimanan yang mencakup seluruh amal baik dengan ketakwaan yang mencakup meninggalkan keburukan. Mereka menjadikan faktor yang mendorong mereka pada keimanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keimanan yang mereka kerajakan berkat petunjuk-petunjuk al-Quran serta segala sesuatu yang mencakup berbagai kemaslahatan, faidah, dan meninggalkan bahaya.Hal itu merupakan tanda-tanda kebesaran dan hujjah pasti bagi orang yang menjadikannya sebagai cahaya dan petunjuk. Iman yang berguna dan membuahkan berbagai kebaikan ini terbangun di atas hidayah al-Quran. Tidak seperti keimanan pengikut tradisi dan persaudaraan, karena keimanan seperti ini adalah iman ikut-ikutan di bawah bahaya syubhat dan berbagai macam penghalang.
Sumber: https://tafsirweb.com/11442-surat-al-jin-ayat-2.html
Tafsir Al-Wajiz
2. Al-Quran ini menunjukkan dan membimbing kepada kebenaran dan ma’rifatullah.Maka kami membenarkan Al-Quran bahwa sesungguhnya Al-Qur’an itu dari sisi Allah.Kami tidak akan menyekutukanNya dengan menyembah siapapun dari ciptaanNya
Sumber: https://tafsirweb.com/11442-surat-al-jin-ayat-2.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk memberitahukan kepada kaumnya bahwa ada makhluk jin yang mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka beriman, membenarkan dan taat kepadanya. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar") yaitu menuju jalan lurus dan keberhasilan (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami) Kedudukan ini serupa dengan firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an) (Surah Al-Ahqaf: 29) Telah kami sebutkan beberapa hadits yang menyebutkan tentang itu sehingga tidak perlu diulangi lagi.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami) diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kebesaran Tuhan kami) yaitu perbuatan, perintah, dan takdirNya. Qatadah berkata bahwa Maha Tinggi kebesaran, keagungan, dan perintahNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak) yaitu, Maha Tinggi Allah dari mempunyai istri dan anak.Jin berkata bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Mulia dari mempunyai istri dan anak, ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur'an. Kemudian mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (4)) Qatadah berkata tentang firmanNya: (Orang yang kurang akal daripada kami) yang mereka maksud adalah iblis. Ibnu zaid berkata tentang (yang melampaui batas) yaitu kezaliman yang besar.Bisa ditafsirkan bahwa maksud firmanNya, (Orang yang kurang akal daripada kami) sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah memiliki istri dan anak. Oleh karena itu mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan) yaitu sebelum dia masuk Islam ((perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah) yaitu, yang bathil dan tidak benar. Oleh karena itu mereka berkata: (dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah (5)) yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah سبحانه وتعالى karena mereka menisbatkan istri dan anak kepadaNya.Dan setelah kami mendengar Al-Qur'an dan kami beriman kepadanya, lalu kami mengetahui bahwa mereka berdusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (6)) yaitu kami berpandangan bahwa kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, jika mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan berupa hutan dan tempat lainnya. Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di masa Jahiliyah mereka yangmeminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak ditimpa sesuatu yang buruk.Sebagaiman seseorang dari mereka jika memasuki kota musuh mereka di bawah perlindungan, dan penjagaan orang besar. Ketika jin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka jin-jin semakin membuat mereka lebih takut, lebih ngeri, dan lebih pengecut. sehingga manusia tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan) yaitu berdosa, dan jin bertambah berani kepada manusia. Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi' dan Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (rahaqa) bahwa maknannya adalah takut.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun (7)) yaitu Allah tidak akan mengutus seorang rasulpun setelah itu. Pendapat ini dikatakan Al-Kalabi dan Ibnu Jarir
Sumber: https://tafsirweb.com/11442-surat-al-jin-ayat-2.html
Informasi
Surat
الجن (Al-Jinn)
Jin — 28 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
2 dari 28 ayat
Juz
Juz 29
Halaman
Halaman 572
Ruku
Ruku 506
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 115 (229/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5449 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-72